Suamiku Suami Bibiku

Suamiku Suami Bibiku
PERHATIAN ANDREW 2


__ADS_3

"lo ingat gak, waktu gue bertengkar dengan dia ditoko buku. sikapnya tu sangat sombong dan arogan tapi pas berhadapan ama loh tu sifatnya langsung jadi lembut" kata nita


" iya juga se, buktinya aja selama ini dikampus pak andrew kalau ma cewek2 yang lain tuh sangat cuek dan sombong. ngomongnya aja tu ketus banget. beda banget kalau dia ngomong ama lo may, pasti lembutnya kaga ketulungan. bahkan kalau lo nyuruh tu orang nyebur kelaut juga pasti mangut2...hahaha" goda ririn tertawa mencoba mencairkan suasana...membuat maya dan nita pun ikut tertawa.


" apa lo gak ceritain hal ini pada kak reyhan may?" kata nita


" lum nit, gue takut reyhan bakal marah ma gue" kata maya nunduk sedih


" tapi lo harus cerita ma kak reyhan may, biar gimanapun dia itu suami lo? gue takutnya kak reyhan tau dari orang lain gimana?" kata ririn


" iya juga sih, apa yang dikatakan ririn ada benarnya. apa lagi hubungan kami baru terjalin. gue tidak mau gara2 hal ini akan merusak semuanya" pikir maya


" iya, lo benar rin tapi tidak untuk saat ini. semoga aja setelah dia tau status gue. pak andrew gak bakal ganggu hidup gue lagi" kata maya dibalas anggukan oleh nita dan ritin.


keesokan harinya, pagi2 maya, Anita dan ririn segera menuju kekampus karena ada kelas pagi. hari ini mereka bangun kesiangan. mereka dengan segera berlarian dari parkiran kampus menuju kedalam kelas. 5 menit setelah maya, anita dan ririn masuk kekelas. dosenpun masuk...


" huuffttt...syukurlah kita gak telat?" kata maya


" hooh, nih gara2 nita sih ngajakin kita nonton film sampe tidurnya jam 2. jadi pada kesiangan kan bangunnya" oceh ririn kesal

__ADS_1


"hussttt, dah jangan berisik ntar aja ya bu lanjutin omelannya. sekarang saatnya belajar" kata nita serius dengan nada pelan


mereka terdiam dan tak ada lagi obrolan, mereka dengan seksama mendengarkan penjelasan dari dosen. tak terasa jam pertama pun usai. saat dosen telah keluar datang rian menhampiri maya dan memberikan setangkai mawar merah dan coklat pada maya.


" may, ne ada kiriman buat lo?" kata rian sang ketua kelas.


" kiriman...buat gue... dari siapa ian? tanya maya bingung


" entahlah gue juga gak tau dari siapa, bis pas gue nyampe ada seseorang nyamperin gue dan nitip ini katanya buat lo gt...ya udah gue keanak2 dulu bye" kata rian lalu pergi.


" cie...cie...yang punya penggemar rahasia" goda nita


" emangnya dari siapa sih?" tanya nita penasaran


" entahlah..." kata maya mengangkat kedua bahunya


" coba lihat dibagian dalam coklatnya sapa tau ada keselip kartu gitu" ujar ririn penasaran. lalu maya membuka bungkusan coklat itu namun hasilnya nihil.


tak lama kemudian datang seseorang memberikan maya setangkai mawar. maya dengan bingung hanya bisa menerimanya. saat maya dikantinpun demikian, ada yang datang lagi memberikan maya bunga mawar.

__ADS_1


" siapa sih, yang ngerjain gue kaya gini. lama2 gue jadi kesel kalau kaya gini" geram maya.


" sabar may, gue juga heran tu orang maksudnya apa ngirimin bunga dan coklat sampe 99 gini...gila tu orang.


" nit, rin tolong bagiin anak2 bunga dan coklat ini ya? bilang aja gue lagi buang sial...hahaha" kata maya tertawa dan kedua sahabatnya itu ikut tertawa


ririn dan nita mengisi semua coklat dan bunga mawarnya kedalam tas ransel lalu keluar kelas dan membagikan semua coklat + bunga itu pada anak2 yang mereka jumpai.


dari seberang sana nampak terlihat seseorang begitu geram karena apa yang dia berikan pada maya malah dikasih keorang lain.


" hey, sini dulu...?" panggil andrew pada salah satu mahasiswanya


" iya pak ada apa" kata siswa tersebut


" ada apa ya? kok didepan sana rame banget" tanya andrew penasaran.


" ohh...itu ada mahasiswi jurusan kedokteran bagi2 coklat dan bunga. katanya sih, kalau gak salah temennya yang namanya maya pengen buang sial makanya sengaja bagiin coklat + bunga pada setiap orang yang lewat." kata siswa itu jujur


" kurang ajar kamu may, sama sekali tidak menghargai pemberianku...awas aja kamu, akan aku pastikan kamu bertekuk lutut padaku." kata andrew dalam hati tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2