
maya, anita dan ririn sangat kagum dengan interior yang ada direstaurant tersebut.
" selamat malam ladies..." sapa seseorang yang tak asing bagi mereka. maya, ririn dan anita menoleh kearah suara tersebut.
" hay rendy...gue pikir siapa? lo nampak beda malam ini" goda maya sambil melirik nita
" kalian juga nampak berbeda malam ini..kalian cantik banget sampai pangling gue lihatnya" ucap rendy tersenyum sesekali melirik nita. nita gugup hanya diam membisu.
" acara malam ini keren banget ya rend" kata ririn kagum..
" ini hanya sekedar ucapan terima kasih kami atas kerja keras kalian semua dalam menyukseskan kegiatan yang sudah perusahaan kami adakan kemarin" kata rendi tersenyum memperlihatkan lesung pipinya menambah ketampanan pria itu.
" eheemm...asik banget ya ngobrolnya, boleh ikutan gabung gak nih" kata seorang pria dari arah belakang mereka membuat rendi, maya, anita dan ririn menoleh kearah suara itu.
" loh...riyan lo juga ada disini?" kata maya kaget
" eh...kalian saling kenal ya" ujar rendi heran
__ADS_1
" kita teman sekelas waktu SMA dulu kak?" kata riyan pada rendi. maya, anita dan ririn merasa heran kebingungan dengan riyan yang memanggil rendi dengan sebutan kakak...rendi yang melihat ketiga gadis itu menatapnya bingung mengerti apa yang dipikirkan oleh mereka bertiga.
" maya, anita, ririn...kalian pasti heran dan kaget ya...riyan dan aku adalah saudara sepupu dan aku lebih tua setahun dari riyan makanya dia panggil aku kakak. hehehe...," kata rendi tersenyum
maya, ririn dan anita ber oh ria...
" kok kita gak pernah lihat kalian bersama semasa SMA dulu?" tanya ririn
" kalau dilingkungan sekolah sih emang kita gak pernah nongkrong bareng tapi kalau diluar kita selalu sama2 kok" kata rendi tersenyum. maya, anita dan ririn hanya mengangguk tersenyum.
" ya udah kalian lanjutkan aja ngobrolnya, silahkan nikmati pestanya dan makanan yang sudah disediakan. jangan sungkan2 ya...gue permisi dulu pengen ketemu tamu2 yang lainnya " kata rendy tersenyum sekilas melirik anita lalu pergi meninggalkan mereka. riyan, maya, anita dan ririn hanya mengangguk tersenyum
" gue ke toilet dulu ya? kata nita lalu nita pergi menuju arah toilet.
saat anita keluar dari toilet dan hendak ingin kembali tiba2 ada seseorang menarik tangannya. sontak membuat nita kaget dan meronta minta dilepaskan namun saat melihat pria yang menariknya nita hanya terdiam mengikuti langkah pria itu. menuju sebuah taman yang berada disamping restaurant. suasana begitu hening jauh dari keramaian.
" ada apa sih rend, kok lo ngajakin gue kesini?" tanya nita bingung...
__ADS_1
" lo kenapa sih nit, selalu acuhkan gue?" kata rendi sedih
" yang acuhin lo tu siapa, perasaan gue biasa2 aja" kata nita mengelak
" lo gak senang ketemu ma gue lagi, apa lo gak kangen ma gue. apa cuman gue aja yang punya perasaan seperti itu ma lo" kata rendi sedih membuat nita bingung harus menjawab apa.
" kenapa diam nit,...jawab dong. jujur gue selama ini gak bisa lupain lo nit. hati gue gak bisa berbohong, gue masih sayang ma lo nit...gue cinta banget ma lo nit sama seperti dulu gak ada yang berubah. gue yakin lo pasti juga memiliki perasaan yang sama ma gue kan nit?" kata rendi dengan mata yang berkaca2.
nita langsung memeluk tubuh rendi dengan sangat erat. rasa rindu yang sekian lamanya sudah tak dapat dibendung lagi. nita pun menangis tersedu2 dalam dekapan rendi hingga jasnya basah.
" gue juga masih sayang dan cinta ma lo rend" kata nita yang masih menangis dalam pelukan rendi.
" makasih sayang..." kata rendi bahagia mengecup kening nita
cup
" tapi bagaimana dengan kedua orang tua lo rend...gue tau mereka kurang setuju dengan hubungan kita selama ini" kata nita sedih
__ADS_1
" lo tenang aja ya sayang...biarkan itu jadi urusan gue...gue pasti akan berusaha buat yakinin mama dan papa untuk merestui hubungan kita..." kata rendi dibalas anggukan dan senyuman oleh nita...
tampa mereka sadari maya, ririn dan riyan sudah sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan.