
Saat ini mereka sudah ada di parkiran kampus. Aleta bahkan belum mempersiapkan presentasi judul yang dipakainya untuk judul skripsi tersebut.
Namun Entah kenapa Aleta tidak merasa terbeban dan tertekan, hanya satu yang membuat dia tertekan yaitu karena sang suami yang ikut bersama dengan dirinya di dalam mobil Bentley yang dimiliki oleh seorang suami.
Aleta hanya kesal kalau ada wanita-wanita yang sengaja mejeng di dekat-dekat suaminya hanya untuk menarik perhatian suaminya.
Tapi meminta sang suami menunggu di cafe dekat kampus juga namanya bunuh diri, Biasanya cewek-cewek seperti itu nongkrong di sana untuk mencari buruan.
Sama juga dirinya melemparkan suaminya itu di kandang buaya betina.
Makanya Aleta itu pikirannya bukan masalah judul skripsi dan bagaimana cara mempresentasikannya tapi justru malah khawatir kalau sang suami digoda oleh wewe gombel.
Ekspresi wajah Aletta yang tampak risau terbaca jelas oleh Hans.
Sehingga suaminya itu langsung menyemangatinya dengan segera, padahal bukan masalah skripsi tapi lebih ke arah masalah suaminya yang terlampau tampan.
“Semangat dong sayang … jangan menyerah! Maaf kalau kemarin mas kemalaman sehingga kamu sudah kecapean, tapi Mas yakin kok kalau kamu pasti bisa mengatasi segalanya. Yang terpenting intinya adalah . . . bla . . . bla . . .”
“Stop!! Aku bukan mikirin itu . . . aku gak mau kamu digodain sama cewek-cewek ganjen yang ada di seputaran tempat ini.” katanya dengan sebal memotong perkataan dari sang suami yang nyerocos masalah presentasi judul.
“ Astaga sayang kamu kan tahu kalau Mas itu tidak bisa memalingkan dari kamu Oleh karena itu kamu tidak usah khawatir ya, Mas itu cintanya hanya sama kamu.” Idih gombalannya Mas Hans Memang luar biasa…
“ Sudah nggak usah banyak gombal seperti itu… Takutnya nanti berpengaruh sama dedek bayi yang gedenya tukang rayu seperti bapaknya . .” sungut Aletta sambil keluar dari mobil milik sang suami, namun sang suami menahan tangannya kemudian mengkode pipinya agar sang istri mencium terlebih dahulu pipinya lalu kemudian baru turun dan menemui Bu Sri sebagai dosen pembimbingnya.
Supaya tidak terlalu memakan waktu lama maka Leta langsung saja melakukan apa yang diinginkan oleh sang suami yaitu mencium dua pipinya dan terakhir bibirnya kemudian langsung turun dari mobil karena tidak ingin kalau suaminya berbuat lebih macam-macam lagi.
Hans menggeleng-gelengkan kepala melihat istrinya yang masih dalam mode merajuk turun dari mobil kemudian menghilang dari ujung koridor.
Dia merasa kalau sang istri Kenapa tambah cantik ya ketika hamil seperti ini, membuat dirinya tidak tega untuk meninggalkan sang istri dan memilih untuk menunggu sang istri yang sedang bimbingan skripsi Padahal di kantor banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Hans namun dia memilih untuk tetap tinggal di situ untuk memantau kegiatan sang istri serta melindungi sang istri dari ancaman pebinor-pebinor yang sudah siap untuk mengambil alih Aletta yang cantik jelita itu dari tangannya.
***
Di dalam kampus, Aletta bertemu dengan Raihan Abimana dan juga Margaret yang seyogyanya akan menjadi dosen pembimbing dirinya namun tidak jadi.
Dengan ramah dan sopan Aletta memberikan salam kepada kedua orang itu karena bagaimanapun juga Raihan dan juga Margareth adalah seniornya di kampus ini.
Bahkan jabatan mereka jauh lebih tinggi daripada dirinya yaitu dosen yang mengampu mata pelajaran yang masih ia harus selesaikan dan yang satunya adalah mantan dosen pembimbing yang akhirnya tidak jadi menjadi dosen pembimbing Aleta.
Setelah Aletta hilang di kantor Rektor karena dia harus menemui Bu Sri sebagai dosen pembimbingnya di ruangan dekan, Margaret langsung membuka percakapan bersama dengan Raihan yang tadinya hanya basa-basi seputar kampus saja.
Menurut Margaret kali ini dia memiliki bahan di bahan baru yaitu tentang Aletta.
Margaret tidak tahu kalau Raihan pernah memiliki rasa cinta terhadap Aleta dan berusaha mengenyahkannya walaupun saat ini masih ada tersisa rasa itu di hatinya.
