
maya dan teman2nya masih pada asik ngobrol diresto...tiba2 terdengar suara deringan hp milik maya dari dalam tasnya...lalu berenjak ketempat yang agak sepi bis didalam resto agak bising dengan suara musik...
beep...beep...beep...
" assalamu alaikum pah..." kata maya
" waalaikum salam, may kamu dimana? tanya papa dari seberang tlp
" maya masih ngumpul bareng2 ma teman2 pah di resto" kata maya
" may...kerumah sakit sekarang. bibi nisa kritis...nanti papa kirim alamat rumah sakitnya lewat Wa.." ujar papa lalu menutup tlpnya...
seketika wajah maya berubah, terlihat matanya mulai berkaca2...pikiran maya sudah mulai gusar, takut terjadi apa2 pada bibi kesayangannya itu. pasalnya maya sudah merasa begitu terpukul pasca meninggal mamanya namun sekarang bibinya juga sedang kritis. Ririn dan Anita yang melihat itu sontak merasa heran...lalu mereka pun mendekat pada maya yang lokasinya tak jauh dari mereka..
" may, kamu kenapa?" tanya nita dianggukan oleh ririn ikut merasa cemas melihat sahabatnya tersebut...
"bibi nisa nit, masuk rumah sakit...gw mau kesana? tolong sampein permintaan maafku pada yang lainnya karena harus balik duluan" kata maya dengan tergesa2 mengambil tasnya yang ada diatas meja...
" gw ikut y may..." kata ririn yang juga merasa cemas dengan sahabatnya jika harus pergi sendiri
" gw juga ikut kalian key...sekaligus ngantar kalian. dari pada kalian naik taksi mending kita pake mobil gw aja. untung tadi gw bawa mobil" kata nita
__ADS_1
" thanks kalian emang sohib gw..." kata maya terharu melihat para sahabatnya yang selalu ada disisnya mau suka atau duka
" riyan...kami cabut duluan ya bro, masih ada urusan? kata nita sedikit berteriak pada mantan ketua kelasnya...
" woke, kalian hati2 ya ladies " ujar riyan
" sip bro...bye semuax..." ucap maya, nita dan ririn pada semua teman2nya sambil melambaikan tangan.
merekapun berangkat dan menuju rumah sakit yang sudah diberikan alamatnya oleh papa maya. 30 menit waktu yang mereka tempuh menuju rumah ol⁰ ⁰. sesampainya disana dengan tergesa2 maya dan ririn masuk kedalam rumah sakit sedangkan anita memarkirkan terlebih dahulu mobilnya. maya dan ririn berjalan lalu bertanya letak ruang UGD pada salah satu suster yang sedang lewat. setelah dah tau lokasi yang dituju akhirnya merekapun menuju ketempat tersebut dan disana maya sudah melihat papa, paman reyhan dan asistenya sedang menunggu didepan ruang UGD...
" papa..." teriak maya sambil berlari lalu memeluk papanya dengan air mata yang sedari tadi terus mengalir.
" maya...sabar sayang...tenangkan hatimu sayang..yang sekarang dibutuhkan oleh bibimu doa dari kita semua" kata papa menguatkan maya
tak lama kemudian anitapun menghampiri mereka...
" assalamu alaikum om..." sapa nita pada papa
" waalaikum salam, nak nita juga datang? " tanya papa
" iya om, tadi nita yang antar sekaligus nemenin maya" kata nita tersenyum...
__ADS_1
" hmmm" papa pun mengangguk lalu tersenyum...
reyhan dan hans hanya sekedar memperhatikan mereka tampa berkata apapun karena yang ada dalam pikirannya kini cuman gimana keadaan istrinya saat ini. nita pun duduk disamping maya, rita dan ririn menggenggam tangan sahabatnya tersebut untuk sekedar menguatkan hati maya kalau nita dan ririn akan selalu berada disisi maya.
" makasih ya say..." kata maya tersenyum terhadap ke2 sahabatnya tersebut.
nita dan ririn hanya membalas dengan anggukan dan tersenyum manis...
hans yang sedari tadi memperhatikan mereka merasa terharu
" sahabat yang solid" kata hans dalam hati
seketika heningpun melanda...semuanya masih sibuk berkecamuk dengan pikiran masing2. reyhan yang sedari tadi menanti keluarnya dokter dari dalam ruangan UGD lum muncul2 juga semakin menambah kegelisahan hatinya.
" apa yang mereka lakukan didalam sana, ne sudah 2 jam tapi lum ada yang keluar dari ruangan itu hhh..." kata reyhan dengan nada yang ketus
" sabar rey,...kata hans menenangkan
" sabar...sabar...aku ingin tau keadaan istriku bagaimana...kenapa mereka lum ada yang keluar memberitahukan aku keadaan istriku bagaimana?" kata reyhan yang agak meninggikan nadanya
" tenang rey..tenangkan hatimu...ne dirumah sakit" kata ayah mencoba menenangkan reyhan yang mulai kehilangan kendali
__ADS_1
" aku harus tenang gimana mas, nisa didalam dah lebih dari 2 jam. tapi hingga detik ini mereka lum ada yang keluar..dimana alex hans...dimana alex...? teriak reyhan yang sudah sangat frustasi...