
dilihatnya pintu itu tidak tertutup rapat. saat hendak mengetuknya maya mendengar percakapan reyhan dengan hans...sehingga mayapun mengurungkan niatnya itu
" rey...sampai kapan sikapmu akan seperti ini pada maya? tanya hans
" gw gak tau hans..." kata reyhan singkat
" rey, lo gak boleh kaya gini donk, biar gimanapun maya itu istri lo" kata hans
" gw tau hans, maya tu istri gw tapi...jujur gw lum bisa menerima maya sepenuhnya sebagai istri gw..bagi gw istri gw cuman nisa hans...gw sangat mencintai nisa, gw gak bisa lupain diaa..." kata reyhan dengan mata yang sudah berkaca2
deg...
hati maya seketika sakit bagai tersayat2 sembilu mendengar ucapan reyhan...air matanyapun lolos begitu saja membasahi pipinya.
" gw tau rey...cinta lo ke nisa begitu besar tapi nisa udah tenang dialam sana. kehidupan lo harus terus berlanjut...sampe kapan lo bakal terpuruk trus haaa..lo gak kasian apa sama maya. biar gimanapun masa depan lo sekarang bersama maya..nisa cuman masa lalu lo..." kata hans meyakinkan sahabatnya agar tidak jauh tenggelam dalam kesedihan panjangnya
" gw gak bisa hans..bagi gw istri gw cmn nisa dan hanya nisa yang ada dihati gw..." kata reyhan
__ADS_1
" lo jangan egois kaya gini donk rey...maya juga istri lo yang butuh perhatian dari lo, dia bukan patung yang gak punya perasaan. yang dengan seenaknya lo abaikan, lo acuhkan dan gak sama sekali lo anggap kalau dia ada dalam kehidupan lo saat ini...kalau emang lo gak bisa jalanin ini semua...mending lo lepasin aja.." kata hans yang mulai frustasi dan kehabisan kata menghadapi sahabatnya ini...
deg...
mendengar perkataan hans tiba2 direlung hati reyhan merasa sakit saat hans meminta reyhan tuk melepaskan maya. kenapa dengan hatiku ini...
maya yang mendengar percakapan merekapun sudah gak sanggup lagi. mayapun bergegas pergi kekamarnya dan menangis sejadi2nya...hatinya begitu hancur. karena jujur saja maya sudah mulai membuka hati buat suaminya itu tapi pada kenyataannya bahwa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
" lo gila ya...gak mungkin hans...gw mana bisa kepasin maya. gw dah janji ma nisa tuk jagain maya dan bahagiain maya hans. lo tau apa yang gw ucapin gak bisa gw langgar.." kata reyhan yang mulai frustasi
reyhan cuman terdiam mendengar semua perkataan hans. gak ada yang reyhan bisa bantahkan jarena semua perkataan yang hans lontarkan adalah kebenaran...
" sudahlah rey...gw capek dengan semua jalan pikir lo yang tak berujung pangkal...terserah lo mo ngapain..gw mo cabut dulu..." hanspun pergi meninggalkan reyhan begitu saja yang masih bingung dengan dirinya sendiri.
reyhan benar2 frustasi dan bingung harus bagaimana. reyhan hanya mengurung diri didalam ruangan kerjanya. reyhan berusaha mengalihkan semua pikirannya tuk bekerja dan bekerja hingga lelah menghampirinya.
malam semakin larut dilihatnya jam sudah pukul 01.00 maya didalam kamar tidak bisa tidur. matanya yang sembab menandakan semalaman dia menangis terus menerus. pikirannya sudah mulai kacau. maya merasa sudah gak sanggup menjalani semuanya. maya pun memutuskan untuk menghubungi ririn
__ADS_1
*tut...tut...tut...
lum ada jawaban. mayapun mencoba menghubungi lagi. maya yakin mungkin ririn sedang tertidur
tut...tut...tut*...
" hallo..." suara serak ririn khas orang habis tidur
" hallo rin..." suara maya terdengar habis nangis
" lo kenapa may...lo habis nangis ya?" tanya ririn tersentak bangun saat mendengar suara sahabatnya itu
" gw kerumah lo sekarang ya...ntar gw ceritain semua setibanya gw disana" kata maya
" oke lo hati2 ya..." kata ririn
mayapun mengemas pakaian yang akan dia bawa. maya memutuskan untuk pergi tapi dia lum tau tujuannya mau kemana untuk saat ini hanya ririn tempatnya bersandar setelah itu biar nanti aja dia pikirkan yang penting untuk saat ini maya harus pergi...
__ADS_1