
Perjuangan Aletta dimulai, pagiu pagi sekali, ia sudah berkutat di laptop, dengan laman email yang terbuka.
Letta segera mengisi subjek judul untuk segera dikirimkan kepada bu Sri sebagai dosbingnya.
Kemungkinan besar dia akan menjadi satu-satunya anak bimbingan dari dosen Sri karena memang tidak ada murid lain yang akan bimbingan dengan dosen Sri.
“Hmm, aku jadi private konseling dong ya? “ gunamnya lirih sambil memasukkan judul yang ia inginkan untuk judul skripsinya.
Apalagi Judul itu sudah melewati revisi dan review secara mendalam dengan tutornya di rumah.
Dikatakan mendalam Karena setelah merevisi dan mereview judul skripsi yang akan dia pakai, Aletta harus membayar dengan body . . . lelah hayati bang! Masa hanya untuk membuat sebuah judul ia harus bayar pakai body kalau bikin 1 bab … Aletta harus bayar berapa dong?
Padahal Aletta itu hanya meminta pertimbangan saja dan bukan untuk merevisi total apa yang dia pikirkan.
Tapi kata Hans, menurut pengalamannya judul yang Leta pakai itu tidak spesifik dan terlalu umum.
Bisa dibantai habis-habisan dan disuruh ganti judul oleh sang dosen pembimbing.
Sekalipun dosen pembimbing itu mudah Dipilihkan yang paling baik hati dan tidak sombong namun tentu saja sebagai siswi yang dibimbing harus benar-benar memikirkan judul yang menarik dan tidak ada duanya serta tidak gampang dibantai.
Akhirnya Aletta setuju dengan apa yang dikatakan bersama suami karena dia tahu bahwa sama suami lebih berpengalaman dalam perihal seperti ini.
Krek . . .
“Kamu belum selesai sayang?” tanya Hans dengan segera, ditangannya ada susu hamil yang harus diminum sang istri pagi ini.
Karena sibuk membuat judul dan mempersiapkan untuk masuk bab, maka Letta melupakan sarapannya.
Untung saja hans ini sangat perhatian dengan hal hal beginian.
“Ayo diminum dulu sayang !” katanya dengan sedikit memaksa.
“Hmm …”
“Letta sayang …” setelah berdecak kesal karena tentang suami sudah membiarkan konsentrasinya untuk meneliti Apakah judul yang tadi dia kirim sudah di baca oleh sang dosbing, dan apakah sudah ada balasan dari dosen pembimbingnya itu.
“Tenang saja sayang … Mas sudah memikirkan segala sesuatunya ketika membuat judul tersebut, semuanya sudah relate dan data pendukungnya juga sudah oke. Jadi kamu jangan over cemas kayak gitu. Gak baik buat si dedek!” katanya dengan mengelus kepala Aletta supaya ia sedikit tenang dengan apa yang sudah dipikirkannya kemarin.
“ Iya Masalahnya kan tetap nanti aku harus mempresentasikan supaya bisa lolos skrining dari dosen pembimbingku. Sedangkan kemarin itu judul Kamu yang pilih, jadi Mestinya kamu harus mempresentasikan terlebih dahulu kepadaku supaya nanti aku bisa mempresentasikan kepada dosen pembimbingku agar bisa cepat lolos dengan sempurna.” kata Letta.
“Oh jadi kamu maunya mas yang mempresentasikan terlebih dahulu? Tapi tidak gratis ya!”
Hans mengeringkan matanya sembari menggoda sang istri, sedangkan sang istri memutar bola matanya dengan kesal karena dengan pemilihan judul saja kemarin dia harus bayar body, masak untuk mempresentasikan harus bayar body lagi? Harusnya udah sepaket sama yang kemarin lah!
“ Mas bukannya itu sepaket sama yang kemarin ya?” tanya Aleta dengan nada memelas.
Tapi Hans dengan nada songong langsung menggelengkan kepalanya Seraya berkata . .
“ Maaf ya bu, tidak ada paket hemat untuk pembuatan skripsi.”
Aletta mencebik kesel karena jawaban dari sang suami.
Padahal Hans hanya mencoba menggoda sang istri saja.
…. ting …
Notifikasi email Aletta berbunyi.
“Yippie ada jawaban langsung! Mudah mudahan kabar baik,” kata Aleta sambil melihat ke layar laptop.
