Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 23


__ADS_3

ririn membopong hans dengan tertatih tatih masuk kedalam kamar hans


" bawa aku kekamar mandi rin, cepat" kata hans yang sudah sangat lemah. tubuhnya merasa begitu panas tak tertahankan bahkan gairah dalam tubuhnya mulai menggerogoti kesadaran dirinya. ririn yang mengerti dengan kondisi hans segera membawa hans kedalam kamar mandi dan meletakkannya didalam buth thup lalu menyalakan air dingin mengguyur seluruh tubuh hans.


" sebenarnya ada apa kak. apa ada seseorang yang sengaja memberikan kakak obat perangsang" tebak ririn dan dibalas anggukan oleh hans. hans nampak begitu tak berdaya tubuhnya sudah benar2 terpengaruh akan efek dari obat perangsang itu tapi hans tetap berusaha agar kesadarannya tetap terjaga agar tidak melakukan hal2 yang tidak dia inginkan


" cepat tinggalin gue rin" kata hans lemas


" tapi kak..." kata ririn khawatir melihat kondisi hans yang begitu menyedihkan


" keluuaaarrr rin" bentak hans. ririnpun akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dan menutup pintunya tak terada mata ririn berkaca2 karena sikap hans yang membentaknya


" kenapa sih kak hans kaya gitu...padahalkan gue cuman cemas ma dia" gumam ririn dalam hati sambil menangis.


tubuh hans terasa sangat lemas, rasa panas yang timbul dari dalam tubuhnya semakin menjadi membuat sisi lain dari tubuh hans pun terbangun.

__ADS_1


" siaaaalll...gue benar2 bisa gila kalau kaya gini...gue butuh pelampiasan arrrggghhhh..." teriak hans frustasi memijat pelipisnya yang terasa sakit


ririn dengan setia tetap menunggu hans yang masih didalam kamar sampai efek obat perangsangnya hilang. ririn mondar mandir didalam kamar hans, dia begitu gelisah dan sangat khawatir dengan kondisi hans yang berada dikamar mandi sambil menggigit bibirnya.


" ya ampun...sekarang gimana keadaan kak hans...sudah cukup lama dia berada didalam sana" gumam ririn yang terus menatap pintu kamar mandi meremas2 tangannya lalu duduk diatas tempat tidur.


waktu terus berlalu...dari detik berganti menit...dari menit berganti jam...jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.20.


" aduh gimana ya? gue masuk apa kaga nih, sudah sejam lebih kak hans berada dikamar mandi tapi dia belum keluar2 juga. gue takut dia kenapa2 didalam sana" kata ririn gelisah yang mondar mandir bagai setrikaan.


" ketok gak ya? tapi gue takut kak hans bakal marah gimana?" gumam lilis menggit kuku jari2nya. hati dan pikiran ririn saling beradu argumen. hatinya berkata masuk tapi pikirannya berkata tidak. benar2 membuatnya sangat bingung harus bagaimana. tapi ririn juga tidak bisa hanya diam menunggu. ririn takut terjadi hal uang buruk pada hans. akhirnya ririn memberanikan diri untuk mengetuk pintu.


tok...tok...tok... ririn masih menunggu sahutan dari dalam tapi tidak ada.


tok...tok...tok... masih tetap sama

__ADS_1


tok...tok...tok...


" aarrrggghhh...bodoh amat...mau dia marah atau tidak itu urusan belakang dah...yang penting gue lihat dulu kondisi kak hans kaya gimana" sahut ririn lalu ririn membuka pintu kamar mandi


ceklek...


suara pintu terbuka. ririn kaget melihat hans dengan wajah yang pucat, bibirnya membiru menggigil dan tubuhnya nampak begitu lemas. dengan cepat ririn mematikan keran air yang sedari tadi mengguyur tubuh hans.


" kakak gak apa2 kan?" tanya ririn yang terlihat nampak panik dan sangat cemas melihat kondisi hans. dengan cepat ririn mengangkat keluar tubuh hans dari dalam bath thup. kemudian ririn melepas semua pakaian yang dikenakan hans yang sudah teramat basah. wajah ririn memerah saat harus membuka kemeja hans dan melihat dada bidang hans yang begitu seksi.


" haisshhh...pikiran gue kenapa jadi kacau begini ahhh..." rancau ririn dalam hati


lalu ririn melepas celana panjang milik hans yang sudah sangat basah menyisahkan celana boxer. rasa malu ririn dia buang sejauh2 mungkin kerena ini bukan yang pertama kalinya ririn melihat tubuh pria atau wanita tampa memakai busana sehelaipun. karena profesinya sebagai dokter yang mengharuskan itu. bahkan organ2 bagian dalam tubuh manusia saja ririn sudah pernah melihatnya.


.dengan cepat ririn mengambil handuk yang digantung dibalik pintu kamar mandi. ririn mengelap seluruh tubuh hans yang menggigil. dari kaki sampai kerambut hans yang basah. nampak kecemasan diraut wajah ririn. setelah itu ririn melilitkan handuk kepinggang hans lalu memapah hans keluar kamar mandi menuju tempat tidur. dengan tertatih2 ririn terus berusaha melangkah sedikit demi sedikit hingga sampai ditempat tidur.

__ADS_1


hans merasakan tubuhnya begitu lemas tak bertenaga. nafasnya begitu tersenggal2 tidak beraturan. kepalanya terasa sakit serasa ingin pecah. suhu badannya terasa begitu panas.


__ADS_2