Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
54. Ojo Mbanding mbandingke (Jangan membanding bandingkan)


__ADS_3

Sementara itu Di kampus, Raihan masih memikirkan bagaimana cara dirinya bisa meraih perhatian sang idola.


Ia sudah berusaha untuk menjauhi Letta, tapi ia tak mampu. 


Ia itu sangat bingung dengan bagaimana cara menghilangkan bayangan istri orang itu dalam pikirannya saat ini.


Cekrek!!


Tiba-tiba pintu ruangan kantornya terbuka dan masuklah sahabat sekaligus rekanan dosen yang sering curhat dan juga mengetahui tentang kejadian Aleta dan dirinya.


Dia adalah Arman, yang usianya tak jauh berbeda dengan Raihan.


“ Bro, Kenapa lu masih manyun di sini ?Bukankah ini sudah jatah pulang?” tanya Arman dengan nada bingung karena posisinya sahabatnya itu masih menunggu dan hanya diam sambil menatap kosong ke tempat lain.


“ Aish Kamu mesti ngerti apa yang saat ini aku hadapi lah. . “ katanya dengan nada Sendu.


Arman langsung mengambil tempat duduk di depan sang sahabat dan kemudian menatap dalam sang sahabat yang saat ini masih bersedih karena benar-benar ditolak oleh seorang Aleta, padahal rasa-rasanya dirinya sudah mengungkapkan segala rasa dan dia juga sangat yakin bahwa dirinya tidak kalah kalau hanya masalah ketampanan dan juga kekayaan.


Arman hanya diam lalu kemudian dia bernyanyi . . .


Arman ini adalah seorang dosen yang menyukai lagu-lagu dangdut koplo terutama yang sedang viral di aplikasi tok tok dan tak jarang dia juga menyanyikannya ketika bersama dengan mahasiswanya atau bersama dengan sahabatnya seperti saat ini.


Arman tidak bisa memberi nasehat sepanjang dan lebar kepada sahabatnya itu karena dia yakin dengan pasti kalau sahabatnya itu sebenarnya sudah mengerti apa yang harus dia lakukan dan apakah yang dia lakukan itu benar atau tidak?


Jadi dia hanya bisa mengungkapkan itu melalui sebuah nyanyian yang ia kemudian ingat, lagu ini sangat simpel dan merupakan lagu yang tidak diketahui siapa penciptanya.

__ADS_1


Dan si liriknya bisa diganti-ganti sesuai dengan kondisi yang diinginkan oleh sang penyanyi.


Karena saat ini dia memang ingin menyindir sahabatnya itu maka dia menyanyikannya dengan sampai tanpa penekanan sekalipun.


“ Joko tingkir ngombe dawet, ojo dipikir nggarai mumet, iso ngendang raiso nyuling, iso nyawang ora iso nyanding…”


( Joko Tingkir minum dawet, Jangan dipikir bikin pusing, bisa memainkan gendang tidak bisa memainkan suling, bisa memandang tapi tidak bisa menikahi . . .)


“ Heh heh apa tuh maksud kamu nyindir-nyindir aku? Walau aku tidak bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar tapi aku ngerti tuh lagu dengan baik Maksudnya ke aku hanya bisa memandang Aletta, tapi tidak bisa menikahinya kan? Kamu ini malah tambah menyakiti hatiku saja . . “


Bukannya takut karena dimarahi oleh sang sahabat namun Arman hanya bisa tertawa terbahak-bahak, melihat sang sahabat marah gara-gara tersindir.


“ Lah ya itu yang mungkin dirasakan oleh suaminya Aletta ketika kamu selalu menginginkan istri dari seorang Hans Armando Javier, untuk kau jadikan istri kamu sendiri. Merasa bahwa kamu itu yang paling tepat untuk Aleta, padahal kamu kan tidak pernah tahu apa yang menjadi isi hati dari seorang Aleta Wijaya kan?” jelas Arman dengan nada bercanda namun Sebenarnya apa yang dikatakannya itu sesungguhnya berasal dari hati nuraninya Yang Terdalam karena dia kasihan dengan suami Aletta yang selalu harus ketakutan ketika mengantar Aleta ke kampus, takut kalau istrinya yang cantik dan masih muda Itu digondol sama dosennya yang ganjen dan terus-menerus menggoda sang istri.


