
Wajah Aletta yang nampak kesal justru bikin Hans gemas, apakah saat ini Hans itu ada kelainan tertentu sehingga membuat dirinya malah merasa gemas dan ingin sang istri di bawah hasratnya yang semakin membuncah.
Hans sebetulnya melihat bahwa sang istri tampak marah dan membetulkan bajunya serta meraih bra miliknya yang tadinya dibuang ke bawah oleh Hans.
“Sini, jangan marah hmmm ?” katanya sambil meraih pinggang ramping sang istri yang tadi bangkit dari pangkuannya.
“Sana, gak usah pegang pegang!” katanya sambil menepis tangan besar suaminya yang mengeratkan pelukannya di pinggangnya yang ramping itu.
Aletta kesal karena ia sebenarnya sudah di puncak hasratnya namun sang Suami masih tidak mau melakukan apa yang diinginkannya.
Padahal Ia yakin 100% bahwa sang suami itu sudah sama-sama menginginkan seperti dirinya juga menginginkan skinship Bersama sang suami.
“Jangan marah, maafkan mas ya?” katanya sambil menciumi tengkuk sang istri yang menurutnya manis dengan aroma vanila sweet dan juga rambutnya yang harum.
Hans mlancarkan serangan serangannya untuk menaklukan kemarahan sang istri, tapi sang istri hanya diam saja, membuat Hans mendesah kasar, ia tahu kalau istrinya itu Sedikit keras kepala dan walaupun saat ini dia tahu sang istri sebenarnya menginginkan hal yang sama dengan dirinya tapi sebelum dirinya meminta maaf tentu sang istri tidak akan dengan mudah memberikan apa yang dia inginkan saat ini.
“ Jangan marah, mas kalau cemburu kadang tak bisa menaan kayak tadi, mas cemburu kalau kamu dekat dengan lawan jenis . . “
“Tapi Letta tadi kan gak deket deket sama lawan jenis . . “
“Kamu dekat sama dosen kamu itu. Oh lebih tepatnya adalah dosen kamu yang ganjen itu mendekati kamu dan berusaha melakukan skinship bersama dengan kamu! Dan mas gak suka.” katanya sambil menggeram kesal dengan apa yang sudha ia lihat di video tadi di mana tadi dosen yang bernama Raihan tadi berusaha untuk mendekati sang istri, tapi ya memang karena istrinya itu masih polos dan tidak mengerti bahwa kalau laki-laki itu menyukai dirinya maka istrinya tidak menganggap sama sekali apa yang dilakukan oleh dosennya.
Aletta masih berpikir bahwa sang dosen hanya ingin membantu dirinya sehubungan dengan beasiswa yang dia dapatkan dari Universitas tersebut.
“Mas, Letta kan bilang kalau . . .”
“Iya mas juga bilang kalau mas gak suka! Ia itu menyukai kamu, dan itu sangat terlihat dari gesturenya yang selalu menatap kamu, kamunya aja yang selu nunduk jadi kamu gak tahu . . “ kata sang suami menbuat Aletta sadar, bagaimana sang suami bisa mengetahui gesture yang dia lakukan saat berhadapan dengan Sang dosen? Jangan bilang kalau sebenarnya sang suami memata-matai dirinya?
“Mas, kamu memata matai aku? “ tanya Aletta dengan nada tinggi.
Ia sangat sadar bahwa menikah dengan seorang yang jauh memiliki strata sosial, membuatnya harus berada di dalam pantauan Bodyguard sehingga dirinya tetap aman, tapi bukan berarti kemanapun dia pergi kemudian ada yang memata-matai Bahkan di dalam ruangan dosen sekalipun.
__ADS_1
“Aku mendaapat laporan daroi pengaawal, tapi aku sudhaa menyelidiki oraang itu, ia pernah meminta kakek untuk mengijinkaan kamu berhubungaana dengannya.” kata Hans dengaan nada tegas, iaa tak menjelaskan secara detail bahwa memang dirinya sempat memvideo waktu Aleta ada di dalam ruang dosen, tapi dia memang sudah mengadakan penyelidikan secara langsung terhadap Raihan Abimana yang telah meminta izin kepada kakek Wijaya untuk mendekati Aleta.
“Apaa? Ia minta ijn kepaadaa Kakek?” tanya Aletta dengan wajah tidak percaya, mana mungkin dosen kecintaan sejuta umat itu menyukai dirinya yang biasa-biasa saja Bahkan tidak ada seorang pria pun yang mau bersama dirinya Karena dirinya itu biasa-biasa saja.
Aleta tidak tahu bahwa dirinya itu sangat cantik dan menarik serta menggemaskan, para pria mahasiswa-mahasiswa temannya itu memang tidak bisa mendekati dirinya bukan tidak mau mendekati dirinya.
