
" ya udah, wajahnya jangan ditekuk gitu donk, entar cantiknya hilang loh?" goda maya tersenyum. nita dan ririn ikut tersenyum.
selama hampir 2 jam acaranya berlangsung akhirnya acara baksos yang dimulai hari ini resmi dibuka. masyarakat sekitar begitu antusias mengikuti acara tersebut. banyak sejak pagi tadi sudah datang untuk mendaftarkan diri. dengan membawa KTP sudah bisa periksa kesehatan gratis dan berobat gratis. menerima bayi, anak2, dan lansia.
suasananya benar2 ramai membuat maya, anita dan ririn sangat sibuk melayani mereka. ada yang sekedar konsultasi, ada yang menggoda para dokter muda yang mengikuti kegiatan itu. termasuk maya, anita dan ririn. banyak ibu2 yang ingin menjodohkan anak pria mereka pada anita, maya dan ririn tapi dibalas dengan senyuman.
disana disediakan makanan gratis, ada berbagai macam permainan, perlombaan berhadia dan hal2 menarik lainnya. tak terasa sudah pukul 03.00 anita, maya, dan ririn masih sangat sibuk melayani para pasien sampai jam makan siang pun mereka lewatkan.
" dokter maya, dokter anita dan dokter ririn. istirahat dulu ya. ini aku bawakan makanan. dari tadi kalian terlalu sibuk sampai jam makan siang terlewatkan " kata perawat nisa.
" iya suster nisa, makasih ya. tolong tutup dulu ruang pemeriksaannya biar kita istirahat sejenak" kata maya.
" baik dok" kata nisa lalu memberi pengumuman kepada para pasien untuk sementara pemeriksaannya ditutup bisa pindah ketempat lain karena dokternya sedang berisyirahat.
" rin...nit...yuk makan dulu gih, semangat sih semangat...tapi tubuh kita juga butuh tenaga biar tidak drop" kata maya.
__ADS_1
" iya...iya...bu dokter" kata nita dan ririn tersenyum. lalu mereka mengambil kotak makanan yang ada diatas meja lalu melahapnya hingga tak tersisa.
mereka pun mengobrol bahkan sesekali tertawa kala mengingat tingkah laku para pasien ada yang menggoda, menjodoh2kan dengan anak mereka, dan ada juga ibu2 hamil yang nyubit pipi mereka. belum lagi meladeni pertanyaan2 aneh2 dari para pasien seolah2 tempat pemeriksaan jadi biro jodoh juga 😂😁. saking asik ngobrolnya sampai maya, anita dan ririn tidak mengetahui kedatangan seseorang.
" ehemm...deheman seseorang mengalihkan perhatian mereka kesuara tersebut.
" hay...rendi..." sapa maya terkejut begitu juga dengan anita dan ririn tak kala terkejut melihat siapa yang datang berkunjung.
" hay may...anita...ririn..." sapa rendi menjulurkan tangan pada ketiga wanita yang amat dikenalnya. maya, ririn dan anita membalas uluran tangan rendy dengan senyuman.
" gimana kabar kalian? gak nyangka ya bisa bertemu dengan kalian lagi dan hebatnya lagi ketiga wanita ini sudah menjadi seorang dokter. sesuai harapan kalian dulu. wah, hebat banget. jujur gue hampir pangling lihat kalian loh..." kata rendi tersenyum
" lo sekarang juga hebat rend, udah jadi pengusaha termuda yang sukses. kita juga sampai pangling lihat lo waktu dipodium. lo keren banget..👍?" kata ririn bangga. namun nita hanya terdiam.
" gimana acaranya...semoga kalian betah ya?" kata rendi
__ADS_1
" acaranya ramai banget. benar2 diluar persepsi kami. kami senang lihat antusias masyarakat yang berbondong2 datang kemari" kata maya senang
" syukurlah kalau begitu...ya udah kalian lanjut lagi ya, gue masih pengen keliling memantau kegiatan ini. sorry gue gak bisa lama2 ngobrol ma kalian?" kata rendi gak enak sambil sesekali melirik anita yang hanya terdiam
" iya lo tenang aja...kita ngerti kok orang kaya lo kan super sibuk...hehehe..." goda ririn
" ya udah gue tinggal dulu...lain kali kita ketemu lagi, bye..." kata rendi tersenyum lalu meninggalkan tenda milik maya, anita dan ririn.
" nit...lo kenapa dari tadi diam aja?" kata ririn bingung
" hmmm...gue juga bingung rin mo ngomong kaya gimana? apa gue harus merasa senang atau sedih. hati gue rasa gado2" kata nita sedih
" mau donk kalau gado2...hahaha" kata maya lalu mereka tertawa.
" dah ah lanjutin lagi kerjanya...gak lihat apa banyak pasien ngantri" tutur ririn
__ADS_1
" oke" kata nita dan maya semangat.
pemeriksaan yang anita, maya dan ririn lakukan tutup pada pukul 06.00 sore. akhirnya selesai sudah untuk hari ini. lagian pasien juga tinggal beberapa orang saja. usai memeriksa semuanya. maya, anita dan ririn segera membereskan semua alat2 pemeriksaannya. sebelum mereka pulang.