Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 31


__ADS_3

ke esokan harinya. pagi2 buta setelah cek out dari hotel reyhan dan maya sudah berangkat menuju kejakarta. hari ini maya harus berangkat pagi kerumah sakit. begitu juga dengan reyhan jam 09.00 nanti reyhan ada rapat dengan klien.


selama perjalanan tak ada percakapan antara mereka. maya hanya sibuk dengan hpx sedangkan reyhan konsentrasi menyetir. akhirnya mereka tiba juga dijakarta. reyhan mengantarkan maya terlebih dahulu kerumah sakit. lalu reyhan berangkat menuju kekantornya.


dirumah sakit maya dan anita nampak begitu sibuk. banyak pasien datang untuk berobat. ketidak hadiran ririn membuat maya bekerja double. tugasnya diruang UGD maya yang ambil alih. untung saja hari ini diruang UGD tidak terlalu banyak pasien jadi maya masih bisa fokus untuk memeriksa pasien di poli UMUM. waktu pun semakin menjelang siang. pasien juga sudah berangsung2 sedikit. maya dan anita merasa lega akhirnya pekerjaan mereka usai sudah.


maya dan anita pergi bersantai dikursi panjang dekat taman rumah sakit


" huuuffttt...lelahnya" ujar maya sambil meregangkan seluruh otot2nya yang terasa kaku. lalu maya duduk di kursi samping anita.


" hooh...oia kapan ririn balik?" kata nita.


" entahlah nit, gue juga ngak tahu. setelah dia menghubungiku waktu itu ririn sudah tidak ada kabar lagi....nomornya juga tidak aktif" kata maya khawatir.


" iya... dari kemarin gue hubungin dia tapi nomornya tidak aktif2...semoga aja semuanya baik2 aja ya may" tutut nita sedih

__ADS_1


" Aamiin....tapi gue ngerasa kaya ada sesuatu yang ririn tutupin dari kita deh,...tapi mungkin cuman perasaan gue kali ya...sekarang mungkin ririn gi fokus buat ngurusin neneknya sampe2 dia gak sempat buat ngabarin kita" kata maya. maya berusaha meyakinkan dirinya meski maya merasa kalau ririn menyembunyikan sesuatu darinya tidak biasanya ririn seperti itu.


" iya...apa yang lo bilang ada benarnya" kata anita tersenyum.


tiba2 disela2 perbicangan maya dan anita, terdengar suara sapaan seseorang yang bagi maya dan anita tidaklah asing.


" hay ladies..." sapa pria itu yang tak lain adalah rendi. maya dan anita melihat kearah suara tersebut.


" hay juga rend..." jawab maya dan anita


" sorry ya may...gue mau pinjem anitanya dulu ya?" goda rendi yang langsung duduk disebelah anita lalu merangkul punggang anita.


" hehehe...udah ah gak usah cemberut gitu entar cantiknya hilang " goda rendi terseyum mencolek dagu anita


" ehem..ehem...gue serasa jadi obat nyamuk nih. serasa tidak dianggap" sindir maya dengan memicingkan matanya.

__ADS_1


" hehehe...sorry2 bukan maksud hati mengabaikan lo bebs. jangan marah ya" kata anita tidak enak.


" woke gue ngerti kok. kalian lanjutin aja mesra2annya. gue mau pergi kekantor mas reyhan dulu...bye rend...nit" kata maya lalu meninggalkan anita dan rendi yang masih tengah asik bercanda.


maya keluar dari rumah sakit dan pergi kekantor reyhan dengan menggunakan taksi online yang sudah maya pesan. sesampainya dikantor reyhan, maya memasuki lobi kantor reyhan dan bertanya pada salah satu pegawai resepsionis.


" selamat siang bu...ada yang bisa saya bantu?" kata resepsionis itu sopan. nampaknya resepsionis itu pegawai baru sehingga tidak tau kalau maya adalah istri dari CEO perusahaan tempatnya bekerja.


" siang juga mba...pak reyhannya ada?" kata maya sopan tersenyum. lalu datang kiran yang nampaknya baru datang dari makan siang. kiran pegawai lama dikantor reyhan jadi kiran sudah tau siapa maya.


" siang bu maya...maaf laila pegawai baru disini. tadi saya lupa sampaikan pada laila kalau ibu maya datang langsung suruh keruangan pak reyhan aja. pak reyhannya ada. ibu langsung aja keruangan bapak " kata kiran gugup menunduk takut kalau maya akan marah padanya.


" sudahlah kiran tidak apa2. kalau begitu saya langsung keruangan pak reyhan saja. makasih" kata maya tersenyum lalu pergi meninggalkan kiran dan laila


" wanita tadi siapa, cantik sekali dan kelihatannya orangnya baik dan ramah?" tanya laila penasaran

__ADS_1


" itu istri dari CEO perusahaan ini, namanya ibu maya. iya dia cantik dan baik hati. jadi lain kali kalau beliau datang kesini langsung suruh masuk aja ya" jelas kiran


" oke" kata laila tersenyum.


__ADS_2