Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
76. Pancing Memancing!


__ADS_3

Kini si Hans sudah turun sambil menggandeng sang istri, dan mereka pun segera berangkat karena mereka takut kalau Letta bakal melahirkan di mobil.


“ Pak segera jalan, soalnya istriku kelihatannya akan segera melahirkan.” kata Hans kepada sopir pribadinya, dan meninggalkan Papa Mamanya untuk memakai mobil mereka sendiri karena tidak mungkin Hans menunggu mereka yang akan mengantar Aleta ke rumah sakit bersalin.


Mobil segera melaju menuju Rumah Sakit Ibu Dan Anak tempat biasanya Aletta memeriksakan kandungannya.


Sebagai sopir pribadi dari Hans dan juga istrinya tentu dia sudah tahu ke arah mana mereka akan melaju.


Namun anehnya selama di dalam perjalanan Aletta kembali seperti semula dan tidak lagi merasakan rasa sakit yang tadinya dia rasakan ketika hendak berhubungan dengan sang suami.


“ Mas kok aneh ya kayaknya sakitnya itu hilang dan sekarang nggak kerasa apa-apa lagi.”


“Hah? Tahu gitu kan tadi Mas akan memancingnya terlebih dahulu supaya anak kamu itu segera keluar dari tempatnya yang aman dan nyaman.” gerutu Hans kepada sang istri karena dia harus mati-matian menahan diri gara-gara Tadi katanya sang istri sudah merasakan kontraksi.


“ Lha apa kita balik saja dulu .  “


“Disana aja deh, kita nanti minta kamar VIP supaya kita bisa begituan terlebih dahulu.”


“ mana bisa begitu?” tanya sang istri dengan wajah merona karena ucapan dari suaminya yang terlalu vulgar.


“ tenang kalau masalah itu nanti biar aku yang mengaturnya.”


Sesampainya di rumah sakit tersebut Memang benar bahwa Aletta sama sekali berhenti kontraksinya, dan rasa sakitnya itu sama sekali tidak ada.


Tentu saja dia dan suaminya langsung saja berkonsultasi kepada dokternya.


“ dok tadinya Istriku itu sudah mengalami kontraksi yang cukup hebat sehingga kami terus terang saja ketakutan kalau sampai Istriku itu melahirkan di rumah atau melahirkan di perjalanan ke rumah sakit. Tapi katanya saat ini dia sudah tidak lagi mengalami kontraksi maupun rasa sakit yang berlebihan akibat ingin melahirkan.”


“ Oh tapi itu hal yang sudah biasa terjadi pada saat persalinan untuk yang pertama kali jadi bapak bisa tenang saja, istrinya dan kandungannya baik-baik saja! Menurut pemeriksaan Saya bahkan air ketubannya juga belum keruh, tapi memang ini sudah lewat HPL, ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu cara alami dan cara buatan. Kita tunggu saja 1 jam lagi jika belum ada perubahan maka kita akan melakukan dua cara yang Bapak pilih, mau secara alami atau buatan?”


Dokter itu dengan tenang menjelaskan kepada Hans apa yang harus ia lakukan sekarang.


“ sebetulnya kalau bisa, mungkin cara alami akan saya pilih. Emang cara alaminya itu apa?”

__ADS_1


“ saya akan menjelaskan cara buatan dulu deh supaya Anda bisa jelas, jadi kita akan memasukkan obat ke dalam Jalan lahir si bayi kemudian akan terjadi kontraksi untuk memaksa si bayi keluar, ditambah dengan infus induksi yang diatur sedemikian rupa supaya si anak itu dipaksa keluar dari rahim ibunya.” 


“ Wah pasti itu bakal sakit banget ya dok.”


“ tentu, melahirkan itu emang sakit Bro! Yang enak itu Emang pas buatnya. “


Perkataan sang dokter membuat mereka berdua malu-malu karena memang benar apa yang dikatakan oleh sang dokter, pas membuatnya Emang enak!


“ Bagaimana dengan cara alami?”


“ kalau cara alami Ya tentu saja sang suami Harus bisa memancing kontraksi dari sang istri.”


“ Hah? Maksudnya berhubungan intim?”


“Hmm, enak dan less resiko, kalau ujung ujungnya sakitnya sih sama aja kayaknya.”


“ kalau begitu saya memilih cara alami saja dok! Aduh!” sang istri langsung mencubit Hans yang terlihat begitu bersemangat ketika disuruh melakukan cara alami memancing kontraksi dari anak yang ada di dalam kandungannya, sedangkan Aletta sendiri merona karena malu mendengar jawaban dari sang suami.