__ADS_1
Jadi Hans dan Aletta segera melihat ke arah layar laptop karena sama-sama kepo dengan hasil kerja keras berdua kemarin.
Aletta membuka balasan dari dosen pembimbingnya itu lalu membaca dengan perlahan.
“Accepted!! Bisa langsung menemui saya di kampus jam 08.00 pagi? Saya tunggu!”
“ Wah berarti dia meminta kamu langsung mempresentasikan judul ini seperti argumen kamu Lalu kenapa kamu memilih judul ini karena mungkin dia mau tahu lebih dalam tentang pemilihan judul tersebut.” kata Hans menganalisa keinginan dosen pembimbing dari Aleta itu.
“Nah, berarti kamu harus mempertanggungjawabkan apa yang kamu pilih kemarin dong Mas soalnya kan kamu yang memilih judul tersebut!” kata Aletta lagi, sebenarnya Aleta kesal karena apa dia kemarin menyetujui judul yang dipilih oleh suaminya itu karena kan akhirnya dia harus bergantung pada sang suami. Enak aja kalau suaminya membantu dengan gratisan lah ini membantunya harus pakai modus. malas banget ini . . .
“ Ya udah kamu makan dulu aja, sarapan itu membuat pikiran kita cerdas . . “
“ Apa maksud kamu aku ini tidak cerdas nih?”
“ He he he ya enggak dong!Kamu itu sangat cerdas, cuman Sayangnya kamu itu mendapatkan suami yang posesif dan over protektif, yang tak ingin istrinya susah mikir skripsi apa sebenarnya di dunia nyata skripsi itu hanya dipakai metodologi penelitiannya saja bukan kemudian perdebatannya dan segala macam yang menekan itu dipakai di dalam dunia kerja. Kalau perdebatan dan segala penekanan itu hanya sekedar untuk agar kita itu bisa mempertahankan pendapat kita dan juga punya mental yang tidak gampang putus asa.”
“Jadi nanti mas bakal presentasi tanpa meminta bayaran ya?”
“Gampanglah itu sayang . . .sama suami sendiri kok itung itungan. “ Weelh.. yang itung itungan ya sampeyan tu mas e! Bikin judul minta upah, Presentasi mau minta upah juga. Alita memutar bola matanya dengan kesal karena perkataan dari sang suami yang ke sana bahwa dirinyalah yang itung-itungan sama suaminya padahal yang berlaku adalah sebaliknya.
Eike saja sampai lemas brayyy!batin Aleta yang kesal dengan sang suami, lah orangnya yang dijutekin malah ha ha hi hi, kesannya happy banget!
“Nanti kita belajar presentasi dulu, ntar mas yang mentoring …besok mas antar ke kampus, supaya istrinya mas ini semakin semangt di anter sama sang suami yang tampan dan perhatian.” katanya sambil membimbing Aletta ke ruang makan, setelah makan ia akan menyuruh Aleta istirhat, sedang ia akan ke kantor.
“Hmm, oke …”
“Ganbatte Kudasai!! Habis makan istirahat, jangan mikir judul, tunggu mas pulang kantor ya!” kata Hans sambil mengajak sang istri ke meja makan dimana di meja sudah ada makanan yang dipingin sama Aletta yaitu ikan panggang dilumuri bumbu sate. Sengaja dipilih yang panggang karena takut kalau pakai yang bakar akan kena bara hitamnya itu yang dipercaya kurang baik buat kehamilannya.
“Pakai nasi sayang?” tanya sang suami dengan perhatian.
“Gak ah! Mau makan ikan aja yang banyak supaya anaknya jadi pintar.” kata Aletta dan Hans hanya menganggukkan kepala, menuruti apa yang diinginkan sang istri.
Yang penting ia mau makan, dikit dikit yang penting mau makan.
.
.
Jangan lupa untuk keep support aku ya dengan like comment yang banyak dan juga memberikan hadiah.
Ditunggu!! Happy reading!
Eh ada cerita baru ya guys . . . KUPASTIKAN KEHANCURAN KELUARGAMU!
by nophie
Bunyi penyatuan laki laki dan wanita terdengar cukup keras disana. Siapapun pasti menyangka kalau ada pasangan suami istri yang ada di dalam kamar apartemen ini sedang melakukan ritual malam pertamanya.
Padahal bukan! Itu adalah bunyi penyatuan 2 insan yang sedang menikmati perselingkuhan.
