Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 37


__ADS_3

RUMAH SAKIT


pagi2 ririn sudah datang kerumah sakit untuk melapor diri. akan kehadirannya kembali setelah ririn mengambil cuti selama seminggu. banyak laporan yang harus ririn kerjakan meskipun maya sudah mengerjakan sebagian pekerjaannya tapi ririn juga tak bisa lepas tangan penuh dengan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya.


pukul 08.00 pagi maya baru sampai kerumah sakit. dilihatnya ririn tengah sibuk dengan tumpukan berkas2 yang harus ririn selesaikan.


" pagi rin..." sapa maya tersenyum


" pagi may..." jawab ririn yang masih fokus dengan berkas2 yang ada ditangannya.


" oke rin, gue duluan ya...kalau lo gak sempat ke poli umum gak apa2 kok. nanti gue dan dr. anita yang akan hendel semuanya" kata maya kebetulan anita juga sudah datang.


" iya rin, lo tenang aja ya... ya udah kita duluan ya bebz" ujar anita.


" thank's bebs...kalian emang sahabat gue paling baik" kata ririn memeluk maya dan anita bersamaan.


maya dan anita meninggalkan ruang dokter lalu menuju ke ruangan poli umum yang terlihat sudah banyak pasien yang sedang mengantri.

__ADS_1


pukul 12.00 siang. terlihat hans datang kerumah sakit. hans nampak begitu gagah dengan pakain formalnya seperti baru datang dari kantor. wajahnya juga sudah nampak mulus lagi tak ada bekas lebam.


hans berjalan menuju ruangan dokter namun tampak sepi. tiba2 ada suster lewat dan hans menghampirinya.


" permisi sus..." sapa hans sopan dengan tatapan datar. suster itu terdiam terpukau atas ketampanan pria yang saat ini berada didepannya.


" gila nih cowok ganteng banget. semalam gue mimpi apa ya bisa ketemu cowok secakep dia" gumam suster itu


" sus...sus...hallo..." kata hans bingung melambai2kan tangan didepan wajah suster tersebut membuat lamunannya buyar.


" eh...iya mas maaf. ada yang bisa saya bantu?" kata suster itu tersenyum menggoda


" dr. ririn ada mas tapi bu dr. ririn sedang sibuk menangani pasien diUGD yang baru saja masuk karena kecelakaan" jelas suster itu.


" hmm...oke makasih" kata hans lalu pergi meninggalkan perawat itu yang masih tertegun dengan pesona dari hans.


" hay rita...lo ngapain bengong disini. tu dr. ririn nyariin lo?" kata suster siva. rita yang tadinya bengong tersadar kalau orang yang ada dihadapannya tadi sudah pergi entah kemana. ritapun segera kembali ke ruang UGD.

__ADS_1


setiap hari hans selalu datang kerumah sakit. tidak pagi, siang dan malam. hans selalu berusaha untuk mencoba bertemu dengan ririn tapi ririn selalu berusaha menghindarinya. maya dan anita bisa melihat itu. terkadang maya dan anita merasa kasihan melihat hans yang bersusah payah untuk bertemu ririn tapi seolah2 ririn selalu mengabaikan kedatangan hans dirumah sakit.


ririn bukannya marah atau benci terhadap hans tapi ririn tetap masih merasa belum siap untuk bertemu dengan hans secara langsung. selama 2 minggu hans bolak balik datang kerumah sakit pantang menyerah hanya untuk bertemu dengan ririn tapi tetap saja ririn dengan segudang alasan untuk menghindari bertemu dengan hans. hans juga sudah merasa jengah dengan sikap ririn yang seolah2 mengabaikannya.


sekarang sudah pukul 21.00 malam. hari ini maya, anita dan ririn mendapat shift malam. suasana rumah sakit nampak mulai sepi yang hanya berlalu lalang cuman para perawat dan dokter.


terlihat hans terduduk dikursi panjang milik rumah sakit. pikiran hans benar2 kacau. hans bingung harus bagaimana lagi biar ririn mau menemuinya sekali saja. maya dan anita yang melihat hans duduk termenung mendekatinya


" kak hans..." sapa maya dan anita tersenyum


" eh...anita...maya..." kata hans tersenyum


" kak hans pasti datang untuk menemui ririn lagi kan? tapi ririn masih tak ingin menemui kakak" tebak maya


" hhuuffttt....ya gitulah may, gue benar2 bingung harus mesti bagai mana?" kata hans yang mulai putus asa.


" kak hans yang sabar ya...gue ngerti kok. tapi mungkin ririn masih butuh waktu kak buat nemuin kak hans" kata anita turut sedih melihat kondisi hans seperti itu

__ADS_1


" mau sampai kapan nit...gue hanya ingin ngomong ma dia...gue gak bakal nyakitin dia kok" kata hans yang mulai frustasi.


" ya sudah kak hans tunggu disini sebentar ya. biar anita temani kakak disini. maya ada sedikit urusan" kata maya lalu pergi meninggalkan hans yang masih dengan posisi menunduk sambil memijit pelipisnya yangbterasa sedikit pusing.


__ADS_2