Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
KEPULANGAN REYHAN 2


__ADS_3

ada didalam lemari meja belajar mas" kata maya. lalu reyhan berjalan untuk mengambilnya dengan segara kembali dengan membawa kotak P3K.


" sini kakinya" ujar reyhan sambil memberikan salep dengan hati2 pada kaki maya yang nampak memar.


" dasar ceroboh...lain kali harus hati2..." sambung reyhan


" iya mas, makasih" kata maya tersenyum manis melihat reyhan yang usai mgoleskan salep pada kakinya.


tok...tok...tok...


"masuk aja pintunya gak dikunci..." sahut maya


ceklek...


terlihat hans yang berada dibalik pintu...


" ada apa hans?" tanya reyhan


" apa kita bisa bicara sebentar rey, maaf maya reyhannya aku pinjem bentar ya, tenang aja gak bakal lama kok?" goda hans nampak wajah maya bersemu merah tersipu malu


" cih, berhentilah kau menggoda istriku hans, yuk kita bicara diluar?" kata reyhan lalu berjalan keluar kamar diikuti hans dari belakang.


reyhan dan hans berdiri dibalkon

__ADS_1


" ada apa hans?" tanya reyhan


" bsok kita harus balik dengan segera ke indonesia. jawab hans


" apa ada masalah hans?" ujar reyhan


" salah satu proyek yang ada ditanggerang bermasalah rey... semuanya sudah aku urus, bsok pagi kita berangkat" jelas hans


" oke, ya udah lo istirahat dah, gue juga pengen istirahat. dibalas anggukan oleh hans dan mereka menuju kekamar masing2.


reyhan, hans dan frans menginap diapartemen maya. nita dan ririn tidur sekamar dikamarnya nita sedangkan kamar ririn ditempati oleh hans dan frans.


saat reyhan masuk didalam kamar nampak maya sedang berbaring diatas tempat tidur. reyhan yang melihatnya pun tahu kalau maya lum tertidur.


" kau lum tidur may?" tanya reyhan


deg...


kenapa jadi gugup gini se...tidur dalam satu ruangan? aduh, pikiran gue dah mulai ngaco deh...kata maya dalam hati


" gak, kau gak akan kemana2 temani mas tidur diatas ranjang, kita kan dah suami istri jadi gak ada salahnya tidur seranjang kan?" kata reyhan polos


" ta..tapi mas,..." kata maya terputus

__ADS_1


" usssttt, gak ada bantahan. lagian cuman tidur bersama tapi kalau mau yang lebih juga gak apa2 kok" kata reyhan menggoda diseringai senyum licik


" cih, dasar mesum..." ujar maya lalu berbaring dan tidur membelakangi reyhan. reyhan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


" mas, janji gak bakal nyentuh kau sampe kau benar2 siap dan juga mencintai diriku seperti aku mencintaimu maya" kata reyhan dalam hati reyhanpun ikut merebahkan diri tak berapa lama reyhan dan maya larut dalam dunia mimpi mereka.


terdengar suara adzan subuh berkumandan dari hp maya. maya mengerjapkan mata perlahan2 tangannya meraba2 untuk mengambil hpnya dan mematikannya. ketika hendak bangun maya merasa ada tangan besar kekar melingkari pinggang rampingnya. maya membalikkan badan dipandangnya wajah reyhan yang masih begitu lelap.


" kau tetap begitu tampan meski dalam keadaan tertidur, meski terkadang kau begitu menyebalkan namun saat bersamamu aku merasa begitu nyaman. bulu matanya begitu lentik, bibirnya seksi banget, ingin rasanya gue gigit" gumam maya tersenyum tampa maya sadar tangannya sudah membelai wajah tampan reyhan. sebenarnya sedari tadi reyhan terbangun kerena suara adzan yang maya gunakan sebagai alaram dihpnya tapi reyhan sengaja berpura2 tidur.


" suamimu emang tampan kok, makanya begitu banyak wanita yang mengejarnya namun cuman kau yang berhasil memilikinya. jadi berbanggalah..." kata reyhan dengan senyum menyeringai.


" dasar narsis...dah ah, aku mau shalat subuh dulu" kata maya lalu melepaskan rangkulan tangan reyhan, bangun lalu menuju kekamar mandi membersihkan diri.


setelah maya keluar. reyhanpun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. usai membersihkan diri maya sholat terlebih dahulu setelah itu dia menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan. setelah usai ritual mandi reyhan segera melaksanakan shalat .


nampak maya sedang sibuk berkutat dengan wajan penggorengan.


" may, gi buat sarapan apa?" tanya ririn mendekat


" eh, lu rin, udah bangun...iya ne, gue gi buat sarapan nasi goreng dan telur ceplok" jawab maya santai


" ya udah biar gue yang goreng telurnya ya? kata ririn menawarkan diri

__ADS_1


" oke, nita dah bangun?" tanya ririn


" udah tuh, dianya tadi gi shalat makanya gue tinggal tuk buat sarapan. eh rupanya lo dah didapur? kata ririn tersenyum.


__ADS_2