
"rey...tenangkan dirimu kalau sikap lo kaya gitu, membuat mereka semakin takut" kata hans berbisik sambil tersenyum karena berusaha menahan tawanya melihat tingkah ketiga gadis tersebut.
" may, ngomong donk, jangan buat laki lo ngamuk diapartemen kita, ayo donk may..." kata nita dengan pelan memohon berharap maya bisa menenangkan kemarahan reyhan sambil menyenggol2 tangan maya dan ririnpun mengangguk
meski ada perasaan takut yang begitu besar akan menghadapi segala kemarahan reyhan atas semua perbuatan yang sudah maya lakukan. namun maya mencoba untuk tenang karena biar bagaimanapun reyhan tetap adalah suaminya yang patut dia hormati dan hargai.
maya menarik nafas dan membuangnya dengan kasar...huuufffttt....
" mas rey...maafkan sikap aku dan kedua sahabatku ini yang tidak menghargai dan menghormati mas." kata maya memohon sambil menunduk
" iya kak...kami minta maaf" kata ririn dan anita bersamaan
" hmmm" gumam reyhan sambil mengangguk tapi masih dengan tampang yang datar
" kalian silahkan duduk, dan aku akan buatkan minum untuk kalian" kata maya lalu menuju kedapur
nita, ririn, hans dan frans yang mendapat tatapan tajam seolah2 mengerti kalau mereka disuruh pergi dan tidak mengganggu momen mereka berdua.
" may...gue dan ririn kesupermarket dulu ya buat belanja bahan makanannya kan dah habis okey...kak rey, gue keluar dulu ya...bye..." kata nita lalu bergegas pergi dan disusul oleh ririn.
" eh...gue dan frans juga mau pergi...ya itu...mau nganter ririn dan nita belanja. kan gak baik kalau para gadis keluar sendiri malam2...bye" kata hans lalu bergegas pergi dan disusul oleh frans.
bruuukkk...suara pintu tertutup
__ADS_1
maya yang melihat tingkah laku anita, ririn, hans dan frans menjadi bingung sendiri..selepas dari itu maya akhirnya tersadar karena sekarang tinggal maya dan reyhan berada didalam apartemen membuat maya menjadi canggung...maya yang telah selesai membuat kopi buat reyhan menaruh gelasnya dalam nampan dan membawanya kearah reyhan lalu menaruhnya diatas meja.
" diminum mas kopinya" kata maya gugup sambil meremas2 ujung dres yang dia kenakan
" hmmm, gumam reyhan lalu meminum kopi buatan maya.
aroma kopi yang sama dan rasa kopi yang masih sama" kata reyhan dalam hati.
reyhan begitu merindukan buatan kopi dari istri kecilnya itu dan kini akhirnya terbayar sudah.
" kau kenapa...apa tampangku ini begitu menakutkan ya" tanya reyhan heran
" eh...ti..tidak mas...tidak sama sekali mas" kata maya sambil melambai2 kan tangan
" lalu..." kata reyhan terputus
" maaf buat apa...?" tanya reyhan berpura2
haiiissshh...ne orang **** apa pura2 **** sih " gerutu maya dalam hati
" maaf...karena maya sudah kabur dan pergi tampa izin dari mas reyhan" kata maya lantang entah keberanian dari mana sehingga bisa berbicara secara lancar
" ooohhh, ternyata kau sadar juga dengan kesalahan yang kau perbuat...baguslah kalau begitu. sebenarnya aku kesini untuk menghukum istri yang berani kabur tampa izin dan meninggalkan semua tanggung jawabnya sebagai seorang istri " kata reyhan dengan tegas penuh penekanan pada setiap katanya dengan senyum menyeringai licik
__ADS_1
" mampus gue...ya allah tolonglah hambamu...huhuhh..
" huk...hukuman mas...aku..." kata maya gugup
" iya kamu...lalu siapa lagi yang menjadi istri dari reyhan permana haa..." bentak reyhan membuat maya hanya diam gugup dan takut
" kenapa memandangku seperti itu...aku tau kok kalau suamimu ini begitu tampan sampai kau tak dapat berkedip" kata reyhan menggoda tersenyum bangga
" isshhh...dasar narsis..." gumam maya
" aku dengar loh kau bilang apa" kata reyhan dengan wajah datarnya
"hmm...hukuman apa mas..." kata maya pasrah
" tidak sekarang...aku izinin kau buat selesaiin dulu kuliahmu. setelah itu jangan harap kau akan lepas dari genggamanku dan kau harus menjalankan hukumanmu sayang" kata reyhan mendekatkan wajahnya dengan wajah maya lalu berbisik membuat bulu kuduk maya berdiri...
maya yang mendengar itu hanya menelan salivanya.
" dimana kamarmu" tanya reyhan lalu berdiri
" mas mau ngapain?" tanya maya kaget kenapa reyhan tiba2 menanyakan kamarnya
" emangnya kenapa? apa mas tidak boleh memakai kamar istriku sendiri untuk mandi" kata reyhan menggoda
__ADS_1
" eh...mau mandi...itu mas kamarku yang diurutan pertama" kata maya menunjukkan arah kamarnya dengan wajahnya yang bersemu merah karena sudah berfikir yang tidak2
reyhan mengikuti maya dari belakang dan memasuki kamar maya...reyhan begitu terkesima melihat kamar maya yang bercat dinding berornamen pink dan putih. tempat tidur yang lumayan luas dan empuk serta keadaan kamar yang begitu rapi.