
“Kamu kini tak bisa lagi menghindar, Hans sayang!” kata Raline yang rupanya menunggu Hans keluar dari kantor. dengan tak tahu malau ia meraih lengan Hans yang bebas dan memeluknya dengan erat.
Tentu saja Hans langsung menepis tubuh wanita itu, membuat Raline sedikit terdorong, untung saja Margareth sigap menarik tubuhnya sehingga ia tak jatuh.
Hans hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal, melihat bahwa dirinya bertemu dengan Raline bersama dengan Margareth yang ada di belakang Raline saat ini.
“ Mau apa sih kalian?” tanya Hans dengan nada kesal sambil tetap memegang tangan Aletta yang ada di sampingnya.
“ loh ini kan Aleta? Dia yang Harusnya menjadi murid bimbinganku tapi sekarang … oh jangan-jangan kamu ada di balik pemindahan Aleta menjadi mahasiswi bimbingan Ibu Sri?” tanya Margaret sambil memicingkan matanya tanda Dia sedang menyelidiki Hans saat ini.
Tapi Hans hanya santai dan memberikan tatapan datar dan ekspresi yang dingin kepada mereka berdua sehingga Margaret tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan oleh, begitu pula dengan sang istri yang kebingungan melihat Raline dan Margaret Menghadang sang suami.
“ Kalian itu seperti biasanya suka menuduh orang lain dan juga merasa diri paling benar! Lagian apa peduli kamu terhadap istriku? Dan apa yang membuat kalian berada di tempat ini Bukankah aku sudah memperingatkan dari awal supaya kalian menjauh dari wilayahku, terutama kamu Raline! Bahkan kamu tahu persis bahwa aku sudah memiliki istri namun kamu tidak berhenti untuk terus-menerus menggangguku!” ujar Hans yang kesal dengan Raline yang begitu menjijikan karena memberikan Tatapan yang penuh godaan kepada dirinya.
Namun bukannya tergoda malah dirinya merasa jijik melihat Raline yang berusaha menggoda dirinya itu.
“ Aku tak mengerti, mas! Kenapa ada bu Margareth disini? Dan kenapa kalian marah marah?”
“Kamu gak ingat sama wanita ini?” tanya Hans sambil menunjuk Ralin dengan dagunya, membuat sang istri harus memusatkan pikiran dan wajahnya kepada wanita yang saat ini Menghadang mereka.
“ Kayaknya aku ingat deh Mas ini bukannya wanita yang godain kamu pas kita bulan madu di Bali itu kan?” tanya Aleta dengan pandangan menyelidik ketika menatap Raline membuat Ralin kesal dan memalingkan wajahnya.
“ Hmmm, Entah kenapa mereka berdua ingin menemui Mas tadi cuman mas karena sedang sibuk tidak ingin menerima tamu sama sekali. Kalau Bu Margaret ini adalah sepupu dari Raline. Masalah pemindahan itu mungkin lebih ke arah Rektor yang tidak ingin kamu diampu oleh Bu Margaret yang mungkin tidak sesuai dengan bidang yang kamu ambil. Selain itu kemampuannya pun jauh berbeda dengan dosen pembimbing yang kamu terima saat ini.” kata Hans tidak ingin sang istri nanti marah kalau dirinya terlalu banyak ikut campur di dalam urusan skripsinya, sedangkan dia tahu maksud dari Margaret adalah ingin mengadu domba antara dirinya dan juga istrinya.
__ADS_1
“Jadi … Aletta itu adalah istri kamu?” tanya Margaret dengan nada kebingungan karena di dalam pemikirannya dan sepengetahuannya adalah sepupunya ini merupakan calon tunangan dari Hans, memang dirinya tidak update lagi dengan perkembangan terbaru kalau sebenarnya Hans sudah lama memutuskan tidak mau dengan raline karena Hans memang tidak memang tidak menyukai Raline.
“ Astaga itu sudah lama banget kali, bahkan sebelum aku bertemu dengan istriku ini. Dan sekarang bahkan istriku sudah hamil anakku, Bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa dia masih calon tunanganku? Pasti karena dia ngaku-ngaku ya!” perkataan sinis dari Hans itu membuat Ralin merasa terdzolimi.
