Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
58. Aku ini hamil dan bukannya stroke!!


__ADS_3

Sukacita sang suami dibarengi dengan tingkah menyebalkan dari sang suami yang suka mengatur atur, bahkan saat ini dengan kekeuh ingin kalau sang istri cuti terlebih dahulu. Jelas ini ditentang mentah mentah oleh sang istri karena ia sudah mengajukan judul buat skrpsinya dan sudah ACC, ia tinggal mendapatkan pembimbing kemudian ia akan bisa menunaikan tugas akhirnya, hingga ia bisa segera selesai.


“Baby, please, aku mengkhawatirkan kamu.”


Hans mengiba, mencoba membuat sang istri goyah dengan keinginannya untuk meneruskan pendidikannya, karena hanya tinggal satu langkah lagi saja.


“Masssss!!!Gak mau!!Titik dan gak pakai koma!” Aletta geram dengan keposesifan sang suami.


Ia itu hamil bukan sakit stroke . . ia masih bisa melakukan segala sesuatunya sediri, ia bahkan tak merasakan lemas atau sakit, jadi baginya hamil bukan menghalangi diirnya untuk menyelesaikan s1 nya yang cuman tinggal sak crut doang!!Cuman tinggal skripsi, yang lainnya udah oke . . .


Ia akan merasa kesal kalau harus menunda 1 thun lagi buat mengerjakan skripsinya padahal dia sudah memasukkan judul dan tinggal mendapatkan pembimbing lalu memulai bab 1 bab 2 dan selanjutnya kemudian dia akan naik untuk sidang skripsi, setelah itu selesai! Kalau dia harus mengulang 1 tahun lagi berarti dia harus menyia-nyiakan waktu 365 hari lagi untuk mendapatkan gelar yang dia impi-impikan itu.


“ Baby, nanti Kasihan dong sama anak kamu yang terpaksa harus berpikir keras ketika emaknya malah sidang skripsi…”


“ Malah Nanti anaknya jadi pintar kali, mas!” kata Alita dengan ada sewot karena suaminya terus menerus memojokkan dirinya dan menginginkan dirinya untuk cuti terlebih dahulu padahal skripsinya itu hanya cuman tinggal menunggu dosen pendamping dan dia yakin dengan kecerdasannya dia bisa mampu membuat skripsi itu selesai dengan cepat.


“ Mas, seinget ku kamu gak boleh buat aku jadi stress loh ya, ingat kalau aku sampai …” ancam Aletta dengan nada tegas.


“He he he ya enggak dong mama sayang . . “ demi apapun ia jijik ketika Hans yang biasanya datar dan dingin menjadi alay begini. Masa manggil mama sih?


“Jangan manggil gitu lah mas, yang kayak biasanya saja . . “ keluh Aletta kesal.


“Ini usaha aku untuk membiasakan panggilanku sama kamu yaitu mama, anak kamu nanti malah manggil kamu baby atau sayang . . . “ katanya dengan nada lucu, membuat aletta jadi geli.


“Iya iya papaaaa…”


“Jadi kamu masih kuliah nih?”


“Yup!”

__ADS_1


“Tapi mas gak mau kalau kamu kecapean!”


“Ya . . “


“Kalau cape istirahat!”


“Iyaa…”


“Kalau skripsi kamu sulit, lebih baik kita njokikan orang aja . . “


“Hah? Apa? Ish kamu itu kok malah ngajarin aku curang sih mas!” katanya kesal sekarang.


“Daripada gak selesai selesai, apa mas akan hubungi rektor kamu agar kamu dikasih dosen pembimbing yang baik, dan wanita, dosen pengujinya juga yang baik ….”


“Kalau itu sih terserah kamu sih mas!” katanya putus asa, kalau sudah begini, Hans ini tak mau dibantah. Paling dia hanya mau di nego nego dikit, apalagi tadi Letta sudah dengan susah payah membuat Hans mengijinkan dirinya meneruskan apa yang iangin ia capai dalam waktu dekat, yaitu kelulusan.


Mungkin itu ngidamnya?Lulus dengan cepat?