“ Kamu kenal nggak sama mahasiswi yang tadi baru saja menyapa kita?” katanya Margaret dengan berbisik membuat raihan menjadi penasaran sebetulnya apa yang akan dibicarakan oleh Margareth kenapa dia harus berbisik?
‘Ya aku mengenalnya karena dia masih ada satu mata kuliah yang diambilnya bersamaan dengan skripsi atau tugas akhir yang kalau selesai pada semester ini berarti dia di akhir semester ini langsung wisuda.” pembicaraan tentang Aletta itu selalu bisa membuat raihan membuka mulut lebih banyak karena dia masih penasaran dengan seorang Aleta Wijaya.
Terkadang Sekuat apapun dia menolak kehadiran dari seorang Aleta Wijaya namun hatinya itu tidak bisa berbohong, ada sudut rindu di sana yang membuat raihan itu selalu mendambakan dan ingin tahu semua tentang Aleta Wijaya, kecuali saat-saat Aleta bersama dengan Hans Armando Javier.
“ Wow ternyata kamu tahu banyak tentang mahasiswi yang memiliki pengaruh besar di kampus ini ya?”
Margaret sebagai bukan dosen tetap di kampus itu tentu saja tidak mengetahui tentang keberadaan Aletta Wijaya yang masuk ke dalam kampus tersebut lewat jalur beasiswa.
“ Apakah kamu lupa kalau aku ini sebenarnya pemilik saham di tempat ini juga, jadi Tentu saja aku mengenal Aletta karena dia adalah mahasiswi cerdas yang masuk ke kampus ini dengan beasiswa full. Padahal sebetulnya dia itu adalah keluarga Wijaya yang lumayan memiliki pengaruh di dunia bisnis.” jelasnya sambil sedikit membela keberadaan Aletta yang memang benar-benar cerdas dan juga berpengaruh di antara Yayasan dan juga rektorat.
“ Oh begitu pantas saja saat ini dia diampu langsung oleh dekan Sri, rupanya aku kurang pandai untuk bisa membimbing mahasiswa cerdas seperti Aleta itu ya?”
__ADS_1
“ Oh Jadi sebetulnya Kamu adalah dosen pembimbing dari Aleta kemudian tidak jadi karena ingin langsung ditangani oleh dekan Sri?” tanya Raihan sedikit kebingungan karena menurutnya Margaret masih pantas untuk membimbing seorang Aletta Wijaya namun kemungkinan karena jam terbang dari Margaret Kurang tinggi dibandingkan dengan dekan Sri Jadi mungkin pertimbangan dari rektorat lebih memilih dekansi untuk menjadi pembimbing Aletta karena memang kemampuan Aleta Itu di atas rata-rata.
“ Ya begitulah… Memang kalau aku dibandingkan dengan dekan Sri ya jauhlah. Tapi apakah memang benar Aleta itu Sepandai yang kamu katakan itu?” Margareth sangat penasaran dengan Aletta karena wajahnya memang sangat cantik tapi otaknya juga encer, jarang-jarang ada wanita yang seperti itu.
“ iya, dia menyelesaikan seluruh sks-nya dalam waktu 5 semester ini bahkan Di semester ke-6 ini dia udah mengerjakan tugas akhir, total percepatannya sekitar 2 semester ya.. jauh melampaui dari teman-teman sebayanya bahkan di usianya yang ke-20 ini berarti dia Hampir lulus strata satunya Dan aku dengar dia juga akan mengambil strata 2 karena kepandaiannya sangat sayang kalau dia tidak mengambil kesempatan itu.”
“ Wow kamu sangat mengerti seorang Aletta Apakah jangan-jangan kamu juga menyukainya?” tanya Margaret membuat raihan terkesiap. Dengan tidak sadar dirinya menunjukkan bahwa dia terpesona dengan seorang Aletta.
Tapi dia tidak mungkin untuk mengatakan Yang Sejujurnya karena Biarlah Rahasia ini hanya dia dan Tuhanlah Yang Tahu walaupun Aleta dan juga Hans sudah mengetahuinya juga.
“ ngaco kamu!! Sudah kita langsung balik aja, aku juga masih ada yang harus ku kerjakan sebelum besok berangkat seminar di Semarang.”
“ Oke sampai jumpa di Semarang ya!”
Kebetulan mereka berdua itu akan dikirim oleh pihak kampus untuk mengisi bahan seminar di salah satu universitas di Semarang Jadi mereka tadi mempersiapkan materi serta bahan-bahan untuk share di Semarang.
Kepribadian Margaret yang memang ramah dan terbuka itu membuat raihan sedikit nyaman dan Raihan juga tahu bahwa Margaret itu sudah memiliki suami, dan ia juga mengenal siapakah suami dari Margareth, yang kebetulan berkecimpung di dunia yang sama yaitu dunia pendidikan.
Bagaimana nasib Aletta yang berada di dalam ruang dekan saat ini?
