Suamiku Raja Tega

Suamiku Raja Tega
Akhir Dari Kejahatan


__ADS_3

Diajak pacaran oleh suami, bukankah ini adalah sesuatu yang menggelikan. Namun juga indah jika dirasakan.


Dini tak mau menolak itekad baik sang suami. Mau bagaimana pun sekarang dirinya adalah istri Evan. Bagian dari hidup Evan.


Dini memang waspada. Namun, kewaspadaan nya itu tidak boleh membuatnya lalai. Bahwa saat ini ia adalah seorang istri.


Sebulan sudah Dini menjadi istri Evan. Sampai detik ini, Evan dan Dini belum sekalipun melewati malam panas bersama.


Mereka justru lebih banyak menghabiskan malam dengan mengobrol. Bercerita tentang masa lalu Masing-masing.


Baik Dini maupun Evan, mereka terlihat sangat nyaman dengan itu. Sangat nyaman dengan sikap dan kelembutan masing-masing.


Namun sayang, di balik kebahagiaan Evam dan Dini, ada satu hati yang sedang terbakar api cemburu. Siapa lagi kalo bukan Robin.


Robin marah besar saat melihat foto-foto mesra Dini bersama pria lain.


Entah siapa yang mengiriminya foto itu, yang jelas saat ini ia sedang memegang beberapa lembar foto wanita yang ia pikir akan menunggunya.


"Kurang ajar kau Dini. Berani sekali kamu menduakan aku!" teriak Robin marah.


Tak Terima mantan istrinya dinikahi oleh pria lain, Robin pun berniat meminta jawaban pada wanita itu.


Robin mengendarai mobil sport miliknya. Langsung mengintai di mana wanita yang ia incar itu berada.

__ADS_1


Sialnya, Siang ini Dini dan Evan berencana makan siang berdua.


Kini Dini sedang menunggu sang suami sendirian di restoran tersebut.


Karena Evan sengaja mem boking satu lantai agar tidak ada yang menganggu waktu mereka.


Dini tercengang, karena yang datang bukanlah suaminya. Melainkan Robin, mantan suaminya.


Shock... bohong jika Dini tidak shock. Dini pikir, pria ini sudah habis ditelan bumi atau sudah mendekam di dalam jeruji besi. Namun, nyatanya pria itu kini berdiri gagah di depan matanya. Dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun.


"Kenapa melihatku seperti itu? Kamu nggak nyangka kalo aku masih hidup, ha?" tanya Robin licik.


"Untuk apa kamu datang lagi padaku. Bukankah urusan kita sudah selesai!" balas Dini tegas. Meskipun jujur, saat ini dia gemetar. Dini takut, Dini gugup.


"Atas dasar apa kamu meng claim diriku adalah milikmu. Kau lupa kau telah membuangku. Mencampakkan aku. Menipuku. Menyakitiku. Bahkan menjual ku pada pria jahat itu. Apa itu yang di sebut memiliki. Kau gila, Robin!" teriak Dini marah.


"Aku tidak peduli dengan kebencianmu. Bagiku kau adalah milikku. Jika aku tak bisa memilikimu, maka orang lain pun tak akan ku izinkan memilikimu. Dengar itu!" ucap Robin seraya mengacungkan senjata api tepat di depan Dini.


"Kau gila Robin!" bentak Dini.


"Ya, aku gila! dan ini semua karenamu. Kau yang membuatku seperti ini Dini. Kau yang membuatku marah." Robin menatap emosi. Seakan ingin menghabisi semua orang yang ada di depan matanya.


"Salahku apa?"

__ADS_1


"Salahmu... kau tanya salahmu, jal*ng! Salahmu menghianati ku. Salahmu menikah dengan orang lain selain aku. Itu salahmu. Jadi sekarang rasakan ini!" beriak Robin sehari menarik pemantik pistolnya.


Beruntung Evan datang tepat waktu, dengan cepat ia pun menendang tangan pria itu hingga tembakan melesat ke atas.


Evan naik pitam, ia pun langsung menggajar Robin.


"Berani sekali kau mengancam istriku, brengsek!" teriak Evan sembari memukul Robin beberapa kali. Bahkan sampai pria itu babak belur.


Dini tak sanggup melerai karena semua otot tubuhnya serasa kaku. Apa lagi, ia melihat darah mengucur deras dari pelipis kedua pria itu.


Dini memeluk dirinya karena takut. Namun, ketika ia melihat Evan tersungkur dan Robin hendak menyerang. Dengan cepat Dini mengangkat kursi dan melempar kursi tersebut pada Robin.


Beruntung lemparan itu tepat mengenai sasaran. Robin langsung tersungkur, menjerit kesakitan. Tak puas dengan itu, Dini kembali mengambil satu kursi lagi dan melempar tepat ke arah Robin. Hingga pria itu langsung pingsan.


Memastikan pria itu tak bergerak. Dini langsung membantu Evan bangun. Menolong suami tercintanya itu.


"Mas Evan baik-baik, saja?" tanya Dini sembari menangis sekencang-kencangnya karena Evan sendiri hampir pingsan.


"Tunggu, tunggu, jangan pingsan oke. Ayo kita ke dokter! Kita ke rumah sakit, Mas!" teriak Dini sembari memeluk Evan.


Sayangnya, Evan tak mampu lagi menahan pening di kepalanya sehingga membuat pria tampan ini ambruk. Evan pingsan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2