Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 10


__ADS_3

" udah tenang aja lo pergi pake mobilnya kevin aja. mobilnya udah ada didepan kantor" kata reyhan santai sambil melihat laporan yang ada ditangannya.


" ya udah buruan berangkat. gue gak pengan istri gue nunggu lama, ngerti? kata reyhan menatap tajam hans.


" oke bos, gue berangkat" kata hans lalu keluar dari ruangannya reyhan menuju lift.


flash back off


ririn dan hans tidak tahu kalau mereka sengaja dicoblangin 😂🤭


hans dengan penampilan yang berbeda seperti biasanya membuat ririn tidak begitu mengenalinya.


" sepertinya cowok ini serasa gak asing buat gue, tapi siapa ya" pikir ririn


" woy rin, ayo jalan...lo malah bengong aja se?" kata nita membuyarkan lamunan ririn.


maya, anita sudah berjalan terlebih dahulu. lalu hans membawa koper mereka ikut dari belakang.


" eh, tungguin gue..." kata ririn sambil berlari menarik kopernya mengejar anita dan maya.


braakkk....

__ADS_1


" aduuuhhh...gila lo ya kalau jalan pakai mata dong. pinggang gue...aduuhhh" omel ririn sambil memegang pinggulnya yang sakit pada seorang pria. berpostur tubuh tinggi tegap, kulit sawo matang, body atletis rambutnya cepak persis seorang abdi negara.


lalu pria itu berdiri tampa banyak kata langsung menyodorkan tangan tersenyum untuk membantu ririn berdiri. ririn yang melihat itu hanya diam membisu.


" sini mba biar saya bantu berdiri" kata pria itu lagi masih dengan posisi sama menyodorkan tangannya pada ririn dengan senyum manisnya.


" eh, iya makasih" kata ririn meraih tangan pria itu lalu berdiri.


anita dan maya yang melihat kejadian itu jadi bingung dan penasaran ada apa. makanya mereka kembali dan melihat keadaan ririn. hans yang berada disana hanya terdiam dengan wajah yang datar. sebenarnya hans cemburu melihat kejadian itu tapi dia berusaha menutupi perasaannya.


" rin...lo gak apa2" kata maya dan anita panik melihat keadaan sahabatnya.


" iya gue gak apa2 kok" kata ririn meyakinkan.


" ehemm...maaf ya mba yang tadi, saya benar2 tidak segaja" kata pria itu sopan. membuat ketiga wanita manatap arah suara yang sedang berbicara.


nita merasa sosok pria yang ada didepannya ini serasa tidak asing.


" ka...kamu riyan kan?" tanya nita sontak membuat maya dan ririn kaget. membuat pria yang ada dihadapannya memperlihatkn barisan gigi putihnya.


" riyan ketua kelas kita waktu SMA dulu ya?" sambung maya

__ADS_1


" yups, 100 buat kalian" kata riyan tersenyum manis


" gila lo...lo makin cakep aja se bro?" kata nita melihat riyan dari ujung kaki sampai kepala


" hahaha...lo bisa aja, kalian juga tetap masih bertiga dan makin cantik aja " goda riyan membuat mereka tertawa


" sorry ya ladies, lain kali kita lanjutkan lagi ngobrolnya. gue masih ada urusan okey, sampe ketemu lagi ya? bye.." ucap riyan lalu pergi dengan terburu2. maya, nita dan ririn hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.


setelah riyan menghilang dari pandangan mereka. merekapun melanjutkan langkah kakinya menuju mobil hans yang sedari tadi hans sudah menunggunya.


" maaf ya kak, menunggu lama bis tadi didalam ketemu ma teman lama" kata nita gak enak.


" its, ok. yuk kita jalan" kata hans tersenyum. dalam hati hans merasa tidak suka pada pria itu. karena tidak sengaja hans melihat riyan memandang berbeda pada ririn. namun hans berusaha menepis rasa itu.


nita dan maya duduk dibangku belakang dan ririn duduk disamping hans. ya itu semua karena nita memaksa ririn untuk duduk didepan alasannya biar kak hans gak disangka sebagai supir 😂😁.


ririn yang mengetahui kalau ternyata hans yang menjemput mereka. apa lagi harus duduk disebelah hans membuatnya gugup dan salting.


" kenapa gue gugup begini ya? jantung gue serasa mau copot. ada yang salah dengan gue" kata ririn dalam hati


hans melajukan mobilnya menuju salah satu apartemen milik perusahaan R&H group. hans memasuki parkiran bawah tanah milik apartemen itu. lalu menghentikan mobilnya. maya, ririn dan anita turun dari mobil. terlihat beberapa security menyambut mereka. hans meminta mereka untuk mengambil barang2 yang ada dibagasi mobil.

__ADS_1


hans berjalan menuju arah lift yang diikuti 3 gadis cantik dan 2 security yang membawa koper serta tas tenteng lainnya. setelah pintu lift terbuka mereka masuk kedalam lift dan hans menekan tombol angka 17. hanya hening selama berada didalam lift.


__ADS_2