
" kak hans, ada apa? apa kakak sedang sakit?" tanya ririn kaget dan khawatir melihat hans yan wajahnya pucat sambil memegang kepalanya.
" aa....aku gak apa-apa kok rin" kata hans terbata-bata. tiba2 ririn menarik tangan hans masuk kedalam kamarnya dan menyuruhnya untuk berbaring.
" berbaringlah kak...biar ririn periksa keadaan kakak dulu" kata ririn sambil mengambil stetoskopnya yang berada didalam tas kedokterannya.
" emang kamu bisa gitu? goda hans
" gini2 aku juga calon dokter kak. dikit lagi ririn bakal lulus kedokteran tau...hmmm" kata ririn cemberut
" hehehe...gitu aja ngambek" canda hans
" dah ah, jangan bawel..sekarang berbaringlah biar ririn periksa keadaan kakak " kata ririn tegas lalu hans membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. ririn meletakkan tangannya diatas dahi hans yang terasa panas.
__ADS_1
ririn memasang termometer dibagian ketiak hans. lalu mengambil alat shpygmomanometer untuk mengecek tekanan darah hans. lalu memakai stetoskop untuk memeriksa detak jantungnya.
" darahnya normal dan semuanya juga normal. kakak hanya demam dan kecapean makanya kondisi tubuh kakak jadi drop. nih minum dulu obatnya, lalu kakak istirahat" kata maya menjelaskan lalu memberikan obat dan segelas air putih yang ririn ambil diatas nakas.
hans mengangguk lalu menerima obat dan segelas air yang diberikan ririn lalu meminumnya. karena rasa sakit yang teramat pada kepala membuat hans segera merebahkan dirinya ditempat tidur. tak lama berselang nampak hans sudah larut dalam dunia mimpinya. ririn yang melihat itu hanya tersenyum. saat Ririn hendak melangkahkan kaki keluar kamar tiba2 reyhan sudah berada didepan pintu kamar ririn yang sedang terbuka lebar.
awalnya reyhan hendak turun untuk mengambil air minum. saat reyhan melihat kearah kamarnya ririn nampak jelas cahaya lampu dari dalam kamarnya ririn makanya reyhan hendak mengecek keadaan ririn dan tampa sengaja reyhan melihat kejadian itu.
" loh, kak rey kok ada disini...ada yang ririn bisa bantu? kata ririn terbata2 gugup
" eh itu...anu...kak hans sedang demam makanya ririn periksa dan memberikannya obat. sekarang kak hans sedang tertidur karena efek obat yang dia minum" jelas ririn gugup
" oohhh gitu...( reyhan mengangguk2 kepala) lalu kenapa kamu mesti gugup?" sambung reyhan
__ADS_1
" gak apa-apa kok kak, cuman ririn kaget aja kakak tiba2 muncul tampa bersuara" jelas ririn gugup tersenyum paksa
" yakin cuman itu.." goda reyhan dengan cepat ririn mengangguk membuat reyhan yang melihat tingkah laku ririn serasa ingin tertawa tapi reyhan berusaha tuk menahannya.
" ya udah aku kekamarnya anita dulu ya kak, biar aku tidur disana aja. permisi..." kata ririn bergegas segera pergi dari hadapan reyhan. reyhan yang melihat tingkah ririn langsung tertawa saat ririn sudah menghilang dari hadapannya.
" ha..ha..ha...tu anak lucu banget sih" gumam reyhan.
lalu reyhan mendekat melihat kondisi sahabatnya itu. dengan perlahan reyhan menyandarkan tengkuk tangannya didahi hans untuk mengecek suhu badan hans. ternyata suhu tubuhnya sudah normal. reyhan memperbaiki posisi selimut hans lalu meninggalkannya yang sedang tidur terlelap.
reyhan yang sudah keluar dari kamar yang hans tempati tidur melanjutkan langkahnya menuju dapur yang terletak dilantai bawah untuk mengambil air minum yang sempat tertunda.
usai mengambil sebotol air dari dalam kulkas reyhan melanjutkan langkah kakinya kembali kedalam kamarnya. nampak maya masih tertidur dengan begitu lelapnya. reyhan segera membaringkan diri tepat disamping maya lalu wajah mereka saling berhadapan. reyhan menatap wajah istrinya dengan seksama terlukis senyum indah diraut wajah reyhan. reyhan pun mengecup sekilas bibir merekah maya yang sedari tadi menggoda imannya.
__ADS_1
" saat kamu tertidur kamu nampak begitu cantik sayang...bibirmu yang merah merekah serasanya aku ingin memakanmu...siiittt...si junior bagun...arrggghhh..." gumam reyhan yang merasakan ada sesuatu dalam dirinya bangkit. biar bagaimanapun reyhan lelaki normal apa lagi sudah lama reyhan tak pernah menyentuh wanita.
reyhan mencoba menenangkan dirinya lalu meneguk habis sebotol air dingin yang tadi dia bawah. setelah merasa tenang reyhan memejamkan matanya. tak lama kemudian reyhan pun akhirnya berjelajah dalam dunia mimpinya.