Tapi sebenarnya juga tidak bisa menyalahkan Hans yang terus-menerus dikejar-kejar oleh Raline menimbulkan perasaan tidak suka dan apa ya kesal gitu loh.
“ Aduh mas, kamu bgak boleh ngomong gitu! Itu jahat … Maaf ya bu Raline dan bu Margareth, saya tidak tahu kalau bu Margareth kenal dengan suami saya.Ya betul kami menjadi suami istri sekitar 4 bulanan ini dan saya juga sudah hamil sekitar 10 mingguan ini, maaf kalau kaian tidak tahu.” kata Aletta dengan lebih sopn.
Sebetulnya Margaret sama sekali tidak masalah ketika Aleta menikah dengan Hans dan karena ketidaktahuannya ini dia terseret dengan permasalahan Raline dan juga Hans.
“Maaf ya Hans aku benar benar tak tahu!” kata Margareth dengan nada tak enak.
Hans hanya melirik ke arah Margaret saja tapi tidak memberikan respon apa-apa membuat sang istri mencubit dirinya Karena Hans tidak ramah sama sekali dengan Margaret.
“Yang sopan dong mas!” katanya dengan lirih.
“Aku juga tak tahu tentang hubungan kamu dengan Hans ya, Aletta! Maafkan saya!” kata Margareth dengan nada tak enak juga kepada Aletta, sedangkan Raline masih dengan pongah menncebik kesal karena perlakuan Hans kepadanya yang menyakitkan hati.
“Mbak Raline, maafkan suami saya, dia memang datar dan dingin seperti itu, tapi dia tidak bermaksud untuk tidak …”
“Eh aku emang bermaksud untuk tidak sopan sama dia karena aku tak mau kalau ia ngelunjak, ngerti gak sih … sayang! Bibit bibit penggoda seperti ini harus diberi ketegasan” katanya dengan nada keras dan sedikit ketus.
Margaret sangat menyayangkan Apa yang dilakukan oleh Raline ini karena apa yang dilakukan oleh Raline ini benar-benar menjatuhkan harga dirinya sampai ke dasar lautan.
__ADS_1
Ya pasti tidak akan terima untuk dihina seperti ini oleh hanya kalau tidak karena dia sudah bersalah Percaya saja dengan Raline bahwa Raline saat ini masih menjadi calon tunangan dari seorang Hans Armando Javier.
Beruntung saja kali ini ada Aleta yang menyelamatkan mukanya.
Wanita muda itu bahkan dengan santun memperkenalkan diri dan juga mengenalkan posisinya saat ini kepada dirinya sehingga dia tidak terlalu malu menghadapi tingkah menjijikkan dari sepupunya itu.
Mestinya Raline sadar bahwa saat ini Hans sudah memiliki istri jadi dia tidak boleh semena-mena seperti ini.
Margaret saja sampai geram dibuatnya oleh tingkat sepupunya yang masih saja dengan tidak tahu malunya mengharapkan cinta dari seorang Hans Armando javier.
“Line, kita pulang saja! Kamu ini memang malu-maluin, tahu gitu aku tadi tidak kemari. Jadi Aleta Sebenarnya tadi itu aku hanya menceritakan bahwa kemarin aku bertemu dengan Hans di kampus, dan Raline berkata bahwa dirinya saat ini ingin bertemu dengan Hans Armando Javier jadi aku hanya mengantar sepupu aku ini ke sini bertemu dengan Calon tunangannya. Maafkan kalau kejadiannya jadi seperti ini,” Margaret berusaha untuk menarik tubuh sepupunya itu agar berlalu dari tempat ini, kejadian di lobby perusahaan dari Hans ini membuat semua orang yang ada di sana melirik ke arah mereka dan itu sudah membuat dirinya malu sekali.
Aletta hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan paras tidak enak karena sang suami tetap menampilkan kegeraman di wajahnya dan sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Margaret.
Sedangkan orang-orang yang belum pulang dari kantor melihat drama di depan mata mereka ini dengan berbisik-bisik sambil ada beberapa orang yang mengambil video tentang hal ini.
Sesudah Margaret berhasil menarik Ralin, ia langsung pergi setelah berpamitan dengan Hans dan Aletta meski hanya Aleta sajalah yang membalas salam dari Margareth itu.
***
Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah… happy reading
Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!
__ADS_1
udah 7 episode tuhhhh hari ini . . .