.
.
.
TBC
Hai guys welcome back..
Terima kasih sudah membaca!
Jangan lupa untuk membaca karya Nophie yang terbaru.
Kupastikan kehancuran keluargamu!!
Bunyi penyatuan laki laki dan wanita terdengar cukup keras disana. Siapapun pasti menyangka kalau ada pasangan suami istri yang ada di dalam kamar apartemen ini sedang melakukan ritual malam pertamanya.
Padahal bukan! Itu adalah bunyi penyatuan 2 insan yang sedang menikmati perselingkuhan.
Yang satunya laki laki tua yang lebih pantas di sebut sebagai ayahnya dan satunya adalah wanita muda yang sangat cantik dan seksi.
“Ah tubuh perawan kamu membuat mas tergila gila.” puji Dilan kepada simpanannya yang masih muda dan hampir seumuran dengan anak laki laki semata wayangnya itu.
Sebenernya wanita itu lebih cocok menjadi menantunya ketimbang sebagai simpanannya.
Yah maklumlah, Dilan bukan orang suci yang tahan godaan, ditawari wanita yang menjual keperawanannya demi uang pengobatan orang tuanya membuat Dilan gelap mata, apalagi ia melihat betapa moleknya wanita yang ditawarkan kepadanya itu.
5 milliar sebagai mahar kepada mami yang menjual gadis ini langsung ditransfer ke rekening, supaya ia bisa membawa gadis montok ini ke apartemen miliknya, yang akan dihibahkan kepada wanita cantik nan seksi ini.
“Mas, Lea lelah . . “ katanya manja. Membuat kelaki lakian Dilan kembali menggelegak.
“Kamu mau kan menjadi simpanan mas? “ tanya Dilan sambil mengusap tubuh gadis itu dengan seduktif.
Wanita itu langsung menganggukkan kepala tanda ia menyetujui keinginan laki laki paruh baya itu.
“Kamu tinggal di apartemen ini dan ini akan menjadi milikmu sepenuhnya. Besok mas akan mengurus semuanya. Kamu datanglah ke kantor. nanti kita akan buat sesi percintaan sekretaris dan bosnya disana, okey?” tanyanya dengan pikiran msumnya, tapi ia suka karena ternyata Elea menyetujuinya.
__ADS_1
Persetujuan Lea itu membuat Dilan seperti melayang ke langit ke tujuh, ia kembali menggarap tubuh sintal itu, padahal sesudahnya wanita itu memalingkan wajahnya dengan wajah jijik melihat laki laki yang menindih badannya itu kelelahan setelah ronde keduanya.
“Kamu sudah masuk ke dalam jebakan aku, bapak Dilan yang terhormat, dan aku pastikan besok akan terjadi kegemparan yang membuat drama ini semakin menarik untuk ditonton. itung itung kayak aku lagi nonton sinetron ikan ****** di salah satu stasiun televisi yang sering menampilkan film azab azaban itu.” katanya sambil terkikik geli, membayangkan episode pertama sinetron azab pelakor dimulai.
Mengingat tadi bahkan ia sudah merekam sebagian dari sesi percintaan nya dengan Dilan yang akan diviralkan nya ke ponsel milik Safea.
Flash back
“Gimana kamu sudah menyiapkan pesananku?” tanya Dilan dengan mata berbinar, karena makelar ini tidak pernah salah dalam menginterpretasikan keinginannya.
“Sudah dong! Ini berkelassss banget, masih 20 tahun, perawan ting ting, model internasional! Kebetulan mami kenal dengan wanita ini dan tahu bahwa wanita ini sedang membutuhkan uang karena orang tuanya sedang sakit dan dia butuh dana besar untuk mengobatkan kedua orang tuanya ke luar negeri.”
“ Wow berapa yang dia butuhkan untuk mengobatkan kedua orang tuanya ke luar negeri? Aku yakin dengan Selera kamu jadi aku mau bikin dia jadi orang yang akan memuaskan nafsu seorang diri. Jadi dia akan menjadi simpananku. Apalagi dia kan masih Ting Ting, jadi belum pernah dijamah oleh orang lain! Dan lagi aku sudah bosan untuk mencari wanita-wanita yang udah longgar itu.” katanya dengan nada meremehkan.
“ Nggak mahal hanya 5 miliar saja, Tapi kan kamu bisa menikmati dari pertama! Dan lagi ini model internasional, wajahnya cantik tubuhnya bagus! Nggak kalah dengan artis-artis muda yang malang melintang di dunia hiburan saat ini, bedanya kalau artis-artis muda itu biasanya sudah tidak perawan lagi. Kalau yang ini jaminan mutu!” katanya dengan nada seperti sales obat yang lagi menjual dagangannya.
