
" Mas, aku berangkat ke kuliah dulu!” kata Aleta setelah menyelesaikan sarapan bersama dengan sang suami di ruang makan.
“ Akan aku antar ke kampus mu dan aku akan menunggu kamu di sana. Bukankah kamu hari ini cuman satu mata kuliah doang kan?” tanya Hans dengan nada lembut karena tentu saja pagi hari ini dia sudah mendapatkan asupan vitamin dari sang istri ketika bangun tidur tadi, tidak tanggung-tanggung dia sudah mendapatkan Dua kali putaran pertempuran yang sangat menyenangkan bagi dirinya, namun melelahkan bagi Aletta.
Tujuan kali ini sebetulnya Hans ingin menegaskan kepada sang dosen bahwa aleta sudah memiliki suami dan tidak bisa diganggu gugat.
Dan juga menjaga Aletta dari kumbang-kumbang yang ingin mendekati Alita karena para pengawalnya sudah memberikan informasi bahwa Aleta sudah menjadi incaran dari beberapa orang laki-laki yang kini ingin mendekati Aleta karena memang kecantikan Aleta dan sikapnya yang polos itu selalu membuat para laki-laki itu tertarik.
“ Iya aku hari ini cuman satu mata kuliah saja dan kemudian pulang, tapi apa kamu tidak akan bosan Mas nungguin aku sekitar satu setengah jam di luar kampus?”
“ kan aku bisa sambil bekerja Sayang! Terkadang kan aku memakai laptop untuk mengendalikan perusahaan dari jauh, palingan nanti kalau ada beberapa berkat yang harus aku tanda tangani dan sangat urgent bisa langsung dikirim oleh asisten pribadiku supaya mereka tidak bisa menunggu lama. Yang posisi masih ngejagain kamu supaya kamu tidak laki-laki di bawah masuk ke dalam ruangan kantor dari dosen kamu yang ganjen itu.” sahutan dengan nada sarkas dan sinis membuat Aletta hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah karena perkataan dari sang suami itu terkadang membuat dirinya kesal.
“ Emang salah aku gitu Kalau sampai ada orang suka sama aku kan aku juga tidak pernah membuat gestur menggoda menggoda mereka.” Gunam Aleta dengan nada lirih karena takut kalau seandainya nanti sang suami mendengarnya kemudian mencak-mencak, malah bikin masalah di pagi hari.
“ Ayo kita berangkat sekarang dan aku antar kamu ke kampus. Nanti aku paling tungguin kamu di mobil, tapi begitu kamu selesai langsung masuk ke dalam mobil jadi kita nanti bisa langsung ke kantor dan kamu seperti biasa jadi asisten Aku di kantor.”
Perintah dari Hans tidak bisa dibantah jadi Aletta hanya diam dan langsung masuk ke dalam mobil ketika mobil dinyalakan oleh Hans.
Hans juga sengaja tidak membawa sopir pribadinya maupun sopir yang lainnya karena dirinya hanya ingin mengantar berduaan saja dengan sang istri, kemudian menungguin sang istri sampai jatahnya pulang dari kuliah.
Sepanjang perjalanan Aletta hanya menceritakan tentang kegiatannya yang nanti akan ia lakukan bersama dengan teman-temannya di kampus.
Dan hanya menanggapi sang istri yang sangat antusias dalam menceritakan bahwa sebentar lagi dirinya akan mengambil skripsi dan akan mencoba meluluskan diri lebih cepat daripada teman-temannya yang lain.
“ Good girl, I know you are very smart! Jadi kalau kamu sudah lulus maka hadiahnya kamu akan kubawa ke pulau pribadi di area Maldives, dan kita akan bersenang-senang di sana.” kata hans sambil tersenyum penuh misteri tapi kira-kira Aleta sudah mengerti apa yang akan diperbuat oleh Hans di sana. Sehingga ia hanya bisa diam dan membiarkan Hans mikir apa, biar cepet.
Sesampainya di parkiran kampus, Letta sudah bersiap turun, dan menunggu Hans membuka lock pintu miliknya, karena ia belum bisa membukanya karena Hans masih belum membuka kuncinya.
" Mas, buka kuncinya, Letta ga bisa keluar inih." Kata Letta dengan nada manja.
" Sorry wrong passcode, baby!" Kata Hans sambil tersenyum smirk menghias wajahnya yang tampan. Belum lagi kacamata hitamnya yang bertengger manis menambah ketampanan seorang Hans Armando Javier.
" What is the passcode? I don't remember it at all." Keluh Aleta dengan sedikit kesal karena sang suami membuat dirinya Malah semakin lama berada di tempat itu padahal waktunya sudah sangat mepet dan dosennya juga akan segera masuk. Untung saja bukan dosen killer yang sukanya mengganggu dirinya itu.
__ADS_1
" Kiss … a kiss,baby! Itu kan sudah merupakan password yang sudah sering aku bilang." Hans memutar bola matanya dengan kesal karena sang istri terlalu polos dan tidak mengetahui password yang selalu dia bilang kepada sang istri itu.
" Oh okey… maaf dong kalau aku kadang-kadang lupa dengan perjanjian kita itu."
Cup!