“ Halah kalau memang ini kita bicara masalah kekayaan dan juga ketampanan, aku juga tidak kalah dari dirinya lah. Hans Armando Javier, keluarga Javier memang kaya raya dan aku harus akui itu. Tapi nggak usah dibanding-bandingkan juga banyak orang pasti tahu kalau aku menang muda.” katanya dengan jumawa dan sombong.


“ Wong kok ngene kok dibanding-banding, saing-saing ke, Yo mesti kalah! Tak oyak o,  aku yo ora mampu, mung sa kuatku mencintaimu. . . ku berharap engkau mengerti,  di hati ini hanya ada kamu!”


( orang kayak gini kok dibanding-bandingkan, di saing-saingkan, Ya jelas kalah! Dikejar pun aku tak mampu, hanya sekuat ku Untuk Mencintaimu. Kuharap engkau mengerti bahwa di hati ini hanya ada kamu!)


“ Itu nyanyian versi dari suaminya Aleta, Yang intinya gini loh! Kamu itu juga tampan, kamu juga kaya raya, Bahkan kamu jauh lebih muda daripada Hans Armando Javier. Lalu kenapa kamu harus merebut istrinya yang masih muda? Bukankah kamu bisa memiliki wanita yang lebih muda mungkin, lebih cantik juga mungkin, bahkan lebih baik daripada seorang Aletta Wijaya. So Come On, You must move on!" Kata Arman berusaha untuk menasehati sahabatnya itu karena dia tidak mau kalau sang sahabat akan salah Jalan Bukankah merebut istri orang itu adalah kelakuan yang tidak baik dan mestinya Dia menjauhi hal-hal yang seperti ini.


Arman juga tahu dan yakin bahwa sahabatnya itu sebenarnya sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan dan dikerjakan.


Arman juga yakin bahwa Raihan sudah tahu mana yang baik dan buruk, tanpa harus dia menggurui dan kemudian mengajar-ngajari apa yang harus Raihan lakukan atau tidak.

__ADS_1


“ Aku sudah mencoba Bro dan itu sangat sulit untuk bisa aku implementasikan. Bukannya aku tidak mau tapi aku tidak bisa!” kata Raihan sambil memukul-mukulkan dahinya ke meja tempat saat ini dia berada.


Arman hanya menatap sahabat dengan sendu karena dia yakin sebetulnya pasti akan ada jalan keluar dari semua permasalahan yang dihadapi oleh sang sahabat namun saat ini mungkin dirinya masih menutup mata dengan apa yang seharusnya dia lakukan.


“ The best move on is to get another one! Satu-satunya cara untuk bisa mengalihkan seluruh perhatian kita kepada apa yang kita sukai dari awal adalah dengan cara mendapatkan orang yang baru. Aku yakin kamu mengerti apa yang aku maksudkan! Dan Kalau mungkin kamu belum bisa melupakan Aletta, menjauhlah sementara dari wanita itu Supaya apa yang kamu lakukan tidak lagi Toxic bagi kalian berdua. Dan aku yakin kamu pasti akan mampu melakukannya ketika kamu berjauhan dengan dirinya. Take a vacation, make a Movement, and be the winner!” katanya berusaha menyemangati.


Raihan hanya menatap sahabatnya itu dengan Tatapan yang tak terbaca namun Arman tahu pasti bahwa Raihan menangkap message yang dia berikan melalui kata-kata semangatnya tadi.


Ia mendesah dengan kasar lalu menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh sang sahabat itu tidaklah salah.


Bayangkan saja seandainya hal itu terjadi pada dirinya, istrinya ada yang menyukai. Tentunya dia tidak akan mau melepaskan dan juga dia pasti ingin membunuh orang yang menginginkan barang miliknya itu.


Dia mengangguk-anggukkan kepalanya dan berusaha pergi dari tempat ini supaya dia bisa melupakan yang namanya Aleta Wijaya dan kembali memusatkan pemikirannya kepada wanita yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya itu.


.


.


.TBC


Hai guys welcome back!


Terima kasih buat dukungannya dan komentar serta like yang diberikan di cerita ini.


Mudah-mudahan cerita ini selalu bisa menginspirasi dan juga mengentertain kalian ya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk keep support dengan cara memberikan like, komen, vote dan hadiah, ditunggu ya happy reading!


__ADS_2