Suamiku Raja Tega

Suamiku Raja Tega
Merealisasikan Tujuan


__ADS_3

Robin tak tahan! Ia ingin sekali segera pergi dari rumah Dini agar segera bisa merealisasikan tujuannya. Memulai permainan yang sudah menjadi hobinya itu. Sebuah permainan judi akbar yang telah di atur sedemikian rupa oleh Sella dan timnya.


Dari tempat, waktu dan orang orang-orang yang akan terlibat di dalamnya. Termasuk Sella sendiri yang akan menjadi joki di sana.


Namun, Robin bukanlah pria gegapah. Ia tak ingin aksinya ini diganggu oleh Dini nantinya.


Dini pasti akan sering menghubunginya ketika ia tidak memberinya kabar nanti. Maka dari itu, sebelum itu terjadi, Robin pun segera mengantisipasi hal itu.


"Nanti kalo abang ke luar kota, kalo misalnya abang nggak bisa dihubungi jangan panik ya, Sayang. Kamu tinggalkan pesan saja, takutnya di sana susah signal. Tapi kamu jangan khawatir, pokoknya begitu abang dapat signal, abang pasti langsung kirim kabar. Oke!" ucap Robin sembari mengelus kepala sang istri yang terlihat merajuk padanya.


"Iya, tapi abang jaga kesehatan ya. Jangan lupa makan. Jangan lupa sholat. Jangan lupa kabari Dini. Diminum vitaminnya, oke! Ingat, jangan begadang. Jangan kebanyakan ngopi, oke! " jawab Dini lembut, tak lupa ia juga memeluk suami tercintanya ini.


"Tentu, Sayang. Abang pasti jaga diri. Demi kamu. Kamu juga ya, jangan ngoyo kerjanya. Kan ada abang sekarang yang bakalan bertanggung jawab penuh atas kamu. Hemmm," jawab Robin, merayu.


Bagaimana Dini tidak terlena? Robin begitu pandai membungkus sifat aslinya. Saat bersama Dini, ia begitu lembut, pengertian dan yang jelas bisa berpura-pura menjadi pelindung. Robin juga selalu memperlakukan Dini seolah-olah wanita cantik itu adalah satu-satunya ratu dalam hidupnya.


Tak hanya itu, Robin juga selalu bisa membuat seorang Dini melambung tinggi dengan perhatian dan cinta kasih palsu yang diberikan oleh pria itu. Katakan, wanita mana yang tidak terlena dengan sifat tenang seperti itu.


"Dini udah siapkan baju abang untuk tiga hari. Apa lagi yang mau abang bawa selain ini?" tanya Dini.


"Nggak ada, Yang. Yang penting foto KTP kamu. Foto KTP aku, udah itu aja," jawab Robin.


"Oh, oke... semua udah lengkap abang. Taksi juga udah nunggu di depan, perlu Dini antar ke bandara nggak?" tanya Dini lembut.


"Tidak perlu, Sayang. Nanti kamu balik ke sini nya sendirian. Abang nggak mau kamu kenapa-napa di jalan, Sayang. Pokoknya kamu do'ain abang aja, semoga selamat sampai tujuan. Oke!" jawab Robin lembut.


"Tentu saja, Suamiku. Aku selalu mendoakanmu dalam setiap embusan napasku. Kamu adalah belahan jiwaku, asal kamu tau itu." Dini tersenyum begitupun Robin. Untuk membuat sang istri semakin terlena, tak lupa Robin juga memberikan ciuman panas dibibir wanita itu.


Robin terasa dalam hati. Karena ia kembali berhasil mengelabuhi wanita yang ia anggap bodoh ini. Tentu saja Robin tidak mau di antar oleh sang istri, karena ia telah sepakat bertemu Sella di persimpangan jalan. Mereka berniat pergi bersama malam ini. Untuk melancarjan niat mereka tentunya. Bermain judi.


"Baiklah kalo begitu, Abang. Hati-hati ya, Dini sayang abang," ucap Dini seraya melepas tangan suaminya untuk melangkah menuju taksi yang telah dipesan oleh Robin via online.


"Abang juga sayang sama kamu, Honey. Selama abang pergi, jaga diri baik- baik ya Sayang. Jangan lupa kunci pintu dan jendela. Oke!" balas Robin. Dini mengangguk. Kemudian ia pun masuk ke dalam taksi dan melambaikan tangan. Setelahnya taksi pun melaju meninggalkan rumah di mana mereka tinggal.


***


Di sisi lain, sesuai janjinya pada sang kekasih Sella pun sudah menunggu dengan sabar di ujung gang.

__ADS_1


Robin yang melihat kesetiaan kekasihnya menunggu dirinya, tentu saja langsung tersenyum bahagia.


"Honey... ayokkkk!" panggil Robin.


Spontan Sella yang mendengar panggilan sayang tersebut pun langsung berlari ke arah taksi yang ditumpangi oleh Robin.


