
“Aku pasti akan bisa menemukan wanita yang sama seperti Letta yang cocok dan terbaik buatku.” monolog lirih Juna dengan tatapan kagum yang tak bisa lepas.
Ada satu orang yang menatap Juna dan mengetahui kalau sorot matanya tak lepas dari Letta. Ia jadi sedikit sangsi apakah rasa bertobat Juna itu benar benar tulus atau tidak?
Lalu orang itu langsung mendekati Juna dan tidak berbasa-basi lagi dia langsung menegur Juna karena dia tidak ingin ada pebinor ataupun pengganggu pengganggu di pernikahan dari sepupunya.
Ya benar sekali bahwa orang itu adalah Elish Javier, dia dengan jelas menatap ada tatapan Pujaan dari seorang Arjuna perdana yang terkenal dingin dan datar.
Dia jelas tahu persis karena dirinya bergaul erat dengan mereka bertiga, jadi dirinya harus memperingatkan Juna agar tidak lagi masuk ke dalam jebakan yang sama.
Elish bahkan mengetahui bahwa Arjuna lari dari kenyataan karena dirinya terlibat cinta segitiga dengan Raline, sebetulnya lebih tepatnya bukan cinta segitiga namun cinta yang benar-benar tidak ada pangkal dan ujungnya baik dengan Raline dan Juna, maupun Raline dengan Hans.
“Hai, Jun? Apa kabar?” tanyanya dengan basa basi, sebetulnya saat ini Juna sedang menatap Aletta dengan tatapan Memuja.
Tentu saja Juna agak sedikit terganggu dengan sapaan dari Elish, tapi dirinya harus sadar bahwa saat ini yang dilakukannya adalah hal Terlarang.
“ Kamu menyukainya?” tanya Elish dengan nada blak blakan sama sekali Dia tidak menutup-nutupi atau berbasa-basi.
“Iya!” ternyata Arjuna pun menanggapi dengan santai dan juga terus terang dan tidak berbasa-basi sama sekali Bahwa saat ini dirinya masih memiliki rasa yang terpendam kepada Aletta istri dari temannya itu.
“Hmm memang tidak sulit untuk mencintai seorang Aleta karena memang dirinya begitu mudah untuk dicintai dan juga memiliki hati yang baik sehingga banyak orang yang jatuh cinta kepadanya.” kata Elish tanpa ada nada menggurui dan melarang dirinya atau Mengapa dirinya sebagai seorang pebinor ketika berhadapan dengan seorang Aleta.
“Hei, Bukankah kamu saudara sepupu dari hans? Kenapa kamu tidak membela dia dan malah mengatakan bahwa apa yang aku rasakan saat ini Itu adalah bukan sebuah perasaan yang terlarang? Kenapa kamu malah tidak mengetahui aku sebagai seorang pebinor?” Arjuna sedikit heran karena wanita ini malah tidak menghakimi dirinya.
“Karena Aletta memang sesempurna itu untuk kamu puja. Tapi mesti kamu ingat bahwa Aleta saat ini bukan Sendiri Lagi, sehingga sama seperti seorang Idol yang kamu puja-puja, hanya sebatas itulah kamu bisa memuja seorang Aletta. Kamu tidak lain hanyalah seorang fans fanatik yang berharap bahwa bisa mencintai Aletta dan bisa memiliki Aletta. Tapi padahal kamu sendiri juga sadar dan tahu bahwa kamu tidak akan pernah Bisa Memiliki seseorang yang hatinya Sudah dimiliki oleh orang lain. Tenang saja Bro! Masih akan banyak aleta-aletta lainnya yang bisa kamu miliki saat kamu bisa keluar dari zona dan bisa move on darinya.” Elish menasehati tanpa menggurui lalu kemudian menepuk-nepuk bahu dari Arjuna untuk memberikan kekuatan serta memberitahukan bahwa dirinya itu terlalu berharga dan masih akan banyak ada aleta-aletta lainnya yang akan memujanya jadi jangan pusatkan pikiran pada satu Aletta yaitu Aleta Wijaya yang sudah dimiliki oleh Hans Armando Javier.
“ Terimma kasih, nasihatmu beharga. ya kamu benar . . . selama ini aku hanya memusatkan pada satu hal saja, mungkin dengan berkaca pada pengalamana yang lalu aku akan bisa keluar dari lingkaran setan ini.”
__ADS_1
“Benar bro!!Aku tahu kamu laki laki yang cerdas dan bermartabat!”
Elish tahu bahwa tak mudah bagi Juna untuk berkata begitu, jadi dia ingin memberikan Sanjungan kepada Juna untuk usahanya lepas dari Aleta Wijaya.
***
Sementara di tempat lain Aleta dan Hans menikmati pesta tersebut karena anak mereka sedang dibawa oleh kakek nenek dan juga buyutnya.
