
“Aku akan membuat kamu menjeritkan namaku sayang!!! Ingat itu, hukuman buat kamu yang menggodaku sampai aku tak bisa menahan diriku.” kata Hans yang gemas dengan sang istri.
Lihat saja, begitu masuk paviliun ia akan membuat tempat itu menjadi lautan api!
Hans memacu mobilnya sehingga dia bisa mencapai rumah besarnya dalam waktu yang relatif singkat.
Memang ini adalah keinginannya karena terus terang saja Hans sudah tidak sabar untuk bisa menghukum istrinya yang dari tadi sudah menggodanya.
Bukan merupakan hal yang terlalu besar mendapati Bahwa saat ini sang istri begitu memuja hubungan intimnya bersama dengan sang suami, karena hormon kehamilannya memaksanya untuk bisa selalu bersama dengan sang suami.
Pelukannya, dan tindakan agresif yang sering dilakukan Hans kepadanya itu menjadikan candu tersendiri bagi seorang Aletta yang tadinya polos dan belum mengenal artinya hubungan intim bersama dengan seorang laki-laki.
Sekalipun tidak jarang orang yang memujanya namun dia sendiri tidak pernah mengetahuinya dan tidak pernah menyadarinya.
“Mas, yang hati-hati dong nanti Bukannya ke Paviliun malah berakhir di rumah sakit.” kata aletta kesal melihat sang suami menyetir dengan ugal ugalan.
“ Aku sudah merindukan berada di dalam kamu sayang. Apalagi dengan godaan kamu tadi bayangkan ini saja sampai sekarang belum turun-turun dari tadi, dia sudah tidak sabar untuk berada di dalam kamu. Jadinya Mas harus ngebut hanya untuk menghukum kamu.” sejujurnya Si Boy lelah harus tegang terus menerus tapi apa daya berada di samping wanita yang sangat cantik, seksi dan menggoda, dan diizinkan untuk bisa berada di dalamnya, Bukankah itu bisa menaikkan tensinya jauh lebih tinggi daripada biasanya.
“ Hum aku juga masku sayang. Entah Kenapa semenjak aku mengetahui bahwa diriku hamil itu aku jadi kepingin selalu dekat sama kamu, cemburu kalau kamu cuek sama aku, dan kemesraan ini membuat aku semakin gila rasanya.” perkataan aletta itu membuat Hans semakin menekan pedal gasnya agar bisa segera sampai ke rumah besarnya lebih cepat lagi.
Dia merasa bahwa rumah besarnya itu sangat jauh dari tempatnya berada tadi sehingga Hans merasa ketika memencet pedal gasnya dengan maksimal namun tetap saja lama baru sampai.
Tanpa menghiraukan yang lainnya, ia langsung mengeajak sang istri masuk ke paviliunnya dan mengunci mereka berdua di dalam kamar megah di paviliun itu yang memang dikhususkan untuk mereka berdua.
“ Aku mau bebersih dulu, sayang!” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda dan kemudian tanpa dosa melucuti pakaiannya sendiri di hadapan sang predator yang menatapnya tanpa banyak bicara.
Aletta dengan tubuhnya yang sudah tak terbalut apa apa melangkah masuk ke dalam kamar mandi sambil melirik ke arah sang suami yang hanya menatapnya tanpa banyak bicara.
Aleta menutup pintu kamar mandinya dengan perlahan dan menantikan serangan dari banteng yang kepanasan di dalam kamar tadi.
Benar saja perkiraan dari Aletta karena tak selang Berapa lama kemudian ada seorang yang menerobos masuk ke dalam pintu kamar mandinya yang sudah tertutup rapat tadi namun aleta sengaja tidak menguncinya.
“Baby, kamu sangat nakal ya sekarang dan oleh kaena itu kamu harus menerima hukuman dan juga hadish buat kenakalan kamu.” suara bariton itu menyeruak di antara gemericik air shower yang Letta pasang agar bisa mengurangi kepenatan dan merilexan tubuhnya.
Letta bergidik merasakan ada sepsang tangan kekar yang membelai tubuhnya dan memeluknya dengan posesif.
