
butuh waktu 15 menit tuk sampai digramedia salah satu mall terbesar di sydney. akhirnya sampai juga lalu mereka bergegas masuk dan menaiki lift menuju lantai 5. didalam toko buku maya, nita dan ririnpun berpencar mencari buku yang mereka inginkan...
maya melihat buku2 yang begitu banyak macamnya...tapi buku yang dia cari belum juga dia dapatkan...maya terus berjalan dan membaca satu2 sampul buku yang ada ditempat itu...maya pun menemukan buku yang menurutnya cocok dengan apa yang dia inginkan. tak lama kemudian ririn pun datang menghampiri maya
" bebz, gimana lo dah dapat buku yang lo cari?" tanya ririn.
" eh,...iya ne rin, udah dapat" kata maya yang masih sibuk melihat2 novel
" bguslah...lo mau beli novel juga?" tanya ririn
" kayanya se bebz, gw tertarik dengan novel ini" kata maya sambil menunjukkan novel yang ada ditangannya...
" ya udah kalau gitu....tapi nita mana ya?" kata ririn
" iya ya...tu anak kemana ?" kata maya sambil melihat kekiri dan kekanan...
tak lama maya dan ririn kaget karena mendengar perdebatan seorang wanita dan seorang pria. tapi suara wanita tersebut seolah2 tidak asing bagi maya dan ririn lalu mereka pun mencari suara keributan itu dan mendekat. mereka melihat nita sedang berdebat dengan seorang pria.
# pov nita
__ADS_1
nita sedang berjalan sambil melihat satu persatu sampul buku yang tersusun rapi tapi masih belum mendapatkan apa yang dia cari. nita terus berjalan dan akhirnya nitapun mendapatkan apa yang dia cari sedari tadi. saat nita mau mengambilnya tiba2 ada p lainnya juga memegang buku tersebut. nita pun menoleh dan melihat orang itu yang ternyata seorang pria yang usianya sekitar 30an. orangnya tinggi, berkulit sawo matang, maskulin dan maco. membuat nita bengong karena saking terpesonanya.
" hey...are you okey" tanya pria itu sambil melambaikan tangan
" eh...yes, i am fine" kata nita gugup baru tersadar dari lamunannya
" sudah puas mandangin wajahku nona, sekarang tolong lepasin tangan nona dari buku ini, okey?" kata pria dengan ketus
" cih, sapa juga yang liatin tuan, geer banget se...enak aja ne buku saya duluan yang lihat dan pegang om...jadi ini buku punya saya donk om" kata nita tak kala ketus
" nona, tolong jangan buang2 waktu saya dengan perdebatan yang tidak penting ini key...nona bisa cari buku yang lain. nanti biar saya yang bayar berapapun buku yang nona mau? kata pria itu dengan gaya yang angkuh
" hay...tuan siapa yang buang2 waktu tuan se haa...kenapa bukan anda saja yang mencari buku lainnya dan terima kasih. saya tidak butuh uang anda tuan. saya juga mampu tuk membelinya sendiri" kata nita yang sudah kesal.
" nona tolong jangan uji kesabaran saya..." kata pria itu sudah nengan nada naik 1 oktaf
" emangnya kita lagi semesteran ya tuan...hahaha" kata nita menggoda
" dasar gadis ini...untung aja dia wanita...kalau tidak...huufffttt" gumam pria itu
__ADS_1
kembali ke awal.
maya dan ririn yang melihat itu merekapun akhirnya mendekat.
" nit, ada apa se?" tanya maya bingung melihat sahabatnya yang lagi berdebat dengan seorang pria.
" ne loh may...gw kan lagi lihat2 buku trus gw dah dapat buku yang gw cari tapi pas gw mo ngambil eh...si om...om ini malah ngerebut buku yang gw ambil." kata nita
" hey...nona bukannya anda yang merebut buku tersebut dari tangan saya..." kata pria itu tegas
" sapa yang rebut om...bukannya kebalik, om tu yang rebut buku itu dari tangan saya" kata maya tak mau ngalah
" udah donk, jangan ribut kaya gini...malu tau dilihatin orang2 tu.." kata maya sambil memperhatikan para pengunjung yang sudah menjadikan mereka sebuah tontonan menarik.
nita dan pria itu pun diam karena merasa malu sudah menjadi pusat perhatian.
" maafkan sahabat saya om kalau kata2nya kurang berkenan dihati om" kata maya sopan...
" no...no...om...my name is andrew. apa saya terlihat seperti seorang om2 gt. saya ini masih singel." kata andrew menjelaskan.
__ADS_1
" eh...maaf tuan andrew...kenalin saya maya, ini ririn (menunjuk ririn) dan ini nita (menunjuk nita) " kata maya. dan dibalas anggukan oleh andrew tersenyum manis.
" gini tuan andrew...apakah tuan mau memberikan buku ini pada kami. jujur kami sangat membutuhkannya tuk dijadikan reverensi dalam tugas kami dikampus. saya mohon pengertian dari tuan andrew. kata maya memohon