
reyhan yang sedang duduk dikursi kebesarannya dengan tampang yang sangat datar. ekspresi wajahnya sangat sulit diartikan. sedangkan hans dengan setia selalu mendampingi reyhan kemanapun dan dimanapun reyhan berada.
tak lama kemudian anton datang dengan wajah yang begitu pucat diselimuti ketakutan akan kemarahan dari bosnya.
" ton, ada apa denganmu. mana tahananya? kenapa kamu datang sendiri?" kata frans tegas
" maaf bos semua tawanan telah meninggal akibat keracunan. setelah diselidiki mereka menyimpan racun mematikan didalam gigi mereka. dengan sekali gigitan racun tersebut langsung bekerja hanya butuh waktu 1 menit korban tak dapat tertolong" jelas anton
" siaaalll...berengs*k..ternyata mereka emang sudah merencanakan ini dengan matang...aaarrrgggg". geram reyhan.
" tenanglah reyhan...jangan terbawa emosi. gue takut ini hanya jebakan dari mereka" kata hans serius
" ya bang rey, apa yang kak hans bilang ada benarnya. untuk saat ini kita mesti harus lebih waspada lagi" kata frans
" hhh...apa yang kalian bilang ada benarnya. sekarang untuk kalian semua gue harap tingkatkan kewaspadaan dan lebih hati2 lagi " kata reyhan
" frans...bereskan mereka jangan sampai tertinggal jejak" kata reyhan menyeringai tersenyum licik. dibalas anggukan oleh frans. lalu reyhan pergi diikuti hans dari belakang meninggalkan frans dan anak buahnya.
reyhan dan hans keluar dari dalam markas lalu menuju keparkiran. mobil laborigin warna merah yang hans kendarai menuju mension reyhan. sesampainya disana. nampak pagar yang menjulang tinggi dengan otomatis terbuka sendiri, hanspun melajukan mobilnya masuk kedalam pekarangan yang begitu luas dengan banyak para pengawal yang sedang berjaga2...
__ADS_1
melihat mobil hans para pengawal segera berbaris menyambut kedatangan hans dan reyhan. salah satu pengawal tersebut dengan segera membukakan pintu mobil saat mobil hans berhenti tepat depan pintu mension.
ceklek...
reyhan dan has segera turun lalu disambut oleh para pengawal yang sudah berjejer rapih.
" selamat datang bos..." sapa para pengawal itu
reyhan dan hans hanya menganggukkan kepala dengan wajah yang amat datar tampa ekspresi apapun.
hans tiba2 melempar kunci mobil kepada salah satu pengawal tersebut dengan sigap pengawal itu menangkap kunci mobil yang hans lemparkan.
reyhan terus melangkahkan kakinya diikuti hans dari belakang masuk kedalam mension. lalu mereka duduk diatas sofa.
" rey, sebaiknya lo istirahat dulu, gue juga mau istirahat sebentar. hari ini rasanya sangat melelahkan" kata hans dan dibalas anggukan oleh reyhan.
hans dan reyhan kemudian melangkahkan kakinya menuju kekamar mereka masing2. sesampainya dikamar reyhan melihat maya sedang tertidur begitu pulasnya. reyhan mendekati maya secara pelan2 agar tak membangunkan maya dengan kedatangannya.
reyhan duduk disamping maya, lalu mengusap pucuk kepalanya.
__ADS_1
" maafkan mas sayang, gara2 mas kamu harus melalui semua ini" kata reyhan pelan lalu mengecup kening istrinya.
cup...
lalu reyhan melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya. 15 menit reyhan menyelesaikn ritual mandinya. reyhan keluar kamar mandi sudah menggunakan pakaian lengkap. kaos oblong putih dan celan pendek yang reyhan kenakan nampak begitu gagah. reyhan mendekati tempat tidur king sizenya lalu merebahkan diri tepat disamping maya. tak lama reyhan pun larut dalam dunia mimpinya.
#DIKAMAR HANS
usai membersihkan diri. nampak hans begitu segar dengan mengenakan kaos oblong berwarna biru dengan celana pendek berwarna biru. sambil rebahan pikirannya melayang kemana2.
" hmmm...ada apa denganku, kenapa rasanya ingin banget melihat ririn. hatiku serasa gelisah, jantungku pun berdetak begitu cepat saat memikirkannya. haaiissshhh...kayanya jantungku kurang sehat nih, gue harus pergi kedokter buat periksa" gumam hans
malam semakin larut hans mencoba memejamkan matanya.dia begitu gelisah, meski lelah yang begitu besar menderanya namun tetap tak dapat membuatnya terlelap. tampa hans sadari kakinya sudah melangkah kedepan pintu kamar ririn yang terletak tak jauh dari kamar hans.
" loh kok, gue malah kesini. aduh, kayanya ada yang salah ma otak gue" ujar hans sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.
tiba2 pintu kamar ririn terbuka sontak hans merasa terkejut karena ririn tiba2 membuka pintu kamarnya dan ririn juga sangat terkejut mrlihat reyhan berada didepan pintu kamarnya sambil memegang kepalanya.
" kak hans, ada apa? apa kakak sedang sakit?" tanya ririn kaget dan khawatir melihat hans yan wajahnya pucat sambil memegang kepalanya
__ADS_1