Yang satunya laki laki tua yang lebih pantas di sebut sebagai ayahnya dan satunya adalah wanita muda yang sangat cantik dan seksi.
“Ah tubuh perawan kamu membuat mas tergila gila.” puji Dilan kepada simpanannya yang masih muda dan hampir seumuran dengan anak laki laki semata wayangnya itu.
Sebenernya wanita itu lebih cocok menjadi menantunya ketimbang sebagai simpanannya.
Yah maklumlah, Dilan bukan orang suci yang tahan godaan, ditawari wanita yang menjual keperawanannya demi uang pengobatan orang tuanya membuat Dilan gelap mata, apalagi ia melihat betapa moleknya wanita yang ditawarkan kepadanya itu.
5 milliar sebagai mahar kepada mami yang menjual gadis ini langsung ditransfer ke rekening, supaya ia bisa membawa gadis montok ini ke apartemen miliknya, yang akan dihibahkan kepada wanita cantik nan seksi ini.
__ADS_1
“Mas, Lea lelah . . “ katanya manja. Membuat kelaki lakian Dilan kembali menggelegak.
“Kamu mau kan menjadi simpanan mas? “ tanya Dilan sambil mengusap tubuh gadis itu dengan seduktif.
Wanita itu langsung menganggukkan kepala tanda ia menyetujui keinginan laki laki paruh baya itu.
“Kamu tinggal di apartemen ini dan ini akan menjadi milikmu sepenuhnya. Besok mas akan mengurus semuanya. Kamu datanglah ke kantor. nanti kita akan buat sesi percintaan sekretaris dan bosnya disana, okey?” tanyanya dengan pikiran msumnya, tapi ia suka karena ternyata Elea menyetujuinya.
Persetujuan Lea itu membuat Dilan seperti melayang ke langit ke tujuh, ia kembali menggarap tubuh sintal itu, padahal sesudahnya wanita itu memalingkan wajahnya dengan wajah jijik melihat laki laki yang menindih badannya itu kelelahan setelah ronde keduanya.
“Kamu sudah masuk ke dalam jebakan aku, bapak Dilan yang terhormat, dan aku pastikan besok akan terjadi kegemparan yang membuat drama ini semakin menarik untuk ditonton. itung itung kayak aku lagi nonton sinetron ikan ****** di salah satu stasiun televisi yang sering menampilkan film azab azaban itu.” katanya sambil terkikik geli, membayangkan episode pertama sinetron azab pelakor dimulai.
Mengingat tadi bahkan ia sudah merekam sebagian dari sesi percintaan nya dengan Dilan yang akan diviralkan nya ke ponsel milik Safea.
Flash back
“Gimana kamu sudah menyiapkan pesananku?” tanya Dilan dengan mata berbinar, karena makelar ini tidak pernah salah dalam menginterpretasikan keinginannya.
“Sudah dong! Ini berkelassss banget, masih 20 tahun, perawan ting ting, model internasional! Kebetulan mami kenal dengan wanita ini dan tahu bahwa wanita ini sedang membutuhkan uang karena orang tuanya sedang sakit dan dia butuh dana besar untuk mengobatkan kedua orang tuanya ke luar negeri.”
“ Wow berapa yang dia butuhkan untuk mengobatkan kedua orang tuanya ke luar negeri? Aku yakin dengan Selera kamu jadi aku mau bikin dia jadi orang yang akan memuaskan nafsu seorang diri. Jadi dia akan menjadi simpananku. Apalagi dia kan masih Ting Ting, jadi belum pernah dijamah oleh orang lain! Dan lagi aku sudah bosan untuk mencari wanita-wanita yang udah longgar itu.” katanya dengan nada meremehkan.
“ Nggak mahal hanya 5 miliar saja, Tapi kan kamu bisa menikmati dari pertama! Dan lagi ini model internasional, wajahnya cantik tubuhnya bagus! Nggak kalah dengan artis-artis muda yang malang melintang di dunia hiburan saat ini, bedanya kalau artis-artis muda itu biasanya sudah tidak perawan lagi. Kalau yang ini jaminan mutu!” katanya dengan nada seperti sales obat yang lagi menjual dagangannya.
Jangan ditanya kalau masalah kepingin atau tidak karena nyata-nyatanya saat ini Dilan sudah tidak sabar lagi, baginya uang segitu mah kecil! Dia juga tidak pernah mengatakan secara jujur kepada sang istri mengenai berapa laba nominal yang dia dapatkan dari perusahaan tersebut sehingga tahunnya sang istri labanya cukup lumayan padahal labanya itu sangat besar sehingga memenuhi keinginan hedonisme dari seorang Dilan Ardiansyah.
