
pukul 23.00 maya tau sedikit lagi reyhan akan pulang. dengan cepat maya menyiapkan pakaian ganti dan air hangat yang sudah maya siapkan dalam bath tup. maya tak pernah menyiapkan makan malam karena setiap harinya maya selalu bertanya pada hans dengan melalui via sms atau wa. apakah reyhan sudah makan malam atau belum tapi selalu dijawab kalau mereka sudah makan bersama klien.
terdengar suara mobil yang memasuki perkarangan rumah. tak lama kemudian reyhan masuk dalam kamarnya. reyhan menekan saklar lampu. kamar yang tadinya gelap kini menjadi terang. reyhan melihat kamarnya yang sudah rapi dan sudah tersedia pakaian ganti. dibukanya kamar mandi sudah tersedia air hangat didalam bath tup. tampa reyhan sadari tersirat senyum dibibirnya.
" ternyata dia tetap menyiapkan segala keperluanku, meski selama ini aku selalu mengabaikannya" kata reyhan
reyhan segera melepas jas, dasi, kemeja dan celananya lalu menuju kekamar manding tuk berendam melepas segala kepenatan aktifitasnya hari ini. usai mandi dan berpakaian reyhanpun segera membaringkan diri...
sebulan sudah pernikahan reyhan dan maya. namun hingga saat ini lum ada kemajuan apapun dalam hubungan mereka. reyhan tetap dengan sikap dingin, acuh tak acuh dan cuek pada maya. biar bagaimanapun maya tetap manusia biasanya yang butuh perhatian apalagi terhadap suaminya sendiri namun sama sekali dia merasa tidak pernah dianggap keberadaannya oleh reyhan. terkadang maya menangis tuk sekedar meluapkan beban dihatinya.
beep...beep...beep...
" assalamu alaikum...rin, ada apa?" tanya maya
" lo gi apa say? " tanya ririn dari seberang tlp
" gi nyantai aja ne" jawab maya
" gw kerumah lo ya, kebetulan ada nita ne?" kata ririn
" woke...gw tunggu gak pake lama. hahaha" kata maya lalu menutup tlpnya.
15 menit kemudian ririn dan anita pun tiba dirumah reyhan.
__ADS_1
ting...tong...
pintu pun terbuka dan maya menyambut kedua sahabatnya yang amat dirindukan lalu berpelukan sudah seminggu mereka tidak bertemu.
" hay...gimana kabar kalian" kata maya
" ne seperti yang lo lihat" kata ririn dan anita
" yuk kekamar gw" ajak maya pada ririn dan nita. maya pun menggandeng kedua sahabatnya tersebut tuk menuju kekamarnya yang terletak dilantai 2.
" bi lastri..." panggil maya
" iya...nyonya " jawab bi lastri
" iya nya..." kata bi lastri langsung menuju kedapur
mayapun melanjutkan langkahnya bersama ke2 sahabatnya itu menuju kamarnya.
" ne kamar lo ?" tanya nita
" iya nit" jawab maya
" lo masih gak sekamar ama laki lo..." kata ririn
__ADS_1
" ya gitulah..." kata maya menunduk
" lah kok gitu se...emgnya kak reyhan lum nerima lo sebagai istrinya gitu...biar gimanapun kalian tuh dah nikah may...masa iya se suami istri kok tidurnya terpisah..." kata nita dengan nada yang agak meninggi
" sssttt...jangan ngegas juga kali nit " kata ririn
" iya...sory...sory...? kata nita memohon
tiba2 terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar
tok..tok...tok....
" masuk..." kata maya
bibi lastri pun masuk masuk sambil membawa nampan yang berisikan minuman dan cemilan untuk mereka bertiga lalu menaruhnya diatas meja.
" oke bibi makasih" kata mereka serempak
" sama2 non, nanti kalau butuh apa2 lagi jangan sungkan panggil bibi" kata bibi lalu pergi setelah dibalas anggukan dan senyuman dari maya, ririn dan anita.
setelah melihat bibi lastri pergi merekapun nelanjutkan percakapan yang sempat tertunda...
" ya gitu deh nit...rin...kami memang tinggal seatap tapi serasa bagai orang asing..tak ada sapaan atau sekedar basa basi. mas reyhan hanya sibuk dengan dunianya...dan aku...uuu...hiks...hiks..hiks..." mayapun menceritakan semua yang dialaminya selama sebulan ini hidup bersama reyhan bagai punguk merindukan bulan dengan deraian air mata yang sudah tak dapat terbendung lagi.
__ADS_1
ririn dan nitapun sungguh merasa terpukul mendengar cerita dari sahabatnya ini begitu menyedihkannya karena sama sekali gak dianggap sebagai seorang istri oleh lelaki yang menikahinya sebulan yang lalu meski mereka tau tak ada cinta dalam pernikahan maya dan reyhan.