“Di ruang makan saja . . “ katanya sambil ingin segera berdiri namun tiba-tiba sang suami melarang istrinya untuk turun dan berjalan.


Dia langsung memegang sang istri serta menggendongnya ala bridal.


“ Ih mas turunkan aku . . aku malu tau!” kta Aletta sambil melingkarkan kedua lengannya ke leher sang suami agar dirinya tidak terjatuh apalagi Hans itu tiba-tiba melakukan hal itu. Dia saja sampai terkaget-kaget Untung saja tidak sampai terjatuh karenanya.


“ Tenang, kamu itu lagi hamil muda jadi kamu itu gak boleh banyak beraktifitas yang berlebihan!” katanya sambil menggendong sang istri untuk segera turun ke lantai bawah dan makan di meja makan sperti keinginan sang istri.


“ Aku itu gak sakit stroke ya mas! Aku itu cuman hamil!” katanya kesal dengan ke overprotektifan dari sang suami.


Tapi hanya sebagai suaminya sama sekali tidak memperdulikan protes dari sang istri, Iya tetap saja menggendong sang istri dan membawanya ke ruang makan.

__ADS_1


“ Apa aku seharusnya perlu untuk membeli kursi roda ya supaya kamu tidak usah kelelahan berjalan ke sana kemari?.” tanyanya sambil melirik ke arah sang istri namun kemudian Alita dengan kesal langsung menyanggahnya.


“Mas kalau sampai kamu beliin kursi roda dan memakaikannya sama aku, aku bakal pulang ke rumah kakek san tinggal di sana saja!” katanya dengan suara tegas dan keras.


“ Iya iya ! Aku gak akan membelikan kursi roda, tapi aku mau tetap gendong kamu aja, takut kalau kamu kenapa kenapa!” katanya dengan s egera.


Aletta memutar bola matanya dengan kesal karena sang suami itu benar-benar ngeyel dan tetap ingin menggendong dirinya kalau mau ke mana-mana, bahkan memiliki wacana untuk tinggal di kamar bawah supaya sang istri tidak akan merasa kelelahan naik turun tangga.


Aleta merasa kehamilannya itu tidak menyusahkan bahkan dirinya biasa-biasa saja tidak seperti orang-orang lain yang terkena morning sick dan merasa lemah.


Aleta langsung menghela nafasnya dengan kasar dan menatap sang suami yang sudah mendudukkan dirinya di kursi makan.


“Mas, ingat ya dua prasyarat ini, aku tetap mau kuliah dan aku tidak mau dibelikan kursi roda.” katanya memperingatkan sang suami dan sang suami hanya menganggukkan kepalanya tanda dia menyetujui prasyarat yang diberikan oleh sang istri lalu melanjutkan perkataannya dengan sesuatu lagi yang membuat talenta menjadi geram.


“Oke mas akan menuruti kedua prasyarat itu tapi kamu ke kampus harus diikuti oleh Bodyguard perempuan, dan kamu harus mau kemana-mana bahkan ke kamar mandi diikuti oleh mereka. Gimana Deal atau tidak?” tanya Hans dengan nada memaksa, karena sebenarnya hanya semangat khawatir kalau seandainya ada musuh-musuhnya yang mengganggu Aleta.


"Oke ..." diokein aja deh, biar cepat, ia akan berusaha merayu gimana caranya agar sang suami tak terlalu ketat ketat menjagainy. Ia heran padahal ia itu cuman hamil dan bukannya stroke!!


.


.


.


TBC


Hai guys welcome back maaf kalau author masih Terlambat untuk update soalnya bener bener butuh effort untuk bikin cerita di tengah perut yang masih gak karuan ini.


Thank buat komennya yang membuat aku semangat, jadi walau lemas ya untuk mengobati rasa kangen kalian sama ke uwu an dari Hans dan juga Aleta, pokoknya tetap di usahakan untuk . . . Update cerita ini karena aku tahu kalian menanti-nantikan cerita ini selalu, wkwkwk sok pede! 1k dulu ye pokoknya!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk keep support aku ya dengan like comment yang banyak dan juga memberikan hadiah.


Ditunggu!! Happy reading!


__ADS_2