Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
KEPERGIAN NISA 3


__ADS_3

seminggu sudah nisa terbaring lemah dengan didampingi alat2 yang melekat pada tubuhnya...kondisi nisa masih sama seperti kemarin2 setelah dokter menyatakan nisa dalam keadaan koma. meski demikian nisa masih bisa mendengar interaksi yang ada disekelilingnya. bibipun kini dah dipindahkan keruang rawat VIP.


reyhan yang masih senang tiasa mendampingi istrinya tak pernah beranjak dari sisi orang yang amat dia cintai. pekerjaan kantorpun untuk sementara dihendel asistennya hans. sesekali hans datang membawa pekerjaan kerumah sakit jika memang hal itu mesti reyhan yang harus tangani.


seperti biasanya pagi2 maya sudah datang berkunjung kerumah sakit dan melihat keadaan paman reyhan yang semakin hari semakin memprihatinkan.


" assalamu alaikum paman..." sapa maya


" eh..waalaikum salam, kamu dah datang may" kata reyhan sembari tersenyum memaksakan


mayapun meletakkan makanan diatas nakas yang dia bawa dari rumah. namun maya menatap rantang makanan semalam yang tak disentuh oleh paman reyhan membuat maya semakin bersedih kwhatir...


" paman ne maya bawa sarapan buat paman...dimakan ya? kata maya


" iya, taruh aja disitu may. paman masih kenyang" kata reyhan yang yak kunjung beranjak dari tempat duduknya disamping bibi nisa dengan terus menggenggam tangan istrinya sambil menatapnya sendu..


hufffttt...maya menghela nafas melihat reaksi pamannya tersebut. maya berinisiatif mengambil sup dan nasi yang baru saja dia bawa kedalam piring dan memberikannya pada reyhan.


" paman makan ya...dari semalam paman lum makan apa2. nanti kalau paman sakit gimana? siapa yang bakal temani bibi nisa disini..." kata maya membujuk reyhan

__ADS_1


" ngak may, paman lum lapar" kata reyhan


" paman makan ya sedikit aja...pleasssee...maya suapin ya?" kata maya memelas dan akhirnya dibalas anggukan oleh reyhan


suapan demi suapan yang maya berikan pada reyhan hingga makanan dalam piring pun habis tak tersisa...tampa mereka sadari sedari tadi hans melihat apa yang sedang terjadi namun hans cuman diam dan tersenyum


" akhirnya keras kepalamu itu reda juga...hmm" kata hans dalam hati..


" ehem..eheemmm...assalamu alaikum..."


" waalaikum salam..." sahut maya dan reyhan


" sudah puas nonton FTVnya hans.."kata rehan dengan nada penuh penekanan. ternyata sedari tadi reyhan sudah mengetahui keberadaan hans diluar pintu kamar.


sorepun menjelang..reyhan yang baru selesai melaksanan sholat ashar duduk disamping nisa. reyhanpu tersentak kaget melihat pergerakan tangan dari nisa. awalnya reyhan mengira jika itu hanyalah sekedar halusinasi aja namun tangan nisa pun bergerak kembali dan matanyapun kian membuka secara perlahan.


" ma...aass...rey...haann " suara nisa terbata2


mendengar itu reyhan pun sontak berdiri dan menekan tombol merah yang berada dekat dengan tempat tidur pasien tuk memanggil dokter. tak lama kemudian dokterpun akhirnya datang tuk memeriksa keadaan nisa. dokter memastikan nisa sudah sadar sepenuhnya dan kondisinyapun sudah mulai stabil. reyhan dan mayapun begitu bahagia mendengarnya.

__ADS_1


mayapun menghubungi papa, ririn dan anita tuk memberitahu kabar baik ini. tak lama kemudian papa, ririn dan anitapun datang. hanspun juga akhirnya datang setelah dihubungi paman reyhan.


semuanya terlihat bahagia. alat2 yang ada ditubuh bibi nisa sudah sedari tadi dilepas tapi selang oksigennya masih terpasang.


bibi nisapun sudah bisa diajak komunikasi dan mulai bisa diajak bercanda meski lum benar2 membaik. suaranya pun masih terdengar serak. hingga akhirnya bibipun terlelap.


malam mulai menjelang. setelah selesai sholat magrib bibi nisa meminta kita semua tuk berkumpul..


papa, reyhan, hans, maya, nita, dan ririnpun turut hadir


ada apa ini...semuanya pada bertanya2 dalam hati...


" mas rey...kemarilah. maya...kemarilah" kata bibi nisa dan dibalas anggukan oleh reyhan dan maya yang masih bingung


" ada apa sayang..." tanya reyhan penasaran


" mas...menikahlah dengan maya" kata nisa


" apaaa...jangan becanda nis, udah ya ini tuh gak lucu sayang" kata reyhan yang kaget akan ucapan dari istrinya tersebut begitu pula dengan maya dan yang lainnya.

__ADS_1


" aku serius mas...menikahlah dengan maya. cuman kamu yang bisa jagain maya sepeninggalanku nanti. hidupku sudah tidak lama lagi mas, cuman aku satu2nya keluarga yang kini maya miliki...aku mohon mas menikahlah dengan maya anggap saja ini permintaan terakhirku..." kata nisa dengan buliran air mata yang membasahi pipinya dan reyhan hanya terdiam mencoba mencerna apa yang dimaksud oleh nisa


" bibi...bibi jangan ngomong gitu donk, seolah2 bakal ninggalin maya...sudah cukup mama ninggalin maya kenapa bibi juga mau ninggalin maya...hiks...hiks...hiks.." kata maya dengan tangisan yang sudah tak terbendung lagi.


__ADS_2