Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 42


__ADS_3

hans menutup pintu mobilnya lalu berlari sedikit masuk kedalam mobilnya dengan cepat. lalu hans menghidupkan meain mobilnya dan melajukannya meninggalkan rumah sakit.


" kak hans...mau bawah ririn kemana sih" kata ririn kesal. hans hanya terdiam dan terus fokus dengan menyetir.


" kak hans...hentikan mobilnya, ririn mau turun. ini sama saja dengan penculikan tau gak sih haah" teriak ririn kesal tapi hans tetap acuh mengabaikan ririn.


" kak hans...sebenarnya maunya apa sih, sudah tak ada apapun yang mesti kita bahas. ririn mau kembali kerumah sakit. ririn masih banyak pekerjaan dan pasien yang harus ririn tangani...dengar gak sih kak hans" teriak ririn menggoyang2kan badan hans. membuat hans nampak berdengus kesal lalu menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


melihat ririn yang sedari tadi mengoceh terus menerus membuat telinga hans terasa panas. hans menarik tangan ririn lalu mencium bibir ririn makain lama ciuman itu berubah menjadi lumatan yang begitu nikmat. ririn yang awalnya terkejut akhirnya membalas ciuman hans. entah mengapa ciuman itu tak bisa ririn tolak pikirannya tak sejalan dengan tubuhnya yang tak menolak dengan apa yang hans lakukan.


lama mereka berciuman membuat hans dan ririn terbawa suasana ingin melakukan hal yang lebih dari sekedar itu. tapi hans berusaha mengendalikan diri lalu melepaskan ciuman itu. jantung ririn berdetak begitu kencang. wajahnya bersemu merah menahan malu.


" ehem...kamu tu cerewet banget ya, bisa diam gak sih" kata hans tegas lalu melanjutkan kembali perjalanan mereka yang tertunda.


" ta..tapi...kita mau kemana kak" kata ririn gugup menunduk malu.


" cukup...jangan ada bantahan lagi..." tegas hans dengan tatapan tajam membuat ririn bergidik ngeri dan tak berani berbicara lagi.

__ADS_1


ririn sangat kesal dengan apa yang hans lakukan padanya, ririn terus memperhatikan jalan dibalik jendela mobil. tak lama kemudian hans memberhentikan mobilnya disalah satu gedung membuat ririn terkejut.


deg...


" KUA...ngapain kita kesini kak" tanya ririn bingung. hans hanya diam lalu turun dan membukakan ririn pintu mobil.


" turun..." kata hans dengan wajah yang dingin


" gak...sebelum kakak jawab ngapain kita kesini" tegas ririn. mendengar penolakan dari ririn membuat hans nampak begitu kesal.


" aappaaa...gak usah ririn bisa turun sendiri" kata ririn gugup ketakutan.


ririn turun dengan berjalan pelan berada dibelakang hans yang berjalan didepannya. merasa ririn tertinggal agak jauh hans berdecak kesal.


" cih, gadis ini benar2 ya menguji kesabaran gue banget" decak kesal hans lalu berjalan menghampirir ririn.


tampa banyak kata hans memegang tangan ririn dan menariknya berjalan memasuki ruangan kantor KUA. sesampainya didalam ririn benar2 sudah tak dapat menahan amarahnya lagi. dengan keras ririn menghentakkan tangan hans hingga genggaman tangan hans terlepas.

__ADS_1


" maksud kakak bawa ririn apa hahh" bentak ririn


" kita akan menikah" jawab hans santai


" appaaa...menikah, kakak sudah gila ya, ririn tidak mau menikah" kata ririn tegas.


" saya tidak perduli apa pendapat kamu....semuanya sudah tidak bisa diubah lagi rin, mau tidak mau...suka tidak suka hari ini kita akan menikah mengerti" kata hans memengang dagu ririn hingga wajah mereka sangat dekat.


ririn merasa gugup, jantungnya berdebar tak beraturan. badannya serasa lemas.


" tapi gak mungkin kita menikah tampa kehadiran wali atau orang tuaku kak hans. ririn belum meminta restu pada mereka" kata ririn menangis. hans tersenyum melihat tingkah ririn.


hans memberi kode pada seseorang tak lama kemudian betapa terkejutnya ririn melihat ayah, ibu dan kedua adik kembarnya ada disana. tidak hanya itu ada reyhan, maya, anita dan rendi. ririn benar2 tidak menyangka kalau semuanya ternyata sudah direncanakan secara matang oleh hans.


" ayah...ibu...si kembar...kalian kok bisa ada disini?" tanya ririn bingung. ayah, ibu dan sikembar tersenyum melihat ekspresi ririn.


" rin, seminggu yang lalu nak hans dan nak reyhan datang kerumah untuk melamar kamu. maafin ayah dan ibu tidak memberitahukan semuanya kepadamu rin. nak hans sudah menceritakan semua apa yang terjadi antara kalian. awalnya ayah sangat marah dan tidak mau menerima nak hans tapi dengan kegigihan nak hans akhirnya ayah menyetujui dan menerima lamaran nak hans. nak hans orang yang baik nak...ayah yakin dia bakal bisa jagaiin ririn dan ngebahagiain ririn. dengan ririn menikah, ayah dan ibu sudah merasa tenang kalau kamu disini sudah ada yang jagain. mau ya ririn menikah dengan nak hans" jelas ayah tersenyum dan ibu menganggung tersenyum berharap ririn mau menerima lamaran hans.

__ADS_1


__ADS_2