Sang kakek memang sedikit overprotektif dengan Aleta karena menyadari bahwa Aletta itu bisa menjadi sasaran kumbang-kumbang yang ingin mendekati cucunya yang sangat cantik, Tapi tentu saja kakek Wijaya menginginkan kalau Aletta mendapatkan pasangan yang seimbang dan juga memiliki bibit bobot bebet yang benar, sehingga kakek Wijaya juga menyewa Bodyguard yang menepis kumbang-kumbang yang ingin mendekati sang bunga.
“Huum, sekarang kamu mengerti kan kenapa mas tidak suka kalau kamu dekat-dekat dengan orang itu, semata-mata karena mas ini cemburu dan tidak ingin kalau kamu berdekatan dengan orang yang ingin merebut kamu dari sisi Mas! Karena mas mencintaai kamu!”
Aletta hanya bisa menatap sang suami dengan tatapan kebingungan, Bukankah mereka berdua ini dijodohkan?
Bukankah sang suami itu memiliki wanita lain yaitu Deera?
Kenapa berkata bahwa sang suami sudah mencintai dirinya?
“Kamu?”
“Kaamu Nggak sadar ya kalau dirimu itu memiliki pesona yang membuat laki-laki itu mudah untuk mencintai kamu? Dan kamu juga pasti nggak sadar kalau kamu itu menggemaskan, apalagi kalau sedang merajuk seperti ini, bibir kamu aja bikin Mas jadi kecanduan kok!”
Melihat sang istri yang terlihaat malu malu kucing bikin Hans jadi tambaah gemesssssshhh daan ingin rasaanya dirinya ehm melaakukaan yaang lebih, laalu tanpaa sungkan dirinya langsung mengambil remote kunci yang akan Mengunci pintu depan sehingga tidak ada yang mengganggu mereka berdua, lalu dengan santainya Hans membuka kembali baju kemeja milik sang istri dan kemudian membuatnya polos seperti bayi yang baru lahir.
“ iihhh Maaasss . . .”
Belaian dan sentuhan Hans yang begitu Intens membuat sang istri hanya bisa mendesah dan menginginkan lebih dari itu.
Yang sudah mengerti juga membuat dirinya melepaskan pakaian yang membelit dirinya lalu membuangnya secara Sensual ke bawah.
“Maas aakan bikin kaamu melayang . . “
“Taaapi maas ….”
__ADS_1
“Naaanti saja, si boy sudaah gaak taaahan . . .”
Akhirnya sofa besar yang ada di ruangan kantor milik Hans itu menjadi saksi bisu betapa mereka berperang tanpa henti saling mengecap dan memuaskan pasangannya, dengan belaian dan juga pacuan yang sangat kasar namun membuat Aletta dan Hans menikmati kepuasan yang Hakiki.
.
.
TBC
Wk wkw kw gaa jadi kentaang ya guysssss, maaf jugaa kaalaau keyboard ku laagi aagaak gaangguaan, jadi 'a'nya baanyak , wkwkwk sebelll!
Jangan lupa untuk keep support author ya, dengan cara memberikan komen, like dan juga memfavoritkan, syukur syukur kalau kemudian memberikan vote dan juga hadiah buat semangat thor.
Follow IG Nophie_Author aagaar taahu ceritaaa apa yang dibuaat thor dan juga, rekomendaasi ceritaaa thor taaruh disanaa jugaa.
Oke Thor juga punya rekomendasi cerita ya buat hari ini ya,
PEKA
by Oktiyan
Di sebuah kampus mewah, tepat di ruang loby itu tiga anak muda terlihat sedang duduk beralaskan karpet di bawah pohon. Buku-buku pelajaran terbuka, sementara remah remah makanan ringan berceceran di atas meja.
Langkah Hanna dihentikan oleh sebuah tangan, Hanna terdiam pasi, kala sebuah akar yang tiba saja melilit kaki kanannya, jelas ia lihat benda kenyal seperti tangan menempel ke kakinya baru saja.
Saat itu remang remang. Sehingga tidak terlalu jelas apa yang ada di sekitar. Pandangan Hanna dipalingkan ke kiri dan ke kanan, tapi tak terlihat seorang pun. Hingga ia menatap atas atap pohon besar, tepat diatas kepalanya.
Sosok itu jelas mengeluarkan suara lidah, Hanna tiba saja menatap atas kepalanya. Begitu terdengar kaget, ketika dari ujung pohon sebuah lidah panjang menjulur menghampiri wajah Hanna.
Aaaaarrrrgh!! teriak Hanna saat itu, tanpa sadar suaranya mengecil dan wanita berwajah lidah melilit lehernya dengan darah yang menetes bau amis, membuat Hanna mual dan ingin muntah. Tapi saat berteriak Hanna tiba sudah berada di berbeda tempat.
__ADS_1
Yuks! intip kisah Hanna indigo tersesat dihutan acara camping. Judul 👉 "PEKA."