"Sayang ... emmm rindu!" ucap Sella manja.


"Mas juga, Sayang." Robin langsung memberikan kecupan hangat di bibir kekasihnya.


(Mobil kembali melaju atas perintah Robin)


"Makasih, Sayang, kamu udah nepatin janji. Teman-teman udah pada nanyain loh, dikira kita nggak jadi dateng." Sella menatap mesra pada sang kekasih. Membuat hati Robin serasa menghangat.


"Jadi dong, Honey. Aku nggak mungkin bikin kamu malu," jawab Robin.


"Emm, sweet-nya. Tapi aku malas, istrimu seperti lintah. Nempel terus, pengen ku jambak-jambak saja rasanya." Sella pura-pura merajuk.


"Uluhhh jeleknya kalo merajuk. Udah jangan merajuk. Yang penting minggu ini kita bakalan bareng. Bakalan seneng-seneng bareng. Ntar kalo kita menang, kita honeymoon oke. Mau!" tawar Robin.


"Emmm, serius! beneran? Janji?" Sella melonjak kegirangan.


***


Sesampainya di tempat judi...


Robin diperkenalkan oleh orang-orang yang sudah lama menjadi member di sana. Mereka langsung terlihat akrab karena memang memiliki misi yang sama.


Namun, di balik keakraban itu, ternyata ada tujuan untuk saling menjatuhkan. Tujuan untuk menangkan perjudian ini. Tujuan untuk meraih untung dari apa yang mereka lakukan.


Hampir satu jam duduk di meja judi, Robin tersenyum puas. Berkat kecerdasan dan kejelian yang ia miliki, pria ini pun bisa memenangkan permainan ini.


Sella yang selalu setia berada di samping pria itu, tentu saja ikut merasa senang. Bahkan bahagia. Sangat-sangat bahagia.


"Selamat, Sayang! Kamu memang hebat," ucap Sella girang.


"Makasih Sayang, ini berkatmu," jawab Robin seraya mengumpulkan uang hasil dari kemenangannya. Sedangkan anggota yang lain terlihat kesal dan membanting kartu yang mereka pegang.

__ADS_1


"Sial!" umpat mereka satupersatu.


"Maafkan aku, Teman. Kali ini dewa keberuntungan sedang berpihak padaku," ucap Robin senang. Yang lain tidak menjawab, mereka memilih meninggalkan meja judi ini dari pada emosi mereka semakin memuncak dan ingin menghabisi lawan mainnya ini.


Selepas kepergian para rivalnya, Robin ditemani Sella langsung merapikan uang-uang itu.


"Uhhh, ini sih banyak sekali uangnya, Sayang. Kamu hebat," ucap Sella seraya memberikan kecupan mesra di bibir kekasihnya.


"Tentu saja, Sayang. Apa kamu meragukan kehebatan kekasihmu ini?" tanya Robin bahagia.


"Tentu tidak, Honey. Mana mungkin aku berani meragukanmu!" Sella tersendiri lagi.


"Jadi gimana? Kita honeymoon?" tawar Robin, semangat.


"Uhhh, mau... tapi sebaiknya kita cepat pergi dari sini. Dari pada nanti terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Mas paham kan maksudku?" tanya Sella.


"Tentu saja, Sayang. Aku sudah paham. Ayo... " jawab Robin seraya menggandeng tangan kekasihnya dan membawa wanita simpanannya itu ke hotel tepat mereka menginap.


***


Sesampainya di Hotel...


Senyum mengembang di antara keduanya. Apa lagi mereka habis melakukan percintaan panas guna merayakan kemenangan Robin di meja judi.


Seperti janjinya pada sang kekasih, Sella pun memberikan servis terbaik untuk Robin. Membuat pria ini tak berkutik dan lemas di buatnya.


"Bagaimana Sayang? Kamu puas nggak?" tanya Sella, manja. Seperti biasa.


"Puas, Sayang. Kamu memang luar biasa. Kamu mau kita jalan ke mana?" Robin mencium pucuk rambut sang kekasih, lalu mengecupnya berkali-kali.


"Sebaiknya kita nggak usah pergi deh, Yang!" jawab Sella.


"Loh kok, katanya mau travelling?" tanya Robin, bingung.


"Awalnya sih mau gitu, tapi setelah Sella pikir-pikir, gimana kalo separo uang dari hasil judi masnya kasih ke Sella. Buat Sella beli rumah, gimana? Buat masa depan kita, Yang!" rayu Sella, tentu saja dengan tatapan mesra dan rayuan menggoda.


Robin diam. Terlihat berpikir. Lalu beberapa menit kemudian, ia pun menjawab keinginan kekasihnya itu, "Baiklah... apa sih yang nggak buat kamu, Yang?"

__ADS_1


Mendengar jawaban indah itu, tentu saja Sella merasa senang. Tak menunggu waktu lagi, ia pun kembali memberikan servis terbaik untuk prianya itu.


Bersambung....


__ADS_2