Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 33


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan puku 16.00 sore. tiba2 pintu ruangan kantor reyhan terbuka tampa ada suara ketukan terlebih dahulu. nampak hans berjalan lesuh dengan penampilan yang acak acakan seperti orang yang tak terurus. membuang diri duduk disofa.


reyhan yang sudah selesai dengan pekerjaannya menutup laptopnya dan membereskan semua berkas2nya diatas meja kerjanya. reyhan segera menghampiri sahabatnya tersebut. maya yang melihat keadaan hans merasa khawatir.


" ada apa dengan hans, kenapa tampangnya sangat pucat terlihat seperti orang frustasi gitu. apa ada sesuatu?" kata maya dalam hati bingung. reyhan pun demikian merasakan hal yang sama dengan maya.


" hay... lo kenapa hans? lo kan lagi sakit...lihat aja tu muka lo dah pucat kaya mayat hidup. bukannya istirahat dirumah lo malah keluyuran kemari?" tanya reyhan bingung. maya pun memperhatikan percakapan kedua sahabat tersebut.


" gue gi pusing rey..." kata hans memijit pelipisnya yang terasa sakit.


" ya udah mumpung maya disini biar dia periksa lo deh hans, gue khawatir lihat keadaan lo" kata reyhan cemas.


" iya kak, sini biar maya periksa keadaan kakak hans. muka kakak pucat banget" kata maya khawatir.


" bukan itu rey...may..." kata hans terlihat frustasi. membuat maya dan reyhan saling menatap lalu mereka melihat hans kembali. keduanya nampak bingung dengan perkataan hans.

__ADS_1


" lalu ada apa hans, sumpah gue gak pernah lihat lo kaya gini ada aapa? cerita ma gue hans sapa tau gue bisa bantu" kata reyhan meyakinkan


" lo masih ingat gak kejadian 9 tahun lalu dengan gadis yang gue pernah cerita. nyelamatin gue dari pengejaran anak buah black lion " kata hans.


FLASH BACK


sore hari ririn yang baru pulang dari kediaman rumah maya dengan masih mengenakan seragam SMP. ririn baru selesai mengerjakan tugas kelompoknya bersama maya dan teman2 sebayanya di rumah maya. kebetulan rumah maya tak terlalu jauh dari sekolah mereka.


teman2 yang lainnya sudah pulang dijemput oleh orang tuanya sedangkan ririn pulang sendiri. saat itu maya ingin mengantarkan ririn pulang tapi ririn merasa tidak enak lagian juga rumah ririn tak terlalu jauh dari rumah maya.


ririn yang melihat itu sontak kaget, dan menutup mulutnya tak percaya melihat apa yang terjadi dihadapannya. dengan akal bulus ririn. ririn menyalakan serinai polisi yang ada dihpnya dengan keras. lalu ririn berteriak...


" pak polisi...tolong...toloooonngggg pak...ada orang dipukul pak....tolooonggggg...." teriak histeris ririn


membuat para preman2 itu tiba2 panik lalu meninggalkan pemuda itu sendiri tergeletak bersimbah darah dengan hujan yang mulai turun rintik2. ririn berlari mendekati pemuda itu. entah gimana keadaannya apa masih hidup atau sudah meninggal. ririn sangat khawatir melihat keadaan pemuda itu.

__ADS_1


ririn mendekati pemuda itu dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. nampaknya tangannya kena luka tembak. wajahnya babak belur karena habis dihajar. ririn menyentuh dan mengecek denyut nadinya. ternyata pemuda itu masih hidup.


" too...long...akuuuu..." kata pemudah itu lemah lalu tak sadarkan diri...


" hey...hey...bangun...jangan mati dulu donk..." kata ririn panik menepuk2 kedua pipi pemuda itu. ririn segera berlari dan meminta bantuan. tak lama ririn datang dengan beberapa pria dewasa sekitar usianya 40 an. mereka mengangkat pemuda itu yang bernama hans. tapi saat itu ririn tak mengetahui ataupun mengenalnya sama sekali.


tak lama ada mobil yang datang. selama perjalanan hans sempat tersadar sejenak melihat wajah ririn sekilas lalu pingsan tak sadarkan diri. lalu mereka tiba dirumah sakit.


FLASH BACK OFF


reyhan berfikir sejenak lalu mengingat apa yang diucapkan oleh hans.


" iya..tapi maksudnya gimana hans. gue gak ngerti?" kata reyhan bingung.


" lo tau selama ini gue udah nyari2 keberadaan gadis itu...bahkan gue dah nyuruh anak2 tuk cari tahu siapa gadis itu. ternyata rey, gadis itu tak pernah jauh dari hadapan gue. dia selalu ada disekitar gue rey...gadis itu adalah ririn rey...( reyhan melongo tak percaya dengan ucapan hans) iya rey, dia ririn. kemarin bram nemuin gue dan ngasih gue data2 gadis itu " kata hans lalu memberikan sebuah amplop coklat pada reyhan.

__ADS_1


__ADS_2