Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PART 26


__ADS_3

beep...beep...beep...dering hp maya


" hallo rin?" sapa maya


" may...hari ini gue minta cuti selama seminggu. nenek gue gi sakit. tadi ayah dan ibu hubungi gue kalau nenek masuk rumah sakit. tolong ya...seminggu ini pekerjaan gue lo hendel dulu?" kata ririn dengan nada serak seperti habis menangis.


" oke. salam buat om dan tante serta nenek ya...semoga lekas sembuh" tutur maya ikut prihatin


" iya..bye" kata ririn lalu panggilan terputus.


reyhan yang mendengar maya sedang berbicara dengan seseorang di telepon menjadi penasaran. siapa pagi2 sudah menghubungi maya.


" siapa?" tanya reyhan datar meminum kopinya


" ohh...ririn mas, minta cuti neneknya sakit" kata maya sedih. reyhan hanya mengangguk tersenyum.


" ya udah mas berangkat dulu ya...hari ini ada meeting jam 07.00 dengan para staf " kata reyhan melap mulutnya dengan tisu.


lalu reyhan meninggalkan ruang makan diikuti oleh maya. maya mencium tengkung tangan reyhan lalu reyhan mengecup kening istrinya itu.


" cup...maya hanya tersenyum menerima kecupan manis dari suaminya


" mas, berangkat dulu...Assalamu alaikum" kata reyhan lalu pergi meninggalkan apartemen maya.

__ADS_1


" waalaikum salam" balas maya.


melihat reyhan sudah tidak ada maya menutup pintu apartemennya setelah itu dia beres2 rumah dan siap2 untuk berangkat kerumah sakit.


# rumah sakit


pukul 08.00 maya sudah tiba dirumah sakit. untuk seminggu kedepannya maya mengambil alih tugas ririn. hari ini nampak pasien begitu banyak. membuat maya dan anita agak kewalahan namun semuanya bisa berjalan dengan lancar hingga jam makan siangpun maya dan anita harus lewatkan.


" huufffttt...lelahnya hari ini" eluh nita sambil meregangkan semua otot2nya.


" iya nih, rirn gak ada otomatis kerja kita jadi double" tutur maya


" eh, dah jam 02.30...balik yuk..." ajak nita


" ya udah gak apa2. gue balik duluan ya?" kata nita lalu pergi meninggalkan maya yang masih berada diruangan kantornya yang sedang beres2.


tak lama berselang terdengar langkah kaki seseorang memasuki ruangan maya. maya mendengar itu menoleh kearah pintu masuk kantornya. nampak seseorang yang sedari tadi ditunggu akhirnya datang.


" mas reyhan..." kata maya dengan senyum yang mengembang.


" kamu sudah siap...ayuk jalan" kata reyhan tersenyum. maya mengangguk berjalan menghampiri reyhan. reyhan menggenggam tangan maya keluar dari ruangan maya. mereka berjalan beriringan menjadi pusat perhatian dari para pasien dan perawat. ada yang menatap kagum dan ada yang merasa iri melihat kedua pasangan itu yang nampak begitu romantis.


maya dan reyhan terus berjalan tak menghiraukan mereka semua. didepan pintu mobil reyhan segera membukakan pintu mobil untuk maya. maya dengan senang hati masuk dan duduk didalam mobil. lalu reyhan memasuki mobilnya menuju kesesuatu tempat.

__ADS_1


" mas...kita mau kemana?" tanya maya penasaran


" ra...ha...si...aa...." kata reyhan santai


" ihhh...kok gitu sih mas main rahasia2 segala" kata maya cemberut membuang muka melihat arah luar jendela. reyhan tersenyum melihat wajah maya seperti itu menjadi gemes.


hening sesaat selama perjalanan..karena rasa penasaran yang melanda hati maya akhirnya dia memecahkan keheningan.


" mas, sebenarnya kita mau kemana sih" kata maya memohon


" kepo deh..." goda reyhan


" iiihhh...mas nyebelin..." kata maya manyun


" ntar juga kamu tahu kok sayang..." kata reyhan tersenyum menggenggam tangan maya.


perjalanan yang begitu panjang, maya merasa kantuk begitu berat menderanya membuat maya tertidur dimobil selama perjalanan. reyhan tersenyum melihat maya tengah tertidur. butuh 3 jam perjalanan menuju ketempat itu. ya...itu adalah pantai tempat favorit maya. reyhan tahu tempat itu dari almarhum istrinya nisa sekaligus bibi dari maya.


reyhan menepikan mobilnya dipinggir jalan. dilihatnya maya nampak begitu tertidur lelap. reyhan menutupi tubuh maya menggunakan jasnya. lalu dia turun dari mobil dan menutupnya secara perlahan agar tak membangunkan maya dari tidurnya. reyhan berjalan mendekati bibir pantai. angin yang begitu kencang dengan suara deburan ombak begitu menenangkan jiwa.


ternyata selama ini nisa sudah punya firasat bahwa dirinya takkan hidup lama lagi. hingga nisa selalu mendekatkan reyhan pada maya tampa reyhan sadari sama sekali. apa yang disukai dan tidak disukai oleh maya nisa selalu menceritakan itu pada reyhan. itulah sepintas ingatan reyhan mengenang semua hal yang pernah almarhum nisa lakukan untuk reyhan.


" terima kasih nis, kamu telah menghadirkan maya dalam hidupku sebagai penggantimu. sehigga aku tak perlu larut dalam kesedihan setelah kepergianmu. kamu benar maya gadis yang baik dan mampu membuatku bahagia. dia gadis yang begitu istimewa seperti dirimu yang begitu istimewa yang pernah hadir dalam hidupku.

__ADS_1


__ADS_2