Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 28


__ADS_3

" mas tau...mungkin ini sudah terlambat tapi bagi mas tidak ada kata terlambat untuk memulai semuanya dengan niatan yang baik. mas bukanlah tipikal orang yang romantis. mas juga bukan seorang yang puitis. dulu awalnya mas merasa sulit dan tak bisa menerima kehadiranmu dalam kehidupanku tapi seiring berjalannya waktu entah sejak kapan rasa takut kehilangan, cemburu, dan rasa rindu hadir dalam benakku untukmu maya. maya...mas sangat mencintaimu. mas tidak ingin berpisah lagi darimu. sudah cukup tuhan menghukumku dengan membuatmu pergi meninggalkanku beberapa tahun lamanya. mas sudah tak ingin itu terjadi..." kata reyhan terhenti, dia merasa begitu gugup


" maya mashyta mulyona maukah kamu menjadi istri dan ibu dari anak2ku. selamanya..." sambung reyhan sambil berlutut dihadapan maya. maya nampak syhok dengan prilaku reyhan yang secara tiba2 itu.


" iya mas maya mau..." maya tersenyum mengangguk dengan cepat tak terasa bulir bening membasahi pipinya. maya merasa sangat bahagia mendengar hal itu dari reyhan. pria yang sangat dicintainya itu


reyhan yang mendengar jawaban itu merasa sangat bahagia. lalu reyhan menyematkan cincin berlian itu dijari manis maya.


" aku mencintaimu mas reyhan...aku sangat mencintaimu..." kata maya memeluk reyhan dengan penuh kebahagiaan...

__ADS_1


" aku juga sangat mencintaimu sayang..." kata reyhan lalu mencium bibir maya. maya membalas ciuman dari reyhan membuat ciuman mereka makin lama makin panas. mereka melepaskan ciuman itu kerena merasa kadar oksigen dalam paru2 mereka menipis membuat mereka terengah engah hah....hah...hah...


hari nampak makin sore...reyhan dan maya menunggu sunset ditepi pantai sambil duduk berpegangan tangan kepala maya bersandar dibahu milik reyhan. keduanya nampak begitu romantis. sambil sesekali reyhan mencium tangan istrinya itu.


mata haripun kini terbenam nampak lautan dan langit berwarna orengs cerah...sungguh sagat memanjakan mata...bagi yang melihatnya serasa mendapatkan kedamaian didalamnya. langit nampak semakin gelap. air lautpun sudah mulai pasang. maya dan reyhan memutuskan untuk pergi dari sana. reyhan mengajak maya menuju sebuah hotel yang tidak jauh dari pantai itu.


reyhan dan maya berencana menginap semalam dihotel tersebut. setelah mereka membooking sebuah kamar VIP sweat room. ya kamat itu dikhususkan bagi yang sudah menikah atau pengantin baru yang sedang berbulan madu. mereka pun diantar oleh salah satu pegawai hotel menuju kamar tersebut. setelah sampai maya dan reyhan memutuskan untuk istirahat sejenak.


" sayang...semuanya mas sudah siapkan. lihat aja didalam lemari" kata reyhan santai. maya yang mendengar itu serasa tak percaya. lalu maya berdiri berjalan menghampiri lemari pakaian milik hotel lalu membukanya. betapa terkejutnya maya mendapatkan ada beberapa pasang pakaian milik maya dan milik reyhan didalam lemari itu.

__ADS_1


maya benar2 tidak menyangka kalau reyhan sudah menyiapkan segala sesuatunya tampa sepengetahuan maya.


" jangan bilang kalau mas sudah merencanakan dan mengatur semuanya " kata maya menebak dan tebakan dari maya itu benar adanya. reyhan mengangguk dan tersenyum manis.


reyhan kembali merebahkan dirinya..badannya terasa pegal serasa ingin direhatkan untuk sesaat.


" ya udah mas tidur dulu ya sebentar...ngantuk banget" kata reyhan yang sudah memejamkan matanya. maya yang melihat itu hanya terdiam, maya merasa kasian karena suaminya itu terlihat nampak lelah. maya membiarkan reyhan untuk beristirahat sedangkan maya masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.


reyhan yang mendengar suara pintu yang diyakini reyhan adalah pintu kamar mandi yang tertutup dengan cepat reyhan membuka matanya lalu mengambil hp dan menghubungi seseorang. setelah itu reyhan menaruh hpnya kembali diatas nakas. tampa terasa akhirnya reyhan tertidur masuk dalam dunia mimpinya.

__ADS_1


maya yang sudah menyelesaikan ritual mandinya keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. maya merasa tubuhnya serasa segar. maya naik keatas ranjang dengan perlahan agar tak membangunkan reyhan. maya merebahkan tubuhnya yang sedari tadi merasa pegal. tak lama kemudian maya pun menyusul masuk kedalam mimpi indahnya sambil memeluk suaminya itu.


__ADS_2