Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
BENIH-BENIH CINTA RIRIN


__ADS_3

hans yang tadinya asik bermain hp didepan TV yang menyala pun menghentikan aktifitasnya setelah mencium aroma yang begitu menggugah selera membuat cacing2 diperutnya serasa meronta minta segera diisi. hans berdiri lalu melangkah menuju dapur


" wah...kelihatannya enak ne?" kata hans yang membuat ririn kaget karna tiba2 hans muncul dibelakang ririn yang tengah sibuk membereskan meja dan menaruh makanan diatasnya.


" astagfirullah, ih...kak hans ngagetin aja se? kata ririn kesel sambil memengang dadanya yang serasa jantungnya mau copot


" maaf Rin,..." kata hans tersenyum membuat ririn jadi terkesima dengan senyum manis hans


" gila ne cowok tampangnya aja kelihatan cool dan jutek tapi kalau dah senyum. ganteng banget...kata ririn dalam hati sambil senyam senyum sendiri .


" may...reyhan mana ya? kok gak kelihatan..." tanya hans


" mungkin mas rey gi istirahat dikamar maya kak, bis tadi katanya mau mandi tapi sampe sekarang lum keluar2 kamar. kayanya mas reyhan gi tidur. kalau kak hans mau ketemu, langsung aja kekamar maya yang no1" kata maya


" eh gak usah, biarkan reyhan istirahat. kasian dia pasti lelah. oia kakak boleh numpang mandi gak? bis gerah banget ne?" tanya hans namun ririn hanya terdiam


" eh..iya boleh kak, kakak bisa mandi dikamar ririn aja, bis disini gak ada kamar mandi diluar" ucap maya tersenyum karena melihat ririn yang tak kunjung bersuara yang masih sibuk dengan lamunannya

__ADS_1


" rin, sono antar kak hans, kekamar lo, kasian tu..." kata nita sambil nyenggol ririn biar tersadar dari lamunannya


" emangnya gak apa2 rin?" tanya hans merasa gak enak


" eh, iya kak gak apa2...mari sini biar ririn antar kekamar " kata ririn lalu melangkah menuju arah kamarnya no dua yang terletak diantara kamar maya dan anita.


sesampainya didepan kamar ririn langsung membuka pintu yang tak terkunci...


" ayuk masuk kak...kamar mandinya ada disebelah sana." kata ririn menunjuk arah kamar mandi yang terletak berdekatan dengan lemari pakaian. hans hanya mengangguk sambil memperhatikan seisi kamar Ririn.


" kamar yang rapi dan bersih" ujar hans dalam hati


hans hanya mengangguk dan duduk dikursi meja belajar sambil mengutak atik hpnya untuk mengecek email yang masuk dihpnya tentang perusahaan . saat ririn hendak memutar keran air panas tiba2 dia melihat ular yang sedang melilit dikeran air panas tersebut...


" aaaagggghhhhh....ulaaarrr..." teriak ririn berlari keluar kamar langsung memeluk hans dan duduk diatas pangkuan hans. sontak hans kaget karena tiba2 ririn memeluknya seperti itu...


" hey...hey...kamu kenapa rin?" tanya hans melihat ririn yang histeris ketakutan begitu...

__ADS_1


" ada ular kak...ada ular didalam kamar mandi...ririn takut kak..." kata ririn ketakutan dengan wajahnya yang pucat tapi masih mendekap hans dengan kuat.


" kamu tenang dulu ya...disini ada kakak...biar kakak lihat dulu tapi tolong turun dulu dari pangkuan kakak..." kata hans mencoba menenangkan ririn


ririn yang tersadar akan posisinya saat ini yang duduk diatas pangkuan hans pun merasa malu wajahnya bersemu merah seperti kepiting rebus.


" maaf kak...maaf..." kata ririn malu lalu berdiri dari pangkuan hans. hans yang melihat tingkah ririn serasa pengen tertawa tapi hans berusaha tuk menahannya...


setelah ririn turun dari pangkuan hans. hans berdiri lalu berjalan menuju arah kamar mandi yang diikuti ririn dari belakang sambil memengang lengan hans...


" hati2 kak...ririn takut kakak kenapa2? kata ririn kwatir...


" tenang aja rin...gak usah khawatir ya?" kata hans yang sudah masuk kedalam kamar mandi dan melihat ular itu. hans sedang mencari sesuatu untuk dipakai mencungkil ular tersebut.


" kak pakai ini..." kata ririn sambil memberikan sapu kepada hans lalu hans mengambilnya dari tangan ririn.


hans dengan hati2 mencungkil ular itu dari keran namun tak ada perlawanan dari ular itu membuat hans berpikir jangan2 ini cuman ular mainan dan sesuai dugaan hans saat langsung mengambil dan memegangnya ternyata itu cuman ular mainan membuat hans tersenyum serasa mau tertawa...

__ADS_1


" jangan dipegang kak nanti ularnya gigit..." kata ririn kwatir


" coba deh rin kau perhatikan baik2 ini tu cuman ular karet...bukan ular sungguhan...hahaha" kata hans sambil tertawa dan memberikan ular mainan itu pada ririn


__ADS_2