
"udah tuh, dianya tadi gi shalat makanya gue tinggal tuk buat sarapan. eh rupanya lo dah didapur? kata ririn tersenyum. mayapun mengangguk
akhirnya nasi goreng dan telur ceploknya udah selesai di hidangkan diatas meja...maya dan ririn membereskan dapur. tak lama kemudian nita datang
" sory gue telat ya bantunya?" kata nita
" dah sono buatin minum dulu gih, lo buat teh 3 dan kopinya biar gue yang buat. oia rin tolong panggilin hans dan frans untuk sarapan" kata maya
" asiiiaapp" kata ririn dan anita bersamaan.
usai membuat kopi dan meletakkan diatas meja. maya melangkahkan kaki menuju kamarnya. saat membuka pintu nampak reyhan sedang bersiap2 memakai stelan jasnya.
"mas reyhan pagi2 gini dah rapi. mau kemana?mungkin dia mau ketemu klien kali" pikir maya
" mas..." kata maya dan reyhan menoleh kearah maya dan memberikan dasi pada maya.
" mas mau maya memasangkan dasi" kata maya gugup.
" lalu yang mau masangin siapa kalau bukan istri mas" goda reyhan buat maya tersipu malu membuat wajahnya nampak memerah seperti kepiting rebus.
dengan telaten maya memasangkan dasi dileher reyhan. reyhan nampak begitu gagah. tampa sadar reyhan langsung mengecup kening maya
cup
__ADS_1
mendapat perlakuan tersebut membuat maya senyam senyum jadi malu, gugup, dan salah tingkah. tapi maya berusaha menetralkan perasaannya agar reyhan tak mengetahui
" udah rapi...mas sarapan dulu yuk, dah ditunggu ma anak2.." kata maya tersenyum dibalas anggukan oleh reyhan.
maya dan reyhan keluar dari kamar. nampak hans, ririn, frans dan anita sudah duduk manis dikursi meja makan. maya dan reyhan pun segera ikut bergabung dengan mereka.
tak ada suara obrolan dari mereka selama sarapan berlangsung. semuanya sibuk dengan pikiran mereka masing2. hanya suara dentingan sendok yang berbunyi ditengah kesunyian saat ini.
reyhan menyudahi sarapannya yang terasa nikmat. sehingga mengabiskan 2 piring nasi goreng yang membuat hans dan frans merasa heran. karena tidak biasanya reyhan kalau sarapan akan makan sebanyak itu.
" gila masakan kakak ipar emang enak banget tiada duanya. sampe babangku yang ganteng ini makannya lahap bange sampe habis 2 piring" goda frans menggeleng2kan kepala serasa tak percaya
reyhan tak memberikan respon apapun. dia hanya tetap memasang wajahnya yang datar tampa ada ekspresi apapun.
" may, pagi ini aku harus balik ke indonesia" kata reyhan
" appa...mas akan pulang" kata maya sedih karena reyhan akan pergi jauh darinya.
" mas gak bisa lama2 disini. karena harus mengurus perusahaan mas yang ada diindonesia" kata reyhan sedih
" iya...aku tahu itu" kata maya sedih dengan mata yang sudah berkaca2
" berikan hpmu..." kata reyhan
__ADS_1
" un...tuk apa mas?" tanya maya bingung
" mas gak suka ada bantahan" kata reyhan tegas tampa pikir panjang dengan cepat maya langsung memberikan hpnya pada reyhan karena takut kalau reyhan akan marah.
" hans..." panggil reyhan lalu hans memberikan sebuah hp merek apple keluaran terbaru nampak begitu mewah.
" kau gunakan hp ini, disini sudah ada noku, no hans, no frans, no nita dan ririn. jadi kalau ada apa2 kau harus hubungi aku, hans atau frans. tapi selama kau disini kau bisa menghubungi frans bila ada sesuatu yang menyulitkanmu...paham" kata reyhan panjang lebar.
" iya, aku ngerti tapi hpku..." kata maya
" hp ini aku sita...aku gak suka kau berhubungan dengan pria manapun terkecuali aku. cepatlah selesaikan studymu dan cepatlah pulang. aku akan menunggumu..." kata hans pada maya dibalas anggukan tampa terasa bulir2 kristal membasahi pipi maya.
ririn, nita, hans dan frans juga merasa iba atas kesedihan maya yang harus berpisah lagi dengan orang terkasihnya
reyhan yang melihat itu dengan sigap memeluk maya dan menghapus air mata yang membasahi pipinya. lalu mengecup kening istri kecilnya itu
cup
" jangan ada air mata lagi yang membasahi pipimu key,..." kata reyhan menenangkan membuat hati maya sedikit tenang lalu maya membalas dengan anggukan lau tersenyum manis.
" untuk ririn, anita dan frans. titip maya ya, kalau ada apa2 segera hubungi aku. aku pamit...assalamu alaikum
" waalaikum salam" sahut maya, ririn dan anita. reyhan, hans dan frans sudah keluar meninggalkan apartemen mereka dan segera menuju kebandara.
__ADS_1