“Argh mas Hans . . .” teriakan kecil dari Leta berkumandang di area kamar mandi itu karena merasakan kalau si boy sudah memasuki area terlarangnya dari belakang.
Dan malam itu berakhirlah mereka di kamar paviliun lautan api karena hanya ada decapan dan ******* penuh gairah di dalamnya.
***
Keesokan paginya, Letta bangun dengan badan yang remuk redam karena dia harus menerima hukuman dari perbuatannya berani menggoda seorang predator cinta seperti Hans.
Ia tak puas puasnya melakukan stimulasi yang membuatnya meledak berkali kali dalam kenikmatan
“morning kiss, babe! Kamu sangat mengejutkan dan juga sangat seksi semalam. Maafkan aku karena membuat kamu tidak berdaya pagi hari ini akibat permainan kita semalam yang membuat aku tidak puas-puasnya untuk kembali menikmati hal yang sama sehingga mungkin tubuhmu saat ini remuk redam karena apa yang aku perbuat semalam.” katanya sambil mengecup di Smart yang bertebaran di tubuh sang istri yang masih polos tanpa mengenakan sehelai kain pun yang saat ini terbaring tak berdaya di dalam pelukan lengan kokohnya yang dapat bersentuhan secara langsung skin to skin dengan tubuh polos sang istri.
Saat ini si boy juga sudah tidak tahan untuk bisa melakukan kembali di dalam inti tubuh sang istri namun Hans mencegahnya karena dia tidak mau sang istri tidak bisa berjalan dan itu akan membahayakan janin yang ada di dalam kandungan sang istri.
“ Hmm kamu puas kan mas?” tanya Letta dengan suara letih yang terpancar dalam suaranyayang serak, khas orang bangun tidur.
“Kalau aku jawab tidak, apakah kamu mau memberikan kepadaku 1 sesi lagi?” tanyanya dengan kerlingan menggoda.
“Dasar maniak!”
“Salahkan tubuh kamu yang membuat aku mencandu padanya.” katanya dengan kebucinan tingkat dewa yang tak bisa luntur dari cara bicaranya dengan sang istri, membuatnya memutar bola matanya dengan Malas karena begitulah cara sang suami menggodaya.
“Aku mau mandi, aku masih ada kelas dengan dosen killer itu. Jangan sampai aku terlambat.” katanya dengan segra membuka selimutnya sehingga tubuh dengan penuh kissmark itu menggoda pandangan matanya.
“ Ikut! Karena aku yang akan mengantarmu!” kata Hans dengan nada tak terbantahkan.
“ tapi ingat kamu hanya boleh menunggu aku di dalam mobil dan Jangan biarkan orang lain atau wanita lain masuk ke dalamnya apalagi sampai kamu membuka pintu atau jendela!” Hans tahu persyaratan yang diberikan oleh sang istri adalah bentuk sang istri cemburu dengan orang-orang yang selalu mengitari Hans ketika menunggu dirinya di kampus.
“ Baiklah bos, ada lagi?” tanyanya dengan seera menyusul sang istri di kamar mandi.
Kali ini mereka hanya mandi saja, karena ia tahu sang istri bisa marah besar kalau dia mengganggunya saat waktu mepet seperti ini.
Sang istri tidak suka mengambil resiko ketika harus berhadapan dengan Raihan Abimana, dosen killer yang akan membuatnya menunggu di kantornya berlama-lama karena dia terlambat masuk ke dalam ruang kelas di mana Raihan mengajar dirinya.
__ADS_1
Sebenarnya Hans juga tidak suka di jam-jam di mana sang istri ada di kelas seorang Raihan Abimana.
Apalagi dia tahu persis kalau seorang Raihan Abimana itu menyukai sang istri.
Namun dirinya tidak bisa berbuat banyak karena memang untuk semester ini hanya tinggal mata kuliah dari Raihan Abimana dan penyusunan skripsi saja yang masih harus istrinya kerjakan apabila dirinya hendak lulus pada semester ini.
