
"gini tuan andrew...apakah tuan mau memberikan buku ini pada kami. jujur kami sangat membutuhkannya tuk dijadikan reverensi dalam tugas kami dikampus. saya mohon pengertian dari tuan andrew. kata maya memohon
" oh...jadi kalian mahasiswa ?" tanya andrew
" iya tuan andrew, kami mahasiswa di unifersity of sidney" kata maya
andrew cuman nganggukin kepala dan tersenyum
" okelah kalau gitu...buku ini saya berikan pada kalian dengan cuma2 tapi dengan satu syarat" kata andrew
hmmm...maya, nita dan ririnpun saling berpandangan. aduh giman ne...semoga aja syaratnya gak aneh2...ujar mereka dalam hati
" huuufftt...apa syaratnya tuan andrew? tanya maya gugup
" jangan panggil saya tuan cukup dengan Andrew aja...lain kali saya minta traktirannya...sebagai balas jasa karena saya telah memberikan buku ini secara cuma2 okey...deal" kata andrew
maya terdiam dan berpikir mugkin gak ada salahnya kalau cuman traktir makan aja kan.
" okey tuan...upps...andrew hehehe" kata maya nyengir
dibalas senyuman oleh andrew lalu meninggalkan mereka bertiga. maya, anita dan ririnpun pergi menuju kekasir tuk membayar buku yang sudah mereka ambil namun betapa terkejutnya bahwasannya buku2 yang mereka ambil sudah dibayar seseorang itu kata mba kasirnya...
__ADS_1
awalnya mereka bingung siapa yang telah membayar buku2 mereka namun akhirnya merekapun menerka jika andrew yang telah membayarnya karena seingat mereka tadi andrew berkata memberikan buku secara cuma2.
" wah...gila tu si andrew..pasti dia bukan orang sembarangan. dilihat dari penampilannya se seperti pengusaha " kata ririn
" bisa jadi..." kata maya sambil menganggukkan kepala.
sedangkan nita cuman diam dan mengikuti langkah kedua sahabatnya tersebut. sepulangnya mereka dari toko buku mereka sempat mampir membeli ice cream deket apertemen mereka. setelah usai membeli ice cream mereka pun menaiki lift menuju apartemen mereka dilantai tiga.
sesampainya didepan pintu apartemen mereka melihat sudah ada sebuket mawar putih dan ada kartu dibagian bawahnya...
" sapa yang naruh bunga ini disini se?" gumam nita
" ntahlah...perasaan gw gak pernah pesan bunga" kata maya bingung
nita membuka pintu apartemen lalu merekapun masuk kedalam dan duduk disofa
" eh rin...mana kartunya coba lihat? tanya maya penasaran lalu ririn pun memberikannya pada maya
*kemanapun kamu pergi....
kamu tak akan pernah lepas dariku.....
__ADS_1
yang selalu mencintaimu...
D & M*
" Dion...ne inisial nama lo dan dion kan may?" tanya nita yang merasa kaget
" iya nit..." kata maya sedih
" ngapain se tu anak...masih aja ngejar2 lo, dasar cowok brengsek...rasanya pengen gw cabik2 tu orang" kata nita mulai geram
" tapi dari mana dia tau kalau kita disini nit" tanya ririn heran
" lo tu ga tau dion tu bukan orang sembarangan...sapa se yang gak tau keluarga willson. apa se yang gak bisa dia tau dengan kekuasaan keluarganya bahkan sembunyi dilubang semut sekalipun pasti dia tau" kata nita menjelaskan
sebenarnya ini bukan kali pertama maya selalu mendapat buket mawar cuman maya gak pernah mau menggubris bahkan bukan cuman diapartement aja dikampusnya pun maya sering mendapat buket mawar didalam lokernya. tapi maya malah selalu membuangnya ketempat sampah. bagi maya barang yang tidak penting gak perlu disimpan kalau perlu dibuang kelaut.
sebenarnya maya berharap kalau reyhanlah yang akan selalu mengirimkannya setiap harinya bunga2 mawar itu namun semuanya hanya angan2 semata justru malah orang yang amat dibenci maya yang memberikan itu. tak terasa air mata mayapun jatuh membasahi pipinya
" lo pasti nginget reyhan lagi kan?" udah donk bebz, jangan nangis lagi donk...ntar kitanya juga bakal sedih ne lihat lo kaya gini trus" kata ririn sedih sambil memeluk maya. nita yang melihat itupun ikut memeluk jadinya mereka saling berpelukan.
" dengerin gw may...gw yakin lo cewek yang baik dan tangguh...suatu saat hati kak reyhan pasti terbuka hanya untuk lo...tinggal menunggu waktunya aja kok. jadi bersabarlah dan tetap semangat..." kata nita antusias
__ADS_1
" iya...makasih ya. kalian emang sahabat gue paling T.O.P B.G.T..." kata maya tersenyum
mereka pun saling berpelukan lagi karena rasa kasih dan sayang mereka antar sesama begitu kuat dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun.