
2 tahun sudah kepergian maya. reyhan kini makin bersinar dalam dunia karirnya. tapi dalam dunia asmaranya masih redup. semenjak alex mengatakan kalau dia sudah tau keberadaan maya yang ternyata sedang melaksanakan studynya di sydne, Australia.
reyhan pun memiliki semangat hidup yang lebih baik. keinginannya untuk berjuang menjadikan maya sebagai pendamping hidupnya semakin kuat setelah merasa kehilangan maya karena kebodohannya yang terlalu menutup hati dan dirinya dalam dunia masa lalunya itupun juga tak lepas dari semangat sahabat2nya hans dan alex. itupun alex tau dari adik kesayangannya Anita. bahkan reyhan sudah mengirim mata2 dan penjaga khusus untuk selalu mengawasi kegiatan maya selama berada disana dan menjaga keselamatan maya, Anita dan ririn disana.
dikursi kebesarannya reyhan terlihat begitu sibuk berkutat dengan tumpukan berkas2 yang ada diatas meja kerjanya...tiba2 saja hans masuk tampa mengetuk pintu terlebih dahulu
" bisa gak se hans...kalau lo masuk ketuk pintu dulu" tegur reyhan tapi matanya masih fokus dengan berkas2 yang ada ditangannya.
" maaf bos kalau kurang sopan...tapi kali ini ada urusan yang sangat mendesak" kata hans
" ada apa hans ?" tanya reyhan tenang lalu menutup berkas yang dipegangnya dan meletakkannya diatas meja
" bsok...kita harus berangkat ke Ausi buat bertemu dengan pak Arnold sebelum beliau berangkat ke inggris." kata hans serius
__ADS_1
" hmm...bukannya janji pertemuanya bulan depan ya, kalau gak salah? tanya reyhan sambil melipat kedua tangannya didada
" seharusnya se gitu rey, tapi tadi Assisten pak Arnold menghubungiku. meminta tuk memajukan jadwal pertemuannya besok. karena lusa pak Arnold sudah harus berada diinggris. istrinya harus menjalani operasi secepatnya" kata hans serius
" okey...kamu atur aja dan siapkan aja semuanya" kata reyhan
pak arnold adalah salah satu klien reyhan dalam bisnis obat2n dan alat2 medis terbaik dan terbesar didunia. bisnis reyhan kini melebar kekesahatan. reyhan bahkan sudah membangun rumah2 sakit dihampir seluruh asia. reyhan juga sedang berencana membangun rumah sakit khusus untuk maya nantinya, setelah dia menyelesaikan studynya. rumah sakit itu akan dikeloka oleh maya. itulah janji reyhan pada dirinya sendiri sebagai tanda permintaan maaf atas segala kesalahan reyhan selama ini. karena reyhan tau itulah mimpi terbesar maya yang ingin memiliki rumah sakit sendiri. rumah sakit itu bernama R & M houspital yang dinaungi perusahaan reyhan R & H group namun maya lum mengetahui tentang hal itu.
" tenang..semuanya udah beres" kata hans lalu tomi dan sam pun masuk kedalam ruangan reyhan tuk melaksanakan rapat dadakan sebelum keberangkatan mereka ke Ausi besok.
" gimana kabar kamu maya, masih sudikah kamu menerima diriku setelah apa yang aku lakukan padamu. aku akan menebus semua dosa2ku padamu...apapun akan aku lakukan untukmu...asalkan kamu tetap berada disisku...mungkin aku bukanlah pria dan suami yang baik untukmu...maaf kan mas yang sudah begitu mengecewakan hatimu...namun kali ini mas berjanji dari lubuk hatiku yang paling dalam mas bakal ngebahagiain kamu dan menjadikanmu ratu diistana hatiku...
"rey...rey...hello..lo masih dengerin gw kan? kata hans kesel
__ADS_1
" ah...iya hans, ada apa?" tanya reyhan
" ya ampun gw dari tadi dah bicara panjang lebar lo gak...hhh...lo ngelamun rey ?" kata hans geram gak percaya dengan sikap reyhan
" tinggal lo jelasin ulang lagi kan beres" kata reyhan dengan tatapan mengintimidasi karena gak ingin perkataannya dibantah
" haiisssh...kenapa se bos gw kejam banget ...ah gak lebih tepatnya lebih sadis dari pada reyhan yang dulu. reyhan yang sekarang bener2 deh otoriter banget..."gumam hans dengan suara pelan
" hans gw denger lo bilang apa" kata reyhan dengan tatapan tajam
" cih, lagaknya.." cicit hans
" haaannnnsss...jangan sampe gw..."
__ADS_1
" oke...kita lanjutkan pembahasan projeknya" kata hans yang memotong perkataan reyhan karna dah tau apa yang bakal terjadi selanjutnya jika dia terus menggoda reyhan
sam dan tomi hanya tersenyum melihat tingkah kedua bosnya tersebut lalu mendapat tatapan tajam membunuh dari hans lalu merekapun hanya menunduk karena benar2 tidak berani membantah atau melakukan sesuatu hal yang tidak disukai oleh reyhan dan hans.