Hans harus mengalah kalau ingin mendapatkan sang istri seutuhnya karena dengan lulusnya sang istri saat ini bisa membuka peluang yang lebih besar bagi dirinya untuk bisa menikmati sang istri seorang diri.
Tanpa harus memikirkan bahwa sang istri saat ini masih kuliah, Walaupun memang Aleta memiliki wacana untuk mengambil S2 sehingga membuat Aletta akan kembali masuk ke dunia perkuliahan.
Tak mengapa asalkan Aleta tidak bertemu dengan Raihan Abimana, menurut Hans.
Karena bagaimanapun Raihan itu masih muda dan juga memiliki kekayaan pada keluarganya yang langsung diwariskan kepada Raihan ketika Raihan menikah nanti.
Menurutnya Raihan adalah seorang Rival yang patut di perhitungkan, karena Hans tidak tahu bahwa Arjuna saat ini juga mengincar sang istri akibat pertemuan sesaatnya dengan seorang Aleta Wijaya yang membuat hidupnya berubah.
Arjuna menganggap bahwa itu adalah cinta pada pandangan pertama yang harus dia pertahankan semaksimal mungkin supaya dia bisa merebut apa yang Hans miliki.
“ Ayo Sayang kenapa kamu sekarang malah melamun? Apakah kamu tidak tahu bahwa ini sudah mepet? Jangan buat aku dihukum lagi oleh dosen killer yang menyebalkan itu ya!” suara teriakan Aletta menyadarkan dirinya bahwa dirinya harus segera mengantarkan istri kecilnya itu ke kampus di mana Aletta harus menghadiri perkuliahan dari seorang dosen Killer yang bernama Raihan Abimana.
Senyum dari seorang Hans membuat Aleta tidak melanjutkan teriakannya namun langsung memakan sarapannya yang sudah disediakan di teras Paviliun milik mereka berdua itu.
Mungkin Sang asisten rumah tangga sudah menyadari bahwa tuan muda dan nyonya mudanya itu sedang terburu-buru karena mereka memberikan makanan dan sarapan itu di teras Paviliun dan bukannya di ruang makan rumah besar keluarga Javier.
“ Kenapa sarapannya malah dikirim ke teras Paviliun ya??” tanya Aleta kepada sang suami yang sudah duduk di sampingnya dan mulai memakan sarapannya juga.
“ kayaknya Mama dan Papa harus pergi pagi-pagi karena ada acara di luar kota sehingga mereka yang sudah tahu bahwa Papa dan Mama pergi ke luar kota jadi lebih baik memberikan makanan dan sarapannya itu langsung ke teras Paviliun di sini saja supaya kita yang menikmati makanannya.” jelas Hans yang sudah tahu kalau papa dan mamanya ada urusan keluar kota, untuk 3 atau 4 hari masalah bisnis di perusahaan Papanya Itu.
Sesampainya mereka di kampus, Aleta langsung menuju ke kelasnya tapi naasnya dia bertemu dengan Raihan Abimana Di tengah perjalanan dirinya menuju ke kelas.
“ Diantar sama penjaga kamu?” tanyanya dengan sarkas. Entah kenapa dia juga belum bisa move on dari seorang Aleta Wijaya yang wajahnya meskipun jutek namun sangat menggoda.
“ Iya pak, saya diantar suami saya.” sahut Aletta dengan nada datar, Entah kenapa ketika Aleta mengatakan bahwa dirinya diantar oleh sang suami ada rasa perih dan nyeri di dadanya membuat raihan harus memalingkan wajahnya dari menatap seorang wanita cantik yang berlabel istri orang.
“Oh . . “ kemudian Raihan sedikit terdiam membuat Aletta melajukan langkahnya menuju ke kelas karena Aleta tidak ingin ada gosip mata-mata mengenai dirinya dan juga dosen killer tersebut.
Mendengkus sesaat dan kembali berjalan meuju kke kelas yang sama.
Seandainya . . . oh seandainya, decaknya kesal.
***
Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah… happy reading
Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!
udah 8 episode tuhhhh
spill bab 6
Belum juga 1 jam Elea berangkat Dilan sudah kayak kucing kepanasan. Dapat dimaklumin kalau saat ini ia sudah terjerat pesona seorang Elea.
