
"Ayah...!" panggil gadis itu kembali, saat Revandra tidak menjawab panggilan pertamanya, dan asik m*nghujani Aliya dengan c*uman panasnya.
Tangannya bahkan sudah membuka satu persatu pakaian yang di kenakan gadis itu dan membuangnya ke sembarang arah, lalu m*nindih tubuh polos gadis itu sambil memberikan k*cupan-k*cupan kecil di leher jenjang gadis itu.
L*guhan-l*guhan terdengar di telinga Revandra yang membuatnya semakin gila dan terbakar api g*irah. Sesaat Revandra berhenti untuk memastikan apakah gadis kecilnya m*nikmati setiap c*mbuannya itu.Tapi gadis itu tidak mau berhenti di situ, maka dari itu Aliya menarik tengkuk Revandra dan menc*um bibir sexy lelaki dewasa itu.
"Kamu sudah mulai nakal ya Aliya.?" tanya Revandra dengan nada menggoda, membuat gadis itu merona malu karna ke agresifannya.
"Ayah, apa Aliya sekarang terlihat seperti wanita murahan.?" Kembali gadis itu bertanya dengan hati-hati, tapi tetap saja Revandra mengeraskan rahangnya dan menatap Aliya dengan amarah.
"Siapa yang mengatakan itu.?" suara Revandra terdengar dingin dan datar membuat Aliya memaki mulutnya sendiri dalam hati.
"Tidak ada,! aku..."
"Dengar baik-baik ucapanku sayang, jangan pernah menganggap dirimu wanita murahan hanya karna kamu melakukan ini dengaku, aku tidak pernah sekalipun menganggapmu seperti itu sayang.! tolong Aliya, jangan membuat saya yang telah memantapkan hati untuk membuang rasa bersalah, karna tidak lagi menganggapmu anakku Aliya. Aliya kamu adalah gadis yang baik, lugu dan polos, maafkan aku jika semua yang aku lakukan ini membuatmu menganggap dirimu wanita murahan, kamu berhaga terlebih lagi untukku, jadi kamu jangan pernah mengangap dirimu seperti itu lagi Aliya, jika kamu tidak ingin aku menyentuhmu..."
Cup...
"Ayah, berhentilah terus berbicara, tidakkah ayah sudah mengabaikan t*buhku terlalu lama.?" Aliya menatap Revandra dan tangannya mulai membuka gesper c*lana Revandra, jemarinya menyusup hendak berbuat lebih, tapi Revandra menagkap tangan gadis itu.
"Aliya, dari mana kau belajar sesuatu seperti ini.?" tanya Revandra yang heran denga sikap gadis itu, bagaimana bisa gadis polos dan lugu, bisa mengetahui cara-cara membuka gasper seperti itu. pikirnya.
"Dari Aren,!" Jawab Aliya spontan dengan wajah polosnya, membuat Revandra menepuk jidat. 'Aren kau telah mengajarkan sesuatu yang gila pada gadis kecilku' ucap Revandra dalam hati.
"Kamu.. aahh..!" D*sah lelaki dewasa itu yang membuatnya gila akibat g*daan pada kelelakiannya karna tangan mungil gadis itu.
"Aliya, aku mau.! apa boleh di sini.?" gadis itu mengangguh, membirkan Revanda melakuakan apapun yang dia iginkan padanya. Tampa menunggu waktu lama, Revandra memberikan h*ntakan-h*ntakan n*kmat di sana, hingga akhirnya mereka mencapai k*puasan masing-masing.
Panas yang meguar dari keduanya membuat malam yang dingin di luar sana tidak berefek bagi mereka. Revandra sudah bertekat untuk memiliki Aliya seutuhnya, karna semenjak Aliya bertemu dengan wanita yang mirip ibunya, lelaki itu merasa tak lama lagi semuanya akan terbongkar, dan Aliya akan tahu latar belakangnya.
Rvandra hanya takut kehilangan gadis kecil yang berharga untuknya, ia bahkan berhrap gadis itu segera mengandung anaknya, apa lagi dengan sesuatu yang di berikan Andre padanya kemari malam di bar membuatnya semakin bertekad untuk memiliki Aliya. dan yang pasti akan menikahi gadis itu, agar suatu saat nanti, jika keluarganya menginginkannya, maka tak ada halangan bagi Revandra untuk tetap menahan Aliya di sisinya jika ia sudah menikahi gadis itu.
***
Seperti biasa Revandra mengantarkan Aliya ke kampusnya, tidak lupa juga mereka selalu melakukan hal-hal lain saat perjalanan.
__ADS_1
"Ayah.! Aliya pengen minta sesuatu boleh.?"
"Asalkan kau tidak minta yang aneh-aneh lagi sayang, Aku akan mengabulkan keiinginanmu."
"Kemarin teman Aliya mengajak Aliya untuk berlibur ke puncak, apa boleh.?"