Dan Hans Armando Javier memeluk tubuh istrinya dengan posesif serta menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.
Bukannya Hans tidak tahu bahwa Juna masih menatap istrinya dengan Tatapan yang memuja membuatnya mengerti bahwa saat ini pemikiran Juna bukan lagi kepada Raline tapi kepada Aleta.
Tapi Juna tadi juga sudah menghampirinya dan berkata secara jelas dan gamblang tentang perasaannya kepada Aletta namun dia tidak memaksakan diri untuk memiliki Aletta.
Walaupun perkataan Juna tadi membuatnya cemburu setengah mati namun ia berusaha seperti orang dewasa lainnya karena dia tidak bisa menahan perasaan seseorang terhadap orang yang lain.
“ Kenapa? “tanya Aletta kepada suaminya karena ia merasa kalau sang suami sedang gundah.
“Astaga masa kamu cemburu sama anakmu yang kini jadi pusat perhatian papa dan mama kamu?”
Aletta memutar bola matanya dengan kesal, ii orang tua satu ini gak tahu diri banget.
“Bukan!! Bukan sama Byan, tapi sama kamu.”
“Ah? Aku? Emangnya kenapa?”
“Ternyata Juna menyukai kamu dari pandangan pertma, dan ia tadi bilang sama aku!” Hans cemberut saat mengatakan hal itu dan membuat Aletta tertawa terbahak.
__ADS_1
“Ngacoooo!!Udah ah, jangan nyender nyender terus di sini, Emang kamu dilihatin sama orang-orang nggak malu ya? Kamu tuh CEO sudah gitu kamu itu biasa terkenal dingin dan datar, belum lagi kamu itu seringnya menolak cewek-cewek, masa sekarang kamu malah bucin sama aku?” goda Aleta kepada Hans Armando Javier yang terlihat cemberut dan tidak mau merubah wajahnya menjadi seperti biasanya malah terkesan manja dan merengek terus sama Aleta.
Aleta Bukannya tidak percaya kalau Juna menginginkan dirinya tapi dia tidak mau memperkeruh suasana Dengan mengatakan yang tidak-tidak.
Dia tahu bahwa Arjuna sudah berusaha untuk move on dari dirinya dan menganggap Aleta sebagai istri dari Hans Armando Javier sahabatnya.
“ lain kali kamu tidak usah berpakaian seperti ini karena kalau kamu berpakaian seperti ini kedua dadamu itu Kelihatan banget kayak mau keluar dari tempatnya, belum lagi wajah kamu yang kelihatan tambah cantik dan glowing. Makanya kamu itu nggak usah make up! Jadi laki-laki itu nggak celamitan lihatin kamu terus!” Hans Armando Javier lagi ada di dalam mode kanak-kanak yang posesif dan tidak ingin kalau istrinya dilihatin oleh banyak orang sedangkan Aleta sendiri sebenarnya merasa bahwa dirinya ini malah justru kelihatan tambah jelek dan kucel karena tubuhnya yang bau susu dan minyak telon membuatnya tidak percaya diri dari tadi.
“ Mas Kamu itu jangan ngadi-ngadi ya Kamu sendiri kan juga tahu kalau aku tidak make up dan lagi baju ini kan karena aku masih menyusui anak kamu . . .” Aleta mendorong tubuh Sang suami karena kesal namun Hans tetap saja balik memeluk sang istri dengan posesif membuat Aleta seakan-akan tidak bisa bernafas lega karena ditempeli oleh laki-laki tua yang tidak tahu diri ini.
“ Leta ini anak kamu kayaknya mau nyusu deh. Coba kamu bawa ke kamar untuk kamu susui terlebih dahulu, dan ini Sebenarnya ada apa sih Hans dari tadi nempel melulu sama kamu?” mama merlita datang-datang dan menarik tubuh Hans yang nempel ketat pada tubuh Aletta serta menyerahkan cucunya untuk diberi susu terlebih dahulu oleh menantunya itu.
“ Nggak tahu itu mah! Dari tadi cemburu melulu. Aku masuk kamar dulu deh, kasihan nanti Byan gak bisa nyusu, sekalian nidurin Byan . . . bye daddyyy!” goda Aletta yang langsung membawa anak laki lakinya ke kamar.
“ Eittss mau kemana?”
“Nemenin Byan dan Letta . . “
“Nope!! Kamu urus tamu tamu, enak aja mau melarikan diri.” sang mama sudah bertitah, Hans tak bisa melawan, dengan raut jutek ia terpaksa melakukan apa yang dipinta mamanya.
Ngeselin!!
~End~
***
Sudah tamat ya guys… tinggal 1 bonus part.
__ADS_1
Wkw kw wk gantian mampir ke . . . Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!
udah 16 episode tuhhhh dan bakalan crazy up ya