Dilan tak sanggup berjauhan dengan Lea, kekasih gelapnya.
Memang ia belum mengakui status Lea sebagai simpanan di hadapan Safea, bukan karena takut Safea akan meminta bercerai dengannya, tapi ia memang ingin menyelidiki Lea lebih dahulu.
"Carikan aku informasi tentang wanita bernama Elea, model di Singapura." kata Dilan kepada salah satu detektif andalannya yang biasa mencarikan info info penting tentang orang orang yang ia curigai.
Dilan memang selalu berhati hati, tapi memang untuk masalah Lea di sudah main hati. Ia sudah terpesona dengan Lea dan jerat berbisa pelakor yng sengaja ia sematkan pada dirinya itu.
Lea memang harus menjadi seorang pelakor supaya bisa merusak rumah tangga Dilan dan Safea sesuai dengan misi Lea.
" Brian, kamu aturkan jadwalku dan sore ini setelah jam kantor aku akan berangkat ke Singapura. Aku akan berada di Singapura 3 hari. Kamu aturkan saja perjalananku disana." kata Dilan dengan nada datar seperti biasa kepada asistennya.
"Baik Tuan."
Brian bukannya tak tahu kalau Dilan lagi ingin bermain cinta dengan sang kekasih gelapnya itu, maka Brian akan mengaturkan segalanya hanya untuk bos besarnya itu.
"Kayaknya tadi dokter sdah bilang sama kau kalau istriku sudah waktunya keluar dari rumah sakit, jadi kamu bisa bayar secara online saja istriku bisa langsung pulang sama mbok Sumi." katanya dengan santai kemudian ia menutup panggilan bersama dengan asistennya itu.
__ADS_1
"Iya bos!" katanya sambil menuntup panggilannya dan langsung mengerjakan apa yang diinginkan oleh bos besarnya itu.
Dilan langsung mempersiapkan diri dan tertawa dalam hati berpikir bahwa Lea pasti akan terkejut dengan kedatangannya di Singapura.
Dia memang berpikir untuk memberikan kejutan pada Lea.
***
Pov. Lea
Sesampainya aku di bandara, aku langsung bergegas memenuhi pekerjaanku. Bagaimanapun pekerjaanku yang utama.
Sebelumnya aku sudah menugaskan Ghaza untuk mengurus identitasku, melalui sms. Baru setelahnya aku mengurus kepentingan pekerjaan aku.
Di luar negeri aku sangat dikenal dengan nama Lea, bukan dengan nama asliku begitu pula ketika aku memperkenalkan diri kepada Dilan Ardiansyah, aku memperkenalkan diri sebagai Lea dan bukan Milan elea Putri.
Mungkin Ayahku selalu memperkenalkan diriku sebagai Milan karena dulunya aku diberi nama itu sebab ayahku tergila-gila dengan grup bola Inter Milan.
Sehingga waktu hamil diriku sang Ibu diajak baby moon ke Milan Italia sehingga nama ku pun ketika lahir di kait-kaitkan dengan klub bola ini.
Jadi aku merasa aman saja ketika memperkenalkan diriku atas nama Lea, karena di panggung aku juga dikenal sebagai Lea . . .
Semuanya sudah diantisipasi agar Dilan tidak bisa menyelidiki Lebih Jauh antara aku dan hubungan aku bersama dengan Ali dan Nesya.
Di dalam autobiografiku aku tidak pernah menyebutkan keluarga karena memang di luar negeri sangat kecil keinginan seseorang untuk model mereka Puja itu sampai mengetahui tentang siapa ayahnya dan ibunya.
Jadi di Google Search nama aku tidak pernah ada bersanding dengan kedua orang tuaku, ini memang sangat aku harapkan karena aku tidak mau kalau sampai mereka semua tahu tentang hubungan diriku dengan Ali dan juga Nesia Hakim.
Bagaimanapun Setelah aku berhubungan dengan Dilan, tentu saja Dilan juga menyelidiki diriku sebelum akhirnya meminta aku sebagai simpanan laki-laki tersebut.
