Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
Bab 3


__ADS_3

Menurut Alisa sekarang adalah kebahagian untuk mamanya, yang telah membesarkannya setelah sepeninggal papa nya, dan kini Alisa berbesar hati jika mama nya ingin menikah lagi.


entah kebetulan atau memang takdir tuhan Alisa mendapat panggilan kerja di perusahaan Noval, Alisa amat senang akhirnya bisa dapat kerjaan dan tak menyusahkan mama nya lagi.


"mah aku angkat telpon bentar ya !" izin Alena saat mereka tengah menikmati makan siangnya.


sang mama hanya menjawab dengan tersenyum.


"selamat siang, benar ini dengan ibu Alisa Maharani ?" ucap resepsionis yang menelpon Alisa untuk melakukan wawancara kerja.


"benar mbak, ada yang bisa dibantu ?" Alisa pun menjawab santun telpon itu.


"kami dari PT. Sejahtera mengundang ibu Alisa untuk melakukan interview besok jam 9 pagi ." setelah mendapat jawaban dari Alisa bahwa ia bisa melakukan interview besok, akhirnya sambungan telpon mereka diselesaikan.


alangkah bahagianya Alisa mendengan kabar jika ia mendapatkan panggilan pertama kalian setelah seharian keliling kota melamar pekerjaan.


ia pun langsung memeluk mama nya karna ia sungguh bahagia.


"mama, aku dapat panggilan kerja !" peluk erat Alisa dan mendapat balasan pelukan dari mama nya.


"selamat ya sayang semoga apa yang kamu impikan segera tercapai ," doa tulus dari sang mama untuk anak semata wayangnya.


.


.


.

__ADS_1


waktu sungguh cepat sekali berlalu, kini mentari sudah terbenam dan sudah menampakkan dirinya lagi, Alisa yang antusias sejak mendapatkan telpon tidak mau jika harus telat dalam interview kali ini.


ia mempersiapkan segalanya dari berkasnya tak lupa juga penampilannya, ia memakai pakaian yang sederhana tapi terlihat menawan dan seksi serta sedap dipandang.


"selamat pagi mbak, saya Alisa Maharani yang akan interview hari ini ," ucap Alisa yang setengah gugup.


"silakan duduk di sebelah sana ya mbak, nanti akan dipanggil !" resepsionis mempersilahkan duduk Alisa diantara para interview yang lain.


Alisa bengong melihat banyaknya pelamaran yang mengadakan interview hari ini, awalnya dia mengira jika dirinya saja yang akan interview hari ini.


ketika akan berjalan ke depan setelah dari tempat resepsionis tak sengaja Noval yang lewat menabrak Alisa dan menuangkan kopi panas nya di baju Alisa.


"auuu, gimana sih mas kok gak hati-hati jalannya kan baju saya kotor !" omel Alisa yang tidak tau jika Noval CEO Disana.


"maaf mbak saya gak sengaja ," Noval yang tak sengaja karna juga berjalan terburu-buru serta mengecek hp nya yang berdering membuat dirinya menabrak Alisa.


" kamu, kok bisa disini ?" tanya Alena.


"mbak maaf ya saya gak sengaja, saya terburu-buru !" ucap Dimas.


" ya udah gapapa, lain kali hati-hati ya, kamu mau interview juga ya maka nya buru-buru, kalau gitu saya permisi dulu ke toilet." ucap Alena yang sebenarnya ia merasa jengkel atas apa yang dia alami saat ini.


resepsionis yang melihat ini sedikit khawatir atas apa yang diucapkan Alisa yang mengira ia adalah peserta interview, tapi tatapan mana Noval mengisyaratkan agar ia diam saja.


Alisa dikamar mandi pun mengomel tak karuan, karna baju kini berwarna putih hitam.


" astaga kenapa sih aku ketemu dia selalu aja sial, yang kemarin di taman sekarang mau interview pula, mana noda ni susah banget hilangnya."

__ADS_1


karna dirasa tidak ada waktu lagi untuk mengganti bajunya, ia kini pasrah dengan apapun hasil interviewnya.


.


.


.


Noval yang sudah berada di ruangnya, membayangkan 2 orang yang membuat dirinya penasaran, yaitu wanita yang 2 kali ia tabrak dan pengusaha muda dengan sejuta pesonanya.


"Abraham bagaimana penyelidikan kamu tentang ibu Hanna ?" tanya Noval yang sebelumnya memerintahkan asisten pribadinya untuk mencari tau tentang kehidupan Hanna yang telah membuatnya kecewa.


" Hanna Maharani, ia seorang janda beranak 1 pak, suaminya telah meninggal 20 tahun yang lalu," ucap Abraham menceritakan detail tentang kehidupan Hanna, bukan cuma itu saja dia juga menceritakan tentang alamat rumah serta detail lainnya.


tanpa sepatah kata Noval mematikan ponselnya begitu saja, Abraham pun tidak kaget dengan apa yang dilakukan bos nya itu, yang selalu semena-mena.


" Hanna Maharani, kamu sudah membuat aku jatuh hati lagi setelah penghianatan wanita ****** itu, kamu harus menjadi milikku," ucap Noval yang seperti terobsesi terhadap Hanna.


.


.


.


.


apakah Hanna akan menerima Noval nantinya karna Alisa sudah memberi izin atau Hanna akan biasa aja mengahadapi Noval ?

__ADS_1


*TBC*


__ADS_2