
"mas...nisa minta maaf jika selama ini nisa lum bisa menjadi istri yang baik dan lum bisa membahagiakan mas sepenuhnya. terima kasih buat semuanya, nisa bahagia pernah menjadi bagian dari hidup mas meski hanya sesaat" kata nisa pada reyhan.
dibalas anggukan reyhan dengan air mata yang tak terbendung lagi
semua hanya menatap nisa dengan wajah yang begitu sendu dan tak luput dari genangan air mata
hiks...hiks...hiks...
" maya...maafkan bibi karena gak bisa mendampingi kamu sampai menggapai impianmu selama ini. semoga cita2mu ingin menjadi seorang dokter bisa terpenuhi. bibi titip mas reyhan, jaga dia dan bahagiakan reyhan...meski terkadang mas reyhan orangnya menyebalkan tapi sebenarnya hatinya begitu lembut. jangan menangis ya sayang aku mohon tetaplah jadi maya yang ceria dan selalu bersemangat" kata nisa dengan wajah berusah untuk tetap tersenyum
maya membalasnya dengan anggukan karena sudah gak tau mesti berkata apa lagi...hatinya begitu pilu melihat kondisi bibinya.
" hans makasih ya buat semuanya...titip mas reyhan y?" kata nisa dan dijawab anggukann oleh hans
__ADS_1
" mas bayu...maafkan nisa jika slama ini selalu merepotkan mas bayu...makasih sudah jadi kakak yang terbaik buat nisa...makasih selama ini mas dah menjaga nisa dan mba sita..maaf nisa gak bisa balas semua kebaikan mas bayu dan maafkan nisa karena gak bisa jagain maya lagi...mungkin sudah saatnya nisa menyusul mba sita" kata maya meneteskan air mata dibalas anggukan oleh papa
" ririn dan nita...titip maya ya, makasih selama ini kalian sudah jadi sahabat terbaik buat maya" kata nisa dibalas anggukan oleh ririn dan nita...
suara tersenggal2 dari nisa...tarikan nafasnya makin lama makin melemah...terdengar suara monitor...
tiiiiiiiiittttttt....
menandakan nisa telah berpulang dan meninggalkan mereka semua. wajah nisa nampak ceria meski terlihat pucat seakan2 nisa hanya tertidur kelelahan.
" sabar rey...kuatkan hatimu " kata hans mencoba menenangkan reyhan
" ikhlaskan kepergian nisa rey...jangan hambat perjalanannya dengan tangisan...kasian nisa selama dia hidup cukup menderita. mas yakin kamu pasti kuat menjalani ini semua " kata papa menenangkan dan memeluk reyhan yang menangis semakin menjadi2
__ADS_1
maya hanya diam. dadanya terasa sesak karena hal yang paling dia takutkan terjadi. bibi nisa pergi meninggalkannya sama seperti mamanya. ingin rasanya maya berteriak namun lidahnya begitu keluh tuk menghadapi semua kenyataan ini. serasa bagai mimpi. wajah ceria yang kemarin masih terukir indah saat bibinya mendampingi maya saat kelulusan kini sudah tak ada lagi. semua ini serasa jadi pukulan teramat berat untuknya. perlahan2 kakinya menjadi lemas tak berdaya tuk menopang beban berat tubuhnya. dengan sigap ririn dan anita yang merasa perubahan kondisi mayapun segera menangkapnya sebelum terjatuh lalu membawanya tuk duduk ditempat tidur sebelahnya tepat disamping tempat tidur nisa.
"kamu baik2 ajakan may..?" tanya ririn dan nita cemas.
" bibi nisa rin...nit...hiks...hiks...hiks..." kata maya berurai air mata
" kuatkan hatimu may, sabar...dan ikhlaskan kepergian bibi nisa..." kata ririn menguatkan
maya menangis sejadi2nya didalam pelukan ririn hingga baju yang ririn kenakan pun menjadi basah...lama maya menangis meluapkan kesedihan hatinya sampai tak terasa dia tertidur dalam pelukan ririn. ririn dan nitapun membaringkan maya dan tak berani mengganggunya namun tetap menemaninya sampai nanti maya terbangun.
papa yang melihat kondisi mayapun menjadi semakin sedih melihat anak semata wayangnya begitu sedih atas kepergian bibi yang teramat dikasihinya.
"semoga kamu kuat nak, melewati semua ini...mungkin ini tidak mudah bagimu tapi papa yakin seiring berjalannya waktu kamu pasti bisa melewatinya" ucap papa dalam hati sambil mengelus2 pucuk kepala maya...
__ADS_1
semuanya merasa terpukul akan kepergian nisa termasuk maya dan reyhan. namun mereka mesti tegar tuk menerima kenyataan meski terasa pahit sekalipun. ada perasaan duka dan kesedihan terdalam dalam lubuk hati melepas orang yang paling amat dikasihi namun ada kebahagian tersendiri karena melihat nisa tak akan merasakan pahit penderitaan penyakit selama 2 tahun ini menggerogoti tubuhnya...
selamat jalan nisa...semoga engkau tenang disisinya....aamiinnn...