Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 41


__ADS_3

waktu begitu cepat berlalu. hari berganti hari dari siang berganti malam.


nampak seorang gadis yang sedang duduk ditaman wisata. ya dia itu adalah ririn. hari ini maya, anita dan rendi sengaja mengajak ririn buat jalan2 mengisi waktu libur mereka.


" sudah sebulan gue gak pernah bertemu dengan kak hans. apakah dia baik2 saja. mungkin saat ini kak hans begitu membenciku karena penolakanku waktu itu ( tak terasa bulir bening jatuh dipipi ririn). ya, patinya saat itu gue begitu menyakiti hatinya sehingga kakak hans enggan tuk bertemu denganku lagi. padahal gue berharap bisa seperti dulu lagi menjadi seorang teman tapi entah mengapa dadaku serasa sesak dan hatiku merasa sesakit ini ( ririn memegang dadanya) apakah ini yang dirasakan oleh kak hans. tapi bagaimana mungkin sedangkan kak hans tak pernah mencintaiku atau mungkin kak hans sudah mendapatkan seseorang yang jauh lebih dari pada diriku. maafkan ririn kak hans jika ririn terlalu egois berharap akan cintamu" kata ririn dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


" woy...lo gi ngelamunin apa hayo..." kata maya mengagetkan ririn. dengan cepat ririn mengusap air matanya.


" ah, siapa yang lagi ngelamun. gue tu gi lihatin anak2 yang berlarian ditaman" kata ririn tersenyum manis melihat anak2 yang berlarian. ririn sengaja berbohong karena tak ingin membuat sahabatnya itu bersedih lagi.


" yakin lo...( maya memandang tak percaya) lo habis nangis ya? kenapa mata lo sembab gitu?" tanya maya menyelidiki.


" gak kok, gue tu cuman terharu aja teringat akan masa kecil kecil kita may, yang selalu bermain bersama seperti anak2 itu( ririn melihat anak2 yang berlarian) rasanya pengen kembali kemasa itu dimana tak ada beban apapun yang dipikul" kata ririn berbohong pada maya. maya yang mendengar itu menjadi terharu.


" oh...so sweat banget sih bebz" kata maya memeluk ririn dan ririn membalanya.

__ADS_1


" udah sore nih, balik yuk..." kata maya


" ayuukk...tapi anita dan rendi mana?" tanya ririn mencari keberadaan kedua sahabatnya itu.


" mereka sudah pulang lebih dulu katanya sih ada urusan" kata maya tersenyum.


" oohh y udah kalau gitu..." kata ririn. lalu maya dan ririn pergi meninggalkan taman wisata itu. mereka segera menuju keapartemen mereka.


RUMAH SAKIT


pagi2 ririn sudah berangkat menuju rumah sakit. hari ini ririn mendapat kabar dari pihak rumah sakit ada kecelakaan makanya ririn dengan segera menuju rumah sakit untuk menangani pasien tersebut.


ririn kembali keruangannya. melihat2 berkas2 yang ada dimeja kerjanya. hari ini entah mengapa ririn merasa kurang semangat ditambah maya dan anita tidak ada karena mereka kena shift malam. akhirnya ririn memutuskan untuk keluar berjalan2 sebentar menghirup udara pagi.


tiba2 terdengar suara keriuhan dari para perawat. membuat ririn mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" ada apa sih pagi2 dah rame2 gitu" pikir ririn dalam hati.


semua perawat yang ada disitu terpesona akan kedatangan salah satu pemilik saham terbesar dirumah sakit itu kalau bukan si hans. hans dengan penampilan formalnya, dengan tatanan rambut yang rapi, tinggi mencapai 185 cm, body yang sempurna membuat dan wajah yang sangat tampan rupawan. meski sikapnya selalu dingin tapi tetap menjadi incaran2 para gadis2.


hans terus berjalan melewati para perawat2 dan pengunjung yang begitu mengaguminya hingga tak berkedip menhampiri ririn yang tengah berdiri memperhatikan dari jauh siapa yang berjalan menuju arahnya. hans berhenti dihadapan ririn dengan wajah datar yang sulit diartikan


" kak hans...( ririn terkejut) ngapain kakak kesini?" jawab ririn ketus.


" rin, ikut denganku sekarang juga" kata hans tegas


" ngapain lagi sih kak. sudah gak ada yang perlu dibicarakan lagi" ketus ririn lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan hans namun langkah ririn terhenti saat hans menggendong ririn seperti orang yang sedang mengangkat beras dipudaknya. membuat ririn meronta2 dan berteriak histeris.


" apa yang kamu lakukan kak hans...lepaskan aku...lepaskan...tolong...tolong..." teriak ririn histeris yang terus meronta2 tapi hans tak memperdulikan itu. semua orang yang berada disana nampak terkejut. tak ada yang berani mendekat apa lagi security yang berada disana hanya melihat begitu saja. mereka semua nampak takut dengan tatapan tajam dari hans.


hans terus berjalan menghampiri mobilnya. hans membuka pintu mobilnya lalu melemparkan tubuh ririn masuk kedalam mobil.

__ADS_1


bruukkk...


" aawww...sakit tau kak..." eluh ririn memegang bokongnya.


__ADS_2