“ Tentu saja 5 miliar itu mahal sekali Apakah itu seimbang dengan apa yang dia miliki? Kamu tahu sendiri bahwa aku tidak suka wanita yang terlalu polos dalam bercinta, Jadi kalau tidak memenuhi persyarat itu aku tentu tidak mau mempertahankannya dan menjadikannya simpananku.” Dilan sengaja mengatakan hal itu karena dia tidak mau rugi.
“ Tenang saja tampan!! Aku sudah memberikan penataran singkat buat gadis itu bagaimana cara cara menyenangkan seorang laki laki, nanti kamu bisa rasain deh!!” kata mami itu dengan tenang.
Jelas dirinya bisa tenang karena wanita itu memang yang sudah membuat kesepakatan dengan sang makelar untuk bisa menjerat Dilan Ardiansyah ke dalam genggaman tangannya.
Bagi wanita itu Uang bukanlah masalah asalkan keinginannya tercapai, dia tidak pernah peduli!
Wanita muda itu sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk bisa menjerat seorang Dilan Ardiansyah untuk membalaskan segala dendamnya karena Dilan sudah menghancurkan rumah tangga bahagia orang tuanya karena orang tuanya dibunuh oleh Dilan dan dirampas semua perusahaannya.
Jadi ia juga berjanji pada makelar itu agar dirinya tak mencemarkan reputasinya dan berjanji akan berbuat yang terbaik dengan hubungannya dengan Dilan agar sang makelar tidak akan malu.
***
Berbekal dengan video asusila yang sudah dia buat bersama dengan Dilan tadi malam, membuat Lea dengan langkah pastinya mengirimkan video itu kepada Safea, istri tuan Dilan, dengan nama samaran anonim serta juga mengabarkan kalau pemeran dalam video itu akan bertemu di kantor tuan Dilan yang terhormat.
“Ah kamu sudah datang, sayang?” tanya Dilan dengan nada santai ketika melihat simpanannya masuk dengan pakaian yang modis dan cenderung sedikit seksi, banyak pria juga yang menatapnya dengan tatapan mupeng saat Lea masuk ke kantor Dilan tadi.
“Eh iya mas… wah kantor kamu bagus sekali, kamu pasti kaya raya ya mas?” tanya Lea dengan sarkastik, tapi tentu Dilan tak mengetahuinya ia bahkan merasa tersanjung.
“Ah makasih sayang!Yuk kita segera wujudkan fantasi **** mas, yang ingin banget kamu jadi sekretaris yang menggoda mas, gitu!Mau ya?” tanyanya dengan sedikit memaksa.
Padahal Lea sudah kesel dan jijik sama Dilan, tapi ia harus profesional. Disini ia mengorek keterangan yang sebanyaknya sehingga ia bisa membalas dendam.
“Ayo mas, aku siap siap dulu … jangan lupa hadiah apartemen buat aku ya!!Kalau bohong kita udahan aja!!” dalam hati Lea berdoa agar Safea cepat datang dan melabrak si tua bangka ini, wk wk wk sebenernya aneh pelakor malah ingin dilabrak.
“Tenang sayang, nih kamu lihat, apartemen sudah atas nama kamu. Jadi cepatlah kamu siap siap dan jadi sekretaris dadakkannya mas!” katanya sambil menunjukkan surat kepemilikan apartemen menjadi atas namanya.
Lea langsung merebut surat itu, biarin aja dikira matre . . . ia tak mau kerja kerasnya gagal!Lebih baik selamatkan surat ini di dalam tasnya, supaya nanti ia tidak kecolongan. Lumayan uang 4 milliar dan juga apartemen jadi miliknya, mudah mudahan ia bisa menguras kekayaan Dilan ini supaya Dilan dan keluarganya jadi gelandangan di jalan.
Dari 5 milliar menjadi 4 milliar karena 1 milliarnya diberikan kepada sang makelar karen sudah membantu dirinya menjebak Dilan masuk ke perangkap.
“Aku masukin surat ini ke tas aku dulu dan aku juga segera bersiap siap!” kata Lea dengan raut senang, ia sudah di sms oleh Aira, asistennya itu kalau Safea sudah di gedung bawah.
__ADS_1
***
Happy reading guys ….