
kak hans, lo tenang aja. gue nyakin mungkin untuk saat ini ririn butuh sendiri untuk menenangkan hatinya. ririn pasti akan kembali kak? kakak harus tenang key...jangan seperti ini. kalau ririn melihat kondisi kakak seperti ini ririn pasti sangat sedih" kata maya menguatkan.
" iya hans apa yang maya ucapkan benar. lo harus ngasih waktu ma ririn. ini mungkin sangat sulit bagi dirinya. jiwa ririn saat ini sangat2 terguncang. gue yakin jika ririn merasa sudah baikan pasti dia akan kembali" kata reyhan tersenyum menepuk bahu hans yang duduk tersungkur dilantai disudut ruangan kantor reyhan.
" sekarang mending lo pulang...tenangin pikiran lo dan istirahatlah..." kata reyhan.
hans yang mendengar itu merasa jauh lebih tenang. lalu pergi meninggalkan ruangan kantor reyhan. dengan wajah yang babak belur. tapi sebelum hans pergi maya sudah terlebih dahulu mengobati luka lebam yang ada diwajah hans.
hans melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya. pikirannya benar2 kacau naun hatinya sudah terasa sedikit lega karena sudah menceritakan semuanya pada reyhan dan maya.
hans hanya bisa bersabar dan menunggu kedatangan kembali ririn dan disaat itulah hans akan meminta maaf dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah hans lakukan.
APARTEMEN MAYA
seminggu sudah berlalu...masa cuti Ririn telah berakhir. Ririn yang selama ini berada dikampung halaman neneknya bukan hanya sekedar merawat neneknya yang sedang sakit melainkan juga untuk menenangkan hatinya yang sedang terguncang.
maya yang tengah serius memasak didapur sedangkan reyhan sedang sibuk dibalik layar laptopnya.
__ADS_1
ting...tong...
reyhan beranjak dari duduknya lalu membuka pintu.
ceklek...
" Assalamu alaikum...kak reyhan" sapa seorang wanita dengan tersenyum
" waalaikum salam...masuklah. maya sedang berada didapur" kata reyhan mempersilahkan wanita itu masuk. ya dia adalah ririn yang baru saja datang dari kampung.
" lagi masak apa bu.." tanya ririn. membuat maya yang sedang serius memasak merasa kaget mendengar ucapan seseorang. maya mematikan kompornya karena masakannya juga sudah matang lalu berbalik melihat siapa yang sedang berbicara itu.
" ririn...hay apa kabar bebz" kata maya lalu maya dan ririn cipika cipiki
" alhamdulillah, seperti yang lo lihat may..." kata ririn tersenyum.
" duduk dulu gih...sekalian kita makan bareng. masakan gue juga dah kelar nih" ujar maya tersenyum.
__ADS_1
" gue bantuin yah..." kata ririn lalu meletakkan tas dan paper bag yang dibawah oleh ririn diatas meja.
maya dan ririn menghidangkan makan malam diatas meja setelah itu maya memanggil reyhan untuk makan malam bersama. tak lama kemudian reyhan datang lalu duduk dimeja makan.
seperti biasanya maya selalu menyiapkan makanan untuk reyhan terlebih dahulu setelah itu baru maya mengambil untuk dirinya sendiri. selama maya, reyhan dan ririn makan tak ada satu katapun. suasana nampak hening mereka begitu menikmati makanan yang dimasak oleh maya dan sibuk dengan pikiran masing2.
setelah mereka merasa kenyang maya, reyhan dan ririn menyudahi makan malam mereka. reyhan pergi meninggal meja makan dan masuk kedalam ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. reyhan sengaja memberikan ruang dan waktu agar maya dan ririn bisa bersama, melepaskan rasa rindu mereka dan mungkin ririn mau bercerita sesuatu jika reyhan ada diantara mereka pastinya ririn merasa canggung untuk terbuka pada may.
maya dan ririn membereskan piring2 dan gelas2 kotor lalu membawanya ke westafel untuk dicuci. ririn yang mencuci barang2 kotornya dan maya yang menyimpan makanan yang masih tersisa didalam kulkas lalu mengelap meja makan sampai bersih. usai melakukam pekerjaan mereka, maya dan ririn memutuskan untuk bersantai diruang TV. maya dan ririn duduk diatas sofa
ririn memberikan tas paper bag yang sedari tadi ririn bawah.
" may....ini oleh2 buatmu dan kak reyhan. itu titipan dari ibu. ayah dan ibu nitip salam sama lo dan suami lo. kata ibu kapan lo main2 kerumah orang tua gue lagi. ibu sangat merindukanmu" kata ririn. maya yang mendengar itu merasa sedih dan juga merindukan kedua orang tua ririn yang sudah maya anggap seperti orang tua sendiri.
" iya makasih ya rin. salam balik aja buat ayah dan ibu. nanti kapan2 kalau ada waktu gue dan mas reyhan bakal kesana kok. oia gimana keadaan nenek" kata maya tersenyum menerima tas paper bag yang diberikan oleh ririn.
" iya maya...nanti gue sampein ya. alhamdulillah keadaan nenek udah mendingan. makanya gue dah tenang bisa balik jakarta lagi" kata ririn tersenyum namun terlihat raut wajah ririn yang nampak sendu
__ADS_1