
jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. maya membuka matanya lalu meregangkan seluruh otot2nya. dilihat disampingnya reyhan sudah tidak ada.
" kemana mas reyhan ya, kok gak ada?" kata maya bangun lalu menyusuri tiap sudut ruangan yang ada didalam kamarnya. bahkan dikamar mandi maya juga tak menemukan suaminya itu. maya berfikir mungkin reyhan sedang ada keperluan gitu atau sedang berjalan2 disekitar hotel.
maya memutuskan untuk segera membersihkan diri. 20 menit maya menyelesaikan ritual mandinya. maya keluar kamar mandi menggunakan handuk. dia lupa tadi membawa pakaian ganti. maya langsung menuju kelemari tampa memperhatikan kesekelilingnya. sedari tadi sudah ada yang terus menatap sejak terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
saat maya hendak mengambil pakaian tiba2 ada tangan kekar yang melingkar diperutnya. dari aroma parfum pria itu maya sudah menduga jika itu adalah suaminya reyhan. reyhan menyandarkan kepalanya ditengkuk milik istrinya.
" mas reyhan...mas dari mana? maya bangun mas sudah gak ada" kata maya cemberut
" mas ada sedikit urusan tadi " kata reyhan santai yang masih dengan posisi yang sama.
__ADS_1
" ya udah, lepasin dulu. maya mau berpakaian" kata maya tersenyum. tampa bertanya reyhan lalu mengangkat tubuh maya ala bridal style menuju tempat tidur. maya kaget dan geleng2 kepala melihat kelakuan suaminya itu. maya mengalungkan kedua tangannya dileher reyhan agar tak terjatuh. setelah sampai ditempat tidur reyhan membaringkan tubuh mungil istrinya itu. lalu menindih tubuh maya.
" sayang...kita olahraga sebentar ya" kata reyhan menggoda. maya hanya mengangguk tersenyum pasrah. dengan satu kali tarikan handuk maya terlepas dari tubuhnya. kini menampakkan tubuh polosnya itu.
reyhan mengecup kening, hidung, kedua mata, kedua pipi dan bibir maya. maya yang merasakan ciuman itu begitu hangat. reyhan ******* bibir maya dengan penuh kelembutan, maya merespon setiap gerakan yang reyhan lakukan. ciuman itu semakin lama semakin dalam membuat kedua insan diselimuti hasrat yang begitu menggebu hingga pergulatan panaspun terjadi. terdengar suara desahan demi desahan yang saling bersahutan memecahkan keheningan dinginnya malam
ahhhh...ahhh...ahh....
maya benar2 menikmati setiap sentuhan yang reyhan berikan sampai titik klimaks yang mereka capai...reyhan melakukan hingga 2 ronde....
hans yang baru terbangun dari tidurnya. merasakan kepalanya amat berat. dilihatnya jam didinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 20.00 malam.
__ADS_1
" astaga...gue tertidur sampe jam segini baru bangun...ya ampun..." gumam hans.
hans mengambil hpnya yang berada diatas nakas. terdapat 50 panggilan tak terjawab dari reyhan. 70 panggilan dari sekertaris, klien dll.
" mampus gue...pasti reyhan bakal ngamuk nih. tapi aduh kepala gue sakit banget" ringis hans. dilihatnya diatas nakas terdapat segelas air putih dan obat.
hans melihat kesekeliling kamarnya betapa kagetnya melihat pakain yang hans kenakan dan pakaian yang diyakini hans milik seorang wanita yang robek tak berbentuk lagi berserakan dilantai.
" ya ampun sebenarnya apa yang terjadi sih, kenapa bisa seperti ini" kata hans memijit pelipisnya yang terasa pusing. terlintas ingatan kejadian kemarin malam saat hans dan reyhan pergi kesebuah pesta disalah satu bar mewah dijakarta atas undangan rekan bisnis mereka. hans mengingat semuanya bagai rol film yang terus berputar didalam pikirannya. saat reyhan dan hans diberikan obat perangsang oleh wanita sialan itu. saat hans bertemu ririn dan peristiwa itu terjadi.
hans mengingat jelas betul setiap teriakan, tangisan dan bagaimana permohonan ririn agar hans tak melakukan itu tapi hans bagai kesetanan tak menghiraukan semuanya. hans secara membabi buta merenggut kehormatan ririn. setelah itu samar2 hans melihat ririn masih mau mengurusinya saat hans sedang demam dan menggigil semalam, bahkan ririn memberikannya obat. setelah itu hans sudah tak ingat apa2 lagi.
__ADS_1
" ya allah, apa yang telah gue lakukan ma gadis itu ( hans mengacak2 rambutnya) gue emang ********, gue emang laki2 berengsek yang tidak tau terima kasih. selama ini ririn sudah sangat baik ma gue tapi...aaarrrggghhhh..." teriak hans frustasi
hans segera bangkit dari tidurnya dan membereskan semua kekacauan yang telah dia perbuat. hans membereskan tempat tidurnya yang nampak acak acakan. betapa terkejutnya saat hans melihat bercak darah yang sudah mengering berada disepreinya. hans segera melepas seprei tersebut lalu menggantinya dengan yang baru. setelah beres. hans memunguti semua pakaian yang berserakan dilantai.