Suamiku Raja Tega

Suamiku Raja Tega
Ancaman Dini


__ADS_3

Kabar tertangkapnya kedua putra kesayangannya, akhirnya sampai ke telinga ibu Zaenab. Hati ibu mana yang tak hancur mendengar kedua buah hatinya kini berurusan dengan pihak berwajib.


Malam itu juga, Ibu Zaenab ditemani Dini dan Warti langsung meluncur ke kantor polisi.


Di kantor polisi...


"Evan.... " ucap Ibu Zaenab seraya berlari mendekati putra bungsunya.


"Mama... ngapain mama ke sini?" tanya Evan. Karena ia tak ingin ibunya terlihat dalam kasus Damian.


"Bagaimana mama tidak ke sini Evan? Kamu dan abangmu sudah bikin jantung mama hilang. Kenapa? Ada apa? Kalian baku tembak, ha?" cecar Bu Zaenab.


"Iya, Ma. Bang Damian sempat nembak Evan. Cuma nggak kena. Cuma kasus ini lain. Ini bukan soal urusan pribadi abang dengan Evan. Tapi kasus lain," jawab Evan jujur.


"Kasus lain? Kasus apa Evan? Abangmu bikin ulah apa lagi?" tanya Ibu Zaenab takut.


"Pengedar, Ma. and.... " Evan tak berani menjawab langsung karena ada Dini yang saat ini sedang menatapnya.


"And apa, Evan?" tanya Ibu Zay, penasaran.


Evan memberikan beberapa lembar kertas yang berisi laporan yang ia dapat dari pihak kepolisian tentang kasus yang saat ini menjerat Damian.


"Kamu serius, Evan?" tanya Ibu Zaenab, shock.


"Ya, Ma... Evan minta maaf. Evan kecolongan, Ma!" jawab Evan sedih.

__ADS_1


Ibu Zaenab menangis menjadi-jadi. Sungguh ia tak menyangka, bahasa putra yang ia banggakan ternyata memiliki sejarah buram dalam kehidupannya.


"Sudah, Ma. Jangan nangis lagi. Kita kawal kasus abang sampai selesai. Tak ada gunanya di sesali. Semua udan terjadi. Yang harus kita lakukan saat ini adalah kita harus dampingi abang sampai abang sadar. Bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. Mama ngerti kan maksud Evan?" ucap Evan bijaksana.


"Kamu benar putraku. Sungguh, Mama merasa gagal menjadi orang tua. Mama tak tau lagi harus berbuat apa!" jawab Zaenab dalam isak tangisnya.


"Mama tak perlu melakukan apapun. Biar Evan dan kuasa hukum Evan yang urus, Ma. Yang harus mama lakukan cukup berdoa. Doakan abang supaya bisa kembali ke jalan yang benar, Ma. Sudah Mama jangan nangis lagi. Percayalah semua pasti akan baik-baik saja," ucap Evan sembari memeluk ibunya.


"Terima kasih, Evan. Kamu selalu bisa membuat mama tenang. Lalu sekarang bagaimana keadaan abangmu? Apakah dia sedang diinterogasi?" tanya Ibu Zaenab.


"Tidak, Ma... abang sekarang lagi di ruang operasi."


"Ya.. "


"Abang sedikit mengalami cidera, Ma. Tapi Mama jangan takut. Dia baik-baik saja kok. Percayalah!" jawab Evan sedikit berbohong karena ia tau kabar yang ia bawa saat ini sangat tidak bagus untuk kesehatan jantung ibunya.


"Evan, tolong jangan berbohong pada mama!" pinta wanita paruh baya itu.


"Tidak, Ma... Evan nggak bohong. Mama bisa tanyakan ini pada Bian. Sekarang Bian ada di rumah sakit. Sedang menunggu abang di sana. Sedangkan Evan, harus mengurus berkas-berkas abang. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Oke!" ucap Evan, kemudian di peluknya sang ibu kembali. Bersyukurnya emosi Ibu Zaenab berangsur membaik.


Namun tidak dengan seorang wanita yang Evan nikahi tadi pagi. Mendengar nama asiatenya ia sebut, spontan Dini pun bertanya-tanya, mungkin kah apa yang terjadi padanya selama ini ada hubungannya dengan Evan.


Mungkinkah pria yang selama ini membantunya sembuh adalah Evan. Jika benar, berarti orang yang menabraknya waktu itu juga Evan.


Dini menatap tajam pada pria itu. Ternyata bukan hanya dalam pernikahan pertamanya ia ditupu. Tetapi di pernikahan kedua ia juga diperlakukan sama.

__ADS_1


Sungguh! Dini tidak percaya ini. Namun, apapun yang ada dipikirannya saat ini adalah saling berhubungan. Dan kemungkinan apa yang ia pikirkan adalah benar.


Bersiap-siaplah kau menghadapiku, dasar pria penipu... ancam Dini dalam hati.


***


Di lain pihak...


Jangan sebut dia Sella kalau tidak cerdik. Nyatanya, wanita ini masih mengikuti apakah benar pria bajinagan itu telah menerima ganjarannya. Ataukah pria itu diselamatkan oleh keluarga kayanya.


Kini, Sella menunggu dengan sabar orang-orang yang disinyalir akan membantu Damian.


Sella ingin tahu, siapa saja orang-orang tersebut.


Namun, Sella sedikit terkejut, karena ia melihat Dini di antara gerombolan orang-orang yang saat ini sedang ia awasi.


"Hah? Dini, ngapain wanita itu ikut-ikutan dilingkungan setan itu. Apakah dia tidak tahu kalo mereka semua berbahaya. Dasar wanita bodoh!" gerutu Sella, kesal.


Padahal, Sella sudah sedikit lega karena Dini sudah bekerja dengan baik. Sudah bercerai dengan bajingan Robin juga. Tapi mengapa sekarang dia malh berdiri di barisan para Sekutu setan itu. Pikir Sella.


"Tidak! Ini nggak bisa ku biarkan. Aku harus tau apa hubungan Dini dengan keluargakeluarga pria bajingan itu," gumam Sella.


Tak ingin ketinggalan berita, Sella pun meminta salah satu temannya untuk mencari tahu apa hubungan Dini dengan keluarga tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2