
hans hanya bisa menggerutui kebodohannya karena tak bisa berkata apapun pada ririn. dalam perjalanan menuju apartemennya pikiran hans benar2 kacau. bukan jalan menuju apartemennya yang hans tempuh melainkan jalan menuju sebuah bar megah disalah satu kota jakarta.
hans menghentikan mobilnya. lalu masuk kedalam bar tersebut. hans duduk didepan salah satu bartender.
" mau pesan apa tuan" kata bartender itu
" berikan saya 2 botol wine, sekarang..." kata hans tegas terlihat raut wajahnya yang frustasi.
" oke tuan.." kata bartender itu lalu menyerahkan 2 botol wine dengan gelas tepat didepan hans.
hans membuka botol wine lalu menuangkanya didalam gelas. dengan sekali teguk isinya langsung habis tak tersisa.
KANTOR REYHAN
reyhan yang nampak lembur masih sibuk dengan berkas2 yang ada ditangannya dan laptop yang masih menyala.
beep...beep...beep....
reyhan yang mendengar suara nada dering hpnya segera melihat siapa yang sedang menelpon.
__ADS_1
hans is calling....
" hallo selamat malam tuan..." kata pegawai bar
reyhan yang mendengar suaranya berbeda dengan suara hans menjadi terkejut.
" hallo selamat malam...yang punya hp ini dimana?" tanya reyhan bingung
" maaf tuan jika sekiranya saya lancang...tuan pemilik hp ini sedang mabuk dibar xxxx...apa tuan bisa menjemputnya?" kata pegawai bar itu
" oke, saya segera kesana" kata reyhan lalu memutuskan panggilan itu.
sesampainya disana reyhan melihat mobil hans yang tengah terparkir. reyhan memakirkan mobilnya dekat dengan mobil hans lalu masuk kedalam bar. dilihatnya hans sudah mabuk berat. kepalanya sudah bersandar diatas meja bar. reyhan yang melihat itu benar2 gak menyangka dan habis fikir kenapa hans bisa seperti ini.
selama reyhan mengenal hans, hans tidak pernah mabuk2kan. apa lagi menginjakkan kaki dibar kecuali ada urusan bisnis atau reyhan yang mengajaknya tapi hans paling minum cuman.sedikit. ini kali pertamanya hans minum hingga mabuk seperti itu.
reyhan memapah hans dan membawanya menuju kedalam mobil reyhan. sedangkan mobil hans akan dibawah oleh sam. sesampainya reyhan dibar tadi, reyhan sudah menghubungi sam untuk mengambil mobil hans.
reyhan mengantarkan hans menuju apartemennya. reyhan memutuskan menginap disana karena maya juga tidak ada dirumah. malam ini maya shift malam jadi besok pagi baru maya pulang. reyhan ingin menemani hans yang nampaknya suasana hatinya sedang buruk. reyhan benar2 takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu. karena ini kali pertamanya reyhan melihat hans seperti itu.
__ADS_1
RUMAH SAKIT
sedangkan ririn masih duduk termenung dengan mata yang begitu sembab didalam ruangannya. maya dan anita yang melihat sahabatnya itu mendekati ririn.
" ririn..." sapa maya dan anita
" may...nit...semuanya udah berakhir...hiks...hiks...hiks..." kata ririn dengan isakan tangisnya. maya dan anita yang melihat itu turut bersedih dengan kondisi ririn saat ini.
" pulang lah rin...gue tau saat ini hati dan pikiran lo sangat kacau..." kata maya mengelus rambut ririn.
" iya rin, maya benar. lo gak bisa nanganin pasien kalau pikiran lo aja kaga tenang gitu. lo tenang aja urusan pekerjaan biar gue dan maya yang handle" kata anita dibalas anggukan oleh maya dan ririn.
ririn merasa apa yang diucapkan oleh kedua sahabatnya itu adalah benar. dirinya gak bisa menangani pasien jika dalam mood yang tidak baik seperti ini. ririn memutuskan untuk izin pulang lebih awal.
¤¤¤¤¤¤¤
seminggu sudah berlalu. setelah pertemuan malam itu antara hans dan ririn. hans tak pernah lagi datang kerumah sakit dan apartemen ririn untuk menemuinya. hans juga tidak pernah lagi menghubungi ririn via telepon atau wa. ririn tetap malanjutkan aktifitasnya seperti biasa bersama maya dan anita.
sebenarnya ririn merasa ada yang hilang dari dirinya tapi ririn juga tak ingin hidup berlarut2 dalam kesedihan. ririn harus bangkit dan memulainya semua dari awal. toh selama ini hans bukan siapa2nya ririn. bagi ririn hans hanyalah sebagai idola dan ririn cukup mengagumi dan menjadi pengagum rahasia hans. sebelum kejadian malam itu semuanya serasa baik2 saja bagi ririn tapi semenjak kejadian itu kenapa rasanya begitu berbeda. terkadang air mata ririn lolos membasahi pipinya begitu saja tampa permisi.
__ADS_1
ririn hanya bisa menutupi rasa sakitnya dengan sibuk bekerja bisa mengalihkan pikirannya. maya dan anita tau itu. maya dan anita berusaha tak pernah membahas soal hans dihadapan ririn. maya dan anita selalu menjadi pelengkap dalam hidup ririn. sebagai seorang sahabat maya dan anita selalu berusaha menghibur sahabatnya itu.