Jangan ditanya kalau masalah kepingin atau tidak karena nyata-nyatanya saat ini Dilan sudah tidak sabar lagi, baginya uang segitu mah kecil! Dia juga tidak pernah mengatakan secara jujur kepada sang istri mengenai berapa laba nominal yang dia dapatkan dari perusahaan tersebut sehingga tahunnya sang istri labanya cukup lumayan padahal labanya itu sangat besar sehingga memenuhi keinginan hedonisme dari seorang Dilan Ardiansyah.
“ Tentu saja 5 miliar itu mahal sekali Apakah itu seimbang dengan apa yang dia miliki? Kamu tahu sendiri bahwa aku tidak suka wanita yang terlalu polos dalam bercinta, Jadi kalau tidak memenuhi persyarat itu aku tentu tidak mau mempertahankannya dan menjadikannya simpananku.” Dilan sengaja mengatakan hal itu karena dia tidak mau rugi.
“ Tenang saja tampan!! Aku sudah memberikan penataran singkat buat gadis itu bagaimana cara cara menyenangkan seorang laki laki, nanti kamu bisa rasain deh!!” kata mami itu dengan tenang.
Jelas dirinya bisa tenang karena wanita itu memang yang sudah membuat kesepakatan dengan sang makelar untuk bisa menjerat Dilan Ardiansyah ke dalam genggaman tangannya.
Bagi wanita itu Uang bukanlah masalah asalkan keinginannya tercapai, dia tidak pernah peduli!
Wanita muda itu sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk bisa menjerat seorang Dilan Ardiansyah untuk membalaskan segala dendamnya karena Dilan sudah menghancurkan rumah tangga bahagia orang tuanya karena orang tuanya dibunuh oleh Dilan dan dirampas semua perusahaannya.
Jadi ia juga berjanji pada makelar itu agar dirinya tak mencemarkan reputasinya dan berjanji akan berbuat yang terbaik dengan hubungannya dengan Dilan agar sang makelar tidak akan malu.
***
Berbekal dengan video asusila yang sudah dia buat bersama dengan Dilan tadi malam, membuat Lea dengan langkah pastinya mengirimkan video itu kepada Safea, istri tuan Dilan, dengan nama samaran anonim serta juga mengabarkan kalau pemeran dalam video itu akan bertemu di kantor tuan Dilan yang terhormat.
“Ah kamu sudah datang, sayang?” tanya Dilan dengan nada santai ketika melihat simpanannya masuk dengan pakaian yang modis dan cenderung sedikit seksi, banyak pria juga yang menatapnya dengan tatapan mupeng saat Lea masuk ke kantor Dilan tadi.
“Eh iya mas… wah kantor kamu bagus sekali, kamu pasti kaya raya ya mas?” tanya Lea dengan sarkastik, tapi tentu Dilan tak mengetahuinya ia bahkan merasa tersanjung.
“Ah makasih sayang!Yuk kita segera wujudkan fantasi **** mas, yang ingin banget kamu jadi sekretaris yang menggoda mas, gitu!Mau ya?” tanyanya dengan sedikit memaksa.
Padahal Lea sudah kesel dan jijik sama Dilan, tapi ia harus profesional. Disini ia mengorek keterangan yang sebanyaknya sehingga ia bisa membalas dendam.
“Ayo mas, aku siap siap dulu … jangan lupa hadiah apartemen buat aku ya!!Kalau bohong kita udahan aja!!” dalam hati Lea berdoa agar Safea cepat datang dan melabrak si tua bangka ini, wk wk wk sebenernya aneh pelakor malah ingin dilabrak.
“Tenang sayang, nih kamu lihat, apartemen sudah atas nama kamu. Jadi cepatlah kamu siap siap dan jadi sekretaris dadakkannya mas!” katanya sambil menunjukkan surat kepemilikan apartemen menjadi atas namanya.
Lea langsung merebut surat itu, biarin aja dikira matre . . . ia tak mau kerja kerasnya gagal!Lebih baik selamatkan surat ini di dalam tasnya, supaya nanti ia tidak kecolongan. Lumayan uang 4 milliar dan juga apartemen jadi miliknya, mudah mudahan ia bisa menguras kekayaan Dilan ini supaya Dilan dan keluarganya jadi gelandangan di jalan.
Dari 5 milliar menjadi 4 milliar karena 1 milliarnya diberikan kepada sang makelar karen sudah membantu dirinya menjebak Dilan masuk ke perangkap.
“Aku masukin surat ini ke tas aku dulu dan aku juga segera bersiap siap!” kata Lea dengan raut senang, ia sudah di sms oleh Aira, asistennya itu kalau Safea sudah di gedung bawah.
***
cuzz bukunya yaaaa
Bantu Lea membalas dendam atas keluarga Dilan, sehingga ia bisa memastikan kalau ia melihat kehancuran dan penderitaan keluarga Dilan!!!
__ADS_1