Bukannya aku juga tidak tahu kalau Safea bakal melakukan hal yang sama dengan Dilan yaitu menyelidiki diriku, aku sengaja menutup akses yang akan membuat dirinya terhubung dengan Ali dan juga Nesia Hakim, yang notabene adalah ayah dan ibu ku sendiri.
Tiba tiba aku menerima panggilan dari detektif kepercayaan aku itu, sebelum ia banyak basa basi aku langsung berkata sama dia,
“ Ghaza tutup segera akses yang bisa membuat orang tahu hubunganku dengan Ali dan juga Nesia Hakim.” setahuku ia bakal menyewa orang yang bisa mengacak keberadaan dan identitasku.
“ Kalau masalah kamu menjadi model serta owner dari Cafe dan juga butik gimana?” tanya sang detektif sekali lagi.
“ Biarkan mereka hanya tahu aku ini adalah seorang model dan sedang butuh duit! Bisa kan?” cecar Lea.
“Aku akan merekrut satu orang IT yang akan menolong kita dalam hal-hal seperti ini, Bahkan dia akan bisa mengacaukan perusahaan Dengan menyebarkan video-video yang sudah kamu tap itu.” kata sang detektif pribadinya itu memberikan sebuah ide baru di dalam pemikirannya.
“Wow… kenapa gak kepikir sama aku ya kemarin.. aku hancurkan juga perusahaannya melalui orang IT yang kamu sewa bisa ga?” tanya ku dengan pemikiran baru, cara untuk menghancurkan Dilan dari perusahaannya.
“Nanti kupikirkan bos! Kalau dihancurkan jelas bakalan sayang dong! Perusahaan itu bisa sangat berguna buat bos . . “ kata Ghaza memberi saran.
“Ohh iya juga ya …”
“ Viralin dulu video panas itu supaya Safea telak mental. Biar kayak judul novel-novel yang panas itu loh video panas suamiku, atau suamiku melakukan perselingkuhan, gimana deh dikasih judulnya Yang penting bisa viral.” kata Sang detektif yang ku sewa itu dengan kebingungan mencari judul untuk #nasional supaya video panas itu bisa segera viral.
“ Apa ga Kena UU ITE?” tanya ku dengan nada kebingungan karena memang ada undang-undang tersebut yang melarang penyebaran video-video panas seperti itu.
“ Nanti coba Aku akan tanyain mereka supaya mereka bisa memberikan pertimbangan mengenai apa yang harus aku lakukan dengan video tersebut, setelah kamu blur pemeran wanitanya jangan lupa kamu kirimkan ke aku.”
“ nggak usah aku ada satu file yang hanya memperlihatkan wajahnya saja dan tidak ada wajahku sama sekali, cuman Memang nanti suaranya akan aku buat hilang aja agar tidak ada orang yang bisa mencocokkan tipe suara yang aku miliki.”
“Hmm karena bisa saja keviralan ini berbalik arah ke tempatmu Bukankah kamu juga model terkenal yang terkenal santun di internasional . . ?”
“ Jujur saat ini aku sudah tidak peduli lagi dengan stigma negatif yang akan aku sandang ketika video itu viral dan kemudian ada orang yang tahu tentang itu, Karena rasa sakit hatiku itu jauh lebih dalam daripada semuanya itu. Niatanku dalam hati hanya satu yaitu menjebloskan Dilan dan istrinya ke dalam penjara dan membuat mereka harus bertanggung jawab mengenai kematian kedua orang tuaku.” kataku dengan nada berapi-api.
Ghaza, sang detektif sebetulnya paham dengan apa yang dirasakan oleh aku saat ini tapi dia juga harus bermain cantik agar aku ini dan dirinya juga tidak akan tertangkap oleh pihak yang berwajib karena hal ini bisa mengakibatkan dia dan juga aku mendekam di balik jeruji besi kalau sampai bukti-bukti itu mengarah kepada fitnah dan juga pencemaran nama baik bagi Dilan dan juga Safea.
.
.
.
jangan lupa untuk komen, like dan hadiahnya ya guys... thankss
__ADS_1