
tak lama kemudian hanspun datang dan menghampiri reyhan dengan kondisi yang sangat berantakan dan memprihatinkan. rambutnya awut2an, matanya sembab dan seluruh barang2 yang ada didalam kamar hancur berantakan.
" rey...ada apa ini rey?" tanya hans yang begitu kwatir melihat kondisi sahabatnya
" maya pergi hans....maya ninggalin gw...padahal gw baru mau mulai semua ini dari awal seperti saran lo tapi maya malah nyerah dan ninggalin gw hans...hiks...hiks...hiks " kata reyhan yang sudah mulai terisak...sambil nyerahin surat yang ada ditangan reyhan. hanspun buru2 membacanya
" ini gak mungkin...pasti ada sesuatu yang buat maya ngelakuin ini...gw yakin rey" kata hans dan mencoba mengecek CCTV rumah reyhan di app dari ponselnya hans seminggu yang lalu dan betapa terkejutnya saat melihat maya berada didepan ruang kerja reyhan ketika hans dan reyhan sedang bertengkar.
" ya allah...rey, coba lo lht ini" kata hans sambil memberikan video CCTV itu pada reyhan.
reyhan pun tak kala terkejutnya melihat itu. perasaannya benar2 tambah hancur. reyhan tiada henti2nya mengutuk dirinya sendiri atas kebodohan yang telah dia lakukan.
" hans tolong cari maya..." kata reyhan memohon
__ADS_1
" tenang rey...tampa lo minta gw dah hubungi sam tuk nyari keberadaan maya" kata hans mencoba menenangkan hati reyhan dan dibalas anggukan oleh reyhan.
tiga bulan sudah kepergian maya. namun hans lum tahu dimana keberadaan maya. hanspun sudah menyewa detektif terkenal tuk mencari keberadaan maya namun tetap hasilnya masih nihil. selama kepergian maya hidup reyhan seperti hampa. reyhan hanya mengurung diri didalam kamar yang gelap. tidak pernah melakukan aktifitas apapun. hanya duduk dan melamun. wajahnya kini sudah ditumbuhi brewok. rambut yang awut2n menandakan tak perna lagi merapikan atau membersihkan diri seperti dulu reyhan yang dikenal begitu memperhatikan penampilannya.
" reyhan...sampe kapan lo menghukum diri lo kaya gini?" tanya alex yang benar2 merasa iba melihat sahabatnya itu begitu terpuruk. bahkan keadaannya lebih buruk dari pada saat nisa meninggal. reyhan benar2 seperti orang yang sudah gak punya gairah hidup lagi.
reyhan hanya terdiam membisu
alex baru tiba dari london selama 3 bulan alex ditugaskan bekerja dilondon. alex cuman mendengar kondisi reyhan dari hans. dari bandara soekarno hatta alex langsung menuju kerumah reyhan.
" maaf hans gw ru sempat datang...bukannya gw gak peduli ma sahabat gw tapi pekerjaan gw bener2 gak bisa ditinggal" kata alex merasa bersalah
" ga papa bro, gw bs ngerti kok..." kata hans tersenyum
__ADS_1
" emang lo lum dapat info tentang maya hans?" tanya alex
" lum lex, sampe saat ini orang2 suruhan gw lum dapat info apapun" jawab hans lemes
" gw udah tau maya dimana hans" kata alex
mendengar nama Maya disebutkan dalam obrolan hans dan alex reyhan pun bereaksi...
" maya...maya dimana...maya dimana?" tanya reyhan penasaran. merasa ada sedikit harapan dan hans pun ikut penasaran.
" kalau lo mau tau maya dimana lo harus bangkit rey...lo gak maukan nemuin maya dalam keadaan berantakan dan tak terurus seperti ini. tunjukin pada maya kalau lo sudah menyesal dan akan memperbaiki semuanya bukan menghukum diri lo kaya gini...lo kan yang salah seharusnya yang memberikan hukuman adalah maya" kata alex yang merasa agak tenang karena sudah mendapat respon dari reyhan.
reyhan pun akhirnya memikirkan apa yang alex katakan adalah benar. dia harus bangkit dan tidak boleh hidup terpuruk seperti ini.
__ADS_1
" yah, lo benar alex...gw ga berhak menghukum diri gw dan yang pantas menghukum gw adalah maya..gw bakal nunjukin ke maya kalau gw dah berubah dan sangat menginginkannya untuk memulai semua dari awal lagi...
hans dan alex yang mendengar itupun merasa senang karena reyhan mereka yang dulu telah kembali. semangat hidupnyapun sudah kembali. hans dan alex pun tersenyum melihat senyuman sudah mulai menghiasi wajah reyhan.