Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 25


__ADS_3

sepanjang malam ririn masih terjaga hingga saat ini dengan deraian air mata. tubuhnya terasa lelah tapi matanya enggan terpejamkan. ririn bangun dengan perlahan lalu turun dari atas tempat tidur agar tidak membangunkan hans. terasa dibagian selangkangannya begitu perih namun ririn berusaha menahannya dengan menggigit bibirnya agar tidak bersuara.


ririn melihat pakaiannya yang robek2 berserakan dimana2. ririn bingung dia mau pulang tapi pakaiannya saja sudah tak utuh..ririn ingat kalau ririn membawa pakaian serep didalam tas nya. ririn emang selalu menyediakan pakaian buat ganti kalau dia lagi lembur atau kena sift malam dirumah sakit.


dengan cepat ririn mengenakan pakaiannya lalu berjalan dengan tertatih2 keluar dari dalam kamar hans. ririn sudah tidak memperdulikan penampilannya seperti apa. yang ada dibenaknya untuk segera keluar dari apartemen hans. ditutupnya pintu dengan sangat pelan agar tak membangunkan penghuni rumah. ririn berjalan keluar dari apartemen sampai didepan sudah ada taksi online yang menunggu ririn dipinggir jalan yang ririn pesan sebelum keluar dari apartemen hans.


APARTEMEN RIRIN


sesampainya diapartemen ririn segera memasukkan id cardnya lalu memasukkan password. setelah terbuka ririn segera masuk dan mengunci pintu apartemennya. ririn berlari memasuki kamarnya langsung menuju kedalam kamar mandi. tampa melepaskan pakaian ririn menjalankan keran hingga air mengguyur seluruh tubuh ririn.


badan ririn terasa lemas, ririn duduk bersidekap memeluk kakinya dengan tangisan yang pecah. ririn berteriak histeris sekencang2ngnya...


"arrrggghhhhh.....kenapa kamu lakukan ini padaku kak hans...hiks...hiks...hiks..." kata ririn frustasi. ririn menjambak rambutnya


hatinya benar2 hancur dan kalut. ririn merasa dirinya begitu menjijikkan. dia merasa begitu murahan menjadi seorang wanita yang dengan mudahnya kesucian yang selama ini dia jaga telah direnggut oleh pria yang bukan suaminya. meskipun pria itu sangat dicintai oleh ririn.

__ADS_1


ririn menggosok2 seluruh tubuhnya hingga memerah. pikiran ririn sudah sangat kacau. ririn memandangi seluruh tubuhnya yang dipenuhi dengan tanda kiss mark. apa lagi dibagian leher dan dadanya penuh tampa jeda. air mata lilis terus mengalir hingga matanya membengkak.


ririn sangat kecewa dan marah pada dirinya sendiri. ingin rasanya ririn membenci hans namun ririn sadar apa yang dilakukan hans semuanya diluar kendali dirinya karena pengaruh dari obat perangsang itu.


ririn merasa tubuhnya mulai menggingil dengan segera ririn menyudahi mandinya lalu mengambil handuk dan segera berpakaian. ririn meringkung dibalik selimut. tubuhnya terasa sakit semua bahkan jiwanya juga terasa sangat sakit. ririn akhirnya tertidur karena kelelahan menangis.


# Apartemen maya


pukul 04.50 pagi. maya membuka kedua matanya, meregangkan seluruh otot2nya yang terasa amat kaku. maya memperhatikan wajah tampan reyhan yang masih terpejam. tersungging senyuman lebar dibibir maya kala mengingat kejadian semalam. wajahnya bersemu merah. maya dengan perlahan mengangkat tangan kokoh reyhan yang tengah merangkul pinggangnya.


buuukkkk....


maya terjatuh kedua selangkangnya begitu sakit, seluruh badannya juga merasa sakit dan lemas hingga kakinya tak mampu menopang tubuhnya.


reyhan yang mendengar suara jatuh langsung kaget terbangun. dengan cepat reyhan mengangkat maya ke kamar mandi.

__ADS_1


" mas...loh kok...gak usah mas. maya bisa jalan sendiri" kata maya kaget karena tubuhnya tiba2 saja reyhan mengangkatnya.


" kita mandi sama2 ya sayang" goda reyhan seraya menggendong maya masuk kedalam kamar mandi. maya hanya hanya bisa pasrah. kegiatan mandi mereka jadi begitu lama karena reyhan meminta sarapan paginya.


usai mandi reyhan dan maya segera menunaikan shalat subuh berjamaah. jam sudah menunjukkan puku 05.30 pagi. maya menyiapkan seluruh pakaian yang akan digunakan oleh reyhan hari ini. usai membantu reyhan berpakaian maya segera menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.


" duduk lah mas, maya buatkan roti slei kacang + kopi kesukaan mas ya?" kata maya tersenyum reyhan hanya mengangguk tersenyum. mata reyhan tak lepas terus menatap maya dan melihat semua apa yang dilakukan maya hingga tersedia didepannya roti slei kacang + kopi.


" kenapa mas menatapku seperti itu...( maya merasa malu) nih sarapan sudah jadi...makanlah nanti mas telat loh" kata maya tersenyum.


" mas kan udah sarapan" goda reyhan sambil mengedipkan sebelah matanya.


" ihhh...dasar mesum..." kata maya cemberut


" mesum juga ma istri sendiri kok" kata reyhan santai sambil menguyah roti yang sudah disediakan maya.

__ADS_1


__ADS_2