“ Baiklah kalau begitu, saya akan meninggalkan kalian dulu, menunggu selama 1 jam dan kalau di waktu yang kita sepakati belum da kontraksi, langsung saja melakukan apa yang saya katakan tadi ya. Selamat berjuang!” kata dokter itu sambil menampilkan wajah penuh godaan, Hans sih cuek aja.


“Kayaknya anak kita itu laki laki deh! Soalnya dia cemburu kalau aku dekat dekat sama kamu. Buktinya perut kamu langsung kencang gini!” katanya sambil mengelus perut sang istri.


“ Ehm trus gayanya gimana?” tanya Letta derngan malu malu.


“Ya kamu diatas dong, biar perut kamu gak ketekan.” jelas hans sambil kembali meremas dada sang istri dengan seduktif supaya istrinya itu berinisiatif karena terbakar gairah.


Tanpa aba-aba Aleta langsung menarik kerah baju sang suami dan menikmati bibir seksi sang suami itu.


******* hangat dari bibir sang istri justru membuat hans semakin Intens dan semakin nakal untuk menggerakkan tangannya.


“Apa kamu bakalan nyaman kalau aku melakukannya?” tanya Hans dengan tatapan sayu penuh hasrat ketika meminta ijin dari sang istri.


“Lakukanlah mas!Aku ingin dia juga cepat lahir.” katanya sambil langsung meraup bibir suaminya yang masih ragu, karena ia melihat bahwa suaminya terlalu lama melakukan apa yang hendak mereka lakukan itu.

__ADS_1


“Mas . . .” Aleta menahan sesuatu yang nikmat ketika Si Boy masuk dengan gerakan perlahan kemudian menjadi sedikit lebih cepat.


Memang Tempat yang mereka buat tempat untuk melakukan itu memang sedikit ekstra Ordinary cuman bagaimana lagi karena ini terpaksa sekali harus dilakukan agar anak mereka terpancing untuk cepat lahir.


Hans segera melakukan dan menyelesaikannya karena sudah kepalang tanggung berada di tengah-tengah jalan, Padahal dia sadar tempat yang ia pakai itu tidaklah aman untuk melakukan hubungan intim karena bisa sewaktu-waktu dokter dan perawat masuk ke dalamnya.


Aleta merasakan kenikmatan dan juga ketegangan di area perutnya, permainan ini memang tidak membutuhkan waktu yang cukup lama karena Hans juga tidak ingin Kalau tiba-tiba dokter mereka masuk ke dalam untuk memeriksa kondisi sang istri.


Selang beberapa menit terjadi kontraksi yaitu rasa mulas yang dirasakan begitu rupa dan jarak antara rasa sakitnya itu sudah semakin tidak ada jedanya sehingga Hans yang berada di dalam dan menyaksikan semuanya itu segera memanggil dokter dan juga perawat agar menangani sang istri.


“ Kamu jangan pergi . . . “ rengek Aleta ketika melihat bahwa hans akan keluar dari ruangan VK itu.


Hans langsung saja memegang tangan istrinya dan mendekatkan kepalanya pada kepala sang istri beserta memberikan dukungan penuh kepada sang istri melalui bisikan bisikan penuh cinta serta kecupan kecupan manis yang ia berikan ketika melihat sang istri begitu kesakitan.


Setelah melalui proses persalinan yang cukup membuat Hans tegang akhirnya sang istri melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan tampan.


Suara tangisan Putra pertamanya itu membuat Hans menjadi lega.


“ Apakah saat ini aku sudah menjadi seorang ayah?” tanya Hans dengan penuh antusias ketika mendengar suara tangisan bayi.


Hans sama sekali tidak berani melongok ke arah jalan lahir dari si bayi karena dia takut melihat darah sehingga dia pasrah saja ketika melihat anaknya keluar dari sana lalu pantatnya ditepuk-tepuk supaya menangis oleh sang dokter.


“Thank you babe, kamu hebat!!” puji Hans kepada Letta saat ia berhasil melahirkan putra dengan perjuangan dan air mata.


Weits Hans dan Aletta kira kira bakal kasi nama apa ya buat putranya?


Ada yang mau bantu kasih nama??? Ada giveaway pulsa 10 k buat yang namanya dipakai buat nama anaknya Hans dan Aletta. Jangan lupa komen yaaaa


***


Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah…


Soalnya karya ini akan tmat dalam beberapa episode lagi ya! Thank you and happy reading!!

__ADS_1


Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!


udah 8 episode tuhhhh


__ADS_2