"Baik, tapi tetap dalam pengawasanku, kau tidak boleh pergi sendiri."
"Terimah kasih Ayah." seraya melayangkan sebuah kecupan pada kedua pipi lelaki dewasa itu.
Sesampainya di kampus, terlihat Aren sedang menunggu Aliya di gerbang kampus, melihat Revandra juga ikut turun dari mobil berasama Aliya, seketika gadis itu jadi gugup, ia takut kalau-kalau Aliya mengatakan sesuatu tentang dirinya yan selalu mengajarkan hal-hal gila pada Aliya, termaksud menyuruh Aliya menggoda ayahnya.
"Aren, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan padamau." sapa Revandra yang membuat gadis itu semakin gugup.
"Ah, apa itu om Revan."
"Terimah kasih sudah mengajarkan hal-hal gila pada gadis kecil ku. Asalkan itu hanya untuk ku tak jadi masalah, jangan sampai kau mengajarkan itu untuk Aliya lakukan dengan pria lain. Apa kau mengerti Aren?"
"Ak... aku mengerti om Revan."
"Ingat om."
Revandra kemudian berlalu dan meninggalkan Aren, tubuh gadis itu gemetar ketakutan karna tekanan dari Revandra, dahinya berkeringat,
"Ren," panggil Aliya, membuyarkan lamunan Aren, Aliya tak tau apa yang Aren bicarakan dengan Revandra, karna tadi Aliya sibuk mengancing bajunya yang terbuka karna ulah nakal Revandra.
"Ah,, kau mengagetkanku."
Beberapa waktu pelajaran telah selesai. Aliya dan Aren keluar dari kelas, namun langkah mereka terhenti ketika tiba-tiba seorang lelaki muda yang jauh lebih tua lima tahun dari mereka, ya. itu kakak kelasnya yang datang bersama Marvel,
"Bagamana Aliya, apa kau mendapat izin dari Ayahmu.?" tanya Marvel.
"Ya...!" jawab Aliya singkat.
"Siapa dia Marvel.?" tanya senior itu
__ADS_1
"Oh, dia Aliya, gadis paling cantik di angkatan kami."
"Hai, aku Axcel.."
"Aliya," jawabnya singkat."
Tak bisa di pungkiri bahwa senior itu kagum pada Aliya, terbersit dalam benaknya untuk mengejar gadis itu, mana tau ia bisa menjdikannya pacar.
"Hei, apa yang kau lihat.?" tanya Marvel yang heran melihat Axcel melamun sambil tersenyum setelah Aliyadan Aren berlalu.
"Tak ada,"
"Apa kau tertarik dengan Aliya."?
"Gadis itu sangat cantik Marvel, aku harus mengejarnya,"
"Sebaiknya kau urungkan niatmu itu, ayahnya terkenal kejam, dan ayahnya sangat menyayangi dan memanjakannya, tidak sedikit anak laki-laki yang mendekatinya di kampus ini, tapi mereka berhenti mengejar gadis itu ketika Ayahnya memberi tekanan pada mereka."
"Benarkah.?" aku semakin penasaran dan semakin bertekad untuk mendapatkannya."
"Senior, aku sudah memperingatkanmu. Apa kau tidak tau kalau ayah gadis itu juga terkenal kejam dalam bisnis.?"
Axcel adalah salah satu pewaris perusahaan yang ada di kota itu, dan sekarang pria muda itu tengah menjalani pendidikan tingkat akhir di kampus itu. Sebentar lagi ia akan mengantikan posisi ayahnya untuk mengurus perusahaan.
Dan apa yang dikatakan Marvel terhadapnya, tentang ayah gadis itu, membuatnya semakin bertekad untuk segera mengambil alih perusahaannya, dan berharap segera bertemu dengan pria kejam yang di maksud Marvel.
'Sudahlah, tersah kau saja, aku sudah memperingatkanmu, kau tidak tau jika ayah gadis itu adalah penguasa kota ini. Karna kau tidak mendengarkanku, maka tunggulah hingga kau bertemu dengannya, dan kau akan tau siapa yang ingin kau lawan itu.' ucap Marvel dalam hati,
Marvel tau banyak tentang Revandra, sebab perusahaan milik ayahnya berada di bawah naungan Gramentha Grup milik Revandra. Hal itulah yang membuat Marvel takut mendekati Aliya, walaupun sudah sejak lama ia menyukai gadis itu, namun dia adalah orang yang tahu diri, tidak akan melemparkan dirinya masuk kedalam kandan singa sang pengusa....
Bersambung...
******
Note author : 🙏🙏🙏🙏Maaf banget kalau upnya lama banget, sebenarnya novel ini up setiap satu samapi dua bab setiap hari, tapi terpending, karna harus melalui review dulu. jadi maaf yang sebesar-besarnya yah. dan terimah kasih sudah setia menunggu dan mengikuti alurnya..
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