Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 12


__ADS_3

reyhan mengendarai mobil laboriginnya berwarna hitam masuk dalam kawasan restorant mewah salah satu dijakarta berhenti didepan pintu masuk restorant itu. disana sudah ada hans yang menunggu mereka.


reyhan, maya, anita dan ririn pun turun dari mobil reyhan. reyhan melemparkan kunci mobil kesalah satu security untuk memarkirkan mobilnya.


reyhan dan hans berjalan terlebih dahulu diikuti tiga gadis cantik.


mereka duduk disalah satu meja yang sudah dipesan khusus oleh hans. pelayan datang dan mencatat semua pesanan mereka. terlihat reyhan dan hans sedang memikirkan sesuatu.


" mas, ada apa? dari tadi aku lihat seperti ada sesuatu yang mas pikirkan?" kata maya penasaran memecahkan keheningan.


" hhhuufffttt...sebenarnya mas berat banget tapi..." perkataan reyhan dipotong oleh maya.


" udah gak apa2 kok mas, ngomong aja" kata maya tersenyum sambil menggenggam tangan reyhan.


" sebenarnya bsok mas dan hans harus keluar negri selama 3- 4 bulan. mas sedang membangun cabang baru disana dan kedatangan mas sangat diperlukan disana. seandainya hal ini bisa diwakilkan dengan senang hati tapi pihak investor disana tidak mau menanamkan modalnya kalau bukan mas dan hans yang tangani langsung. mas bingung harus bagaimana sedangkan kamu baru aja datang tapi mas dah mau ninggalin kamu" kata reyhan sedih


" ya udah gak apa2 kok mas, maya bisa sendiri disini kan ada ririn dan anita yang selalu nemenin maya" kata maya tersenyum meski sebenarnya hatinya begitu sedih, ingin rasanya dia menangis karena sekian lamanya baru berjumpa sudah mau ditinggal pergi untuk waktu yang lama. namun maya berusaha menutupinya dengan senyuman.

__ADS_1


" kamu yakin sayang gak apa2 mas tinggal, atau kamu mau ikut bersama mas" kata reyhan khawatir


" beneran mas, maya gak apa2. maya bisa aja ikut tapi bsok hari pertama maya koas dirumah sakit gak mungkin maya tinggal pergi" kata maya sedih.


" iya sayang mas ngerti kok" kata reyhan tersenyum


" kak rey, gak usah khawatir kan disini ada nita dan ririn yang bakal selalu jagain maya? kata nita tersenyum


" iya kak rey, dijamin gak bakal lecet secuil pun?" goda ririn.


semuanya akhirnya tertawa....obrolan canda tawa mereka terhenti saat pelayan datang membawakan pesanan mereka. setelah para pelayan pergi mereka dengan semangat menyantap makanan yang tadi mereka pesan.


pukul 04.00 maya sudah bangun. maya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. 10 menit maya melakukan ritual mandinya. usai membersihkan diri maya keluar kamar mandi sudah mengenakan pakaian lalu melaksanakan shalat subuh. setelah itu maya membangunkan reyhan.


" mas...bangun mas..." kata maya sambil mengelus2 pipi mulus reyhan. reyhan yang meresakan sentuhan itu menggeliat lalu membuka matanya.


"hmmm...hoaaammm" reyhan meregangkan seluruh otot2nya.

__ADS_1


" buruan gih mandi ntar telat loh subuhanya kata maya yang duduk disamping reyhan yang masih terbaring. ketika maya hendak berdiri tiba2 reyhan menarik tangan maya hingga jatuh dalam pelukan reyhan.


" ahh...mas ihhh...jangan usil deh, maya mau masak dulu mas" kata maya


" tenang dulu sayang. biarkan seperti ini dulu...mas kangen banget ma kamu sayang...apa kamu merindukanku seperti aku yang selalu merindukanmu" kata reyhan mengecup kening maya


cup


maya merasa nyaman dalam pelukan hangat reyhan. pelukan ini yang selalu maya rindukan namun jarak terlamapu jauh memisahkan mereka waktu itu.


" iya mas, maya juga kangen ma mas reyhan" kata maya malu menyandarkan wajahnya didada bidang milik reyhan.


" kamu beneran gak apa2 sayang mas tinggal. masalahnya ini lama loh" kata reyhan sedikit cemas kalau harus meninggalkan maya


" ya...meski jujur rasanya berat sih tapi mau gimana lagi mas. mungkin ini karma buat maya karena pernah ninggalin mas" kata maya sedih tak terasa bulir bening jatuh membasahi pipinya. reyhan yang merasa kalau maya menangis lalu memegang kedua pipi maya dihadapkan ke wajahnya.


" sayang...jangan nangis...( mengusap air mata maya) kamu tidak salah, justru mas lah yang bersalah karena selama ini mas selalu acuh dan mengabaikanmu" kata reyhan mengecup kening maya.

__ADS_1


cup


" gak mas...maya yang salah seharusnya maya lebih bisa mengerti keadaan mas waktu itu...maya terlalu egois, cuman memikirkan diri sendiri tampa pernah mencoba memikirkan perasaan mas reyhan seperti apa. maya...." kata maya dengan tangisan yang pecah tak dapat dibendung lagi. ucapan maya terputus saat jari reyhan menutup mulut maya.


__ADS_2