Aleta langsung mengecup pipi dari sang suami dengan cepat dan dengan secepat kilat dirinya hendak membuka pintu Namun ternyata pintu masih belum terbuka karena Hans hanya terbengong ketika sang istri mengecup pipinya.
"Ya ampun Mas apa lagi nanti aku terlambat ini masuk ke dalam kelas kalau kamu terus menerus menunda-nunda seperti ini."
Lama-lama Aletta menjadi kesal dengan sang suami karena kesannya sang suami ini benar-benar menunda-nunda waktunya untuk bisa masuk ke kelas padahal waktunya benar-benar udah mepet.
" Di bibir, sayang! Kalau di pipi itu gak kerasa sama sekali…" perkataan sang suami itu membuatnya semakin kesal namun daripada harus berlama-lama Maka Aletta langsung mengerjakan saja apa yang dikatakan oleh seorang suami dengan mengecup bibir sang suami namun seperti biasa Hans tidak akan melepaskan kalau belum sampai membuat sang istri terengah-engah karenanya.
" Hah hah hah, dasar suami omes! Letta turun dulu, bye! Jadi nungguin kan?" Tanya Aletta lepada Hans.
Dan Hans hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan penuh semangat dan berkata,
" Jadi, jadi . . . Jadi! Mas bakal tungguin kamu disini ya." Katanya dengan tatapan penuh cinta.
***
Aleta menepati janjinya kalau dirinya akan segera keluar begitu jam kuliahnya Usai.
Tapi tiba-tiba dia bingung kenapa parkiran tampak sedikit penuh dengan gerombolan cewek-cewek yang saling bisik dan juga menatap ke satu arah.
Tapi Aleta kemudian tidak peduli karena mengingat bahwa sang suami pasti sudah menunggunya dengan bosan di sana.
Namun Apa yang dia lihat membuat matanya membulat sempurna karena sangat sangat terkejut.
Ternyata gerombolan cewek-cewek itu melihat ke satu arah yaitu ke arah suaminya yang sedang memakai kacamata hitam dan juga dosennya yang memakai kacamata progresif dengan tampang yang begitu datar dingin dan menyeramkan saling memandang dan juga siap untuk berseteru.
Aletta segera menghampiri mereka berdua dan berusaha untuk mengetahui apakah gerangan yang terjadi sampai mereka bersitegang seperti itu.
__ADS_1
" Mas,ada apa sih? Kok kayak orang mau tawuran?" bisik Aletta dengan nada lirih karena melihat kedua laki-laki itu sudah hendak berperang tanpa menggunakan senjata.
" Kamu sudah selesai sayang?" Tanya suaminya sambil memeluk dirinya dengan gaya yang posesif mendekatkan tubuh mereka berdua tanpa jarak, Aleta tahu Ketika sang suami melakukan hal itu dosen yang ada di hadapannya itu juga memasang tampang geram seakan-akan ingin memisahkan mereka berdua walaupun Aleta adalah seorang yang polos namun dia juga mengetahui kalau begitu benar apa yang diomongkan oleh sang suami bahwa dosen tersebut memang menyukai dirinya.
" Sudah, ayo mas, sebaiknya kita pulang saja. Mari pak, kami pulang dulu!" Ajak Aletta kepada sang suami karena wajah sang dosen sudah seperti tomat busuk lebih baik sang suami segera pulang saja daripada nanti terjadi perang besar di sana yang akan mempermalukan mereka semua.
" Oh ya pak! Ini adalah istri yang saya maksudkan tadi, selamat siang!"
Hans melontarkan perkataannya dengan kalimat Satir penuh dengan sindiran dan ejekan yang terlihat jelas di wajahnya, apalagi raut kemenangan tercetak jelas di wajah membuat sang dosen hanya bisa memalingkan wajah ke arah yang lain untuk tidak melihat kebahagiaan dari bisa memiliki sang Pujaan Hati.
Hans ga peduli dengan tampang marah sang dosen, mau kumbang-kumbang banyak mengerubuti Aleta tapi dirinyalah yang paling terdepan. Aseeekkk! Tareek mang!
.
.
.
TBC
Jangan lupa untuk keep support author ya, dengan cara memberikan komen, like dan juga memfavoritkan, syukur syukur kalau kemudian memberikan vote dan juga hadiah buat semangat thor.
Follow IG Nophie_Author agar tahu cerita apa yang dibuat thor dan juga, rekomendasi cerita thor taruh disana juga.
Oke Thor juga punya rekomendasi cerita ya buat hari ini ya,
Not you
By AG.Sweetie
Blurb.
Rumah tangga yang mati-matian dipertahankannya selama ini, hanya untuk sebuah identitas lengkap di mata dunia, berakhir karam begitu saja. Rahasia besar yang disembunyikannya bertahun-tahun, terkuak sendiri oleh pengakuannya.
__ADS_1
Di samping itu, dalam kehancuran yang dia alami, seseorang dari masa lalunya datang. Seseorang yang menjadi alasan awal kehancuran Vlora. Namun, siapa sangka? Orang itu bukanlah pria yang dimaksud, bukanlah masa lalu Vlora yang sesungguhnya. Lantas siapa orang yang dimaksud? Kehancuran apa yang sudah dia ciptakan? Dan apa kaitannya dengan rahasia yang disembunyikan Vlora?