
Muntah yang sejak kemarin Aliya alami, nyatanya bukan sekedar masuk angin biasa, sebab setelah menuruti Revandra untuk ke rumah sakit, dokter yang Aliya datangi justru mengarahkan Aliya ke dokter kandungan, dan hasil dari pemeriksaan itu, Alya dinyatakan hamil, yang membuat Aliya dan Revandra bahagia, sebab, sudah lama Revandra menginginkan ada bayi kecil di dalam perut Aliya.
"Tapi kandungannya tidak apa-apa kan Dok.?" Tanya Revandra dengan cemas tatkala mengingat bahwa seharian kemarin dirinya tidak berhenti menggauli sang istri.
Senyum ramah di berikan oleh dokter,
"Kandungan istri anda terbilang kuat,"
"Ah, Syukurlah.!"
"Tapi tuan, dimohon untuk tidak membuat istrimu kelelahan, aktifitas beratnya dikurangi dulu, karna kehamilan disemester pertama ini sangat rentan. Meskipun kandungan istri anda terbilang kuat, tidak menutup kemungkinan seseatu akan terjadi sutu saat nanti." Terang sang dokter dan Revandra mengangguk paham.
Setelah dari rumah sakit, Revandra membawa Aliya ke apotik untuk menebus obat, vitamin dan susu hamil yang sudah di resepkan oleh dokter kandungan tadi, tak lupa, mereka juga singgah di supermarket untuk membeli buah,
"Ay.!" sebelum pulang, beli pizza dulu boleh kan Ay.!" Pinta Aliya setelah mereka masuk ke mobil, dan Revandra menyalakan mobilnya.
"Tidak,! itu tidak sehat untuk bayi kita sayang.!"
"Pokonya Aliya mau pizza Ay.!"
"Sayang.! ingat bayi dalam perutmu, tolong, jangan egois
!"
"Apa.? kamu bilang aku egois Ay.?, aku menginginkan pizza karna bayi ini, itu yang kamu bilang egois Ay.? kamu paham tidak arti ngidam.?"
"Jadi maksudmu kamu sedang ngidam.? tapi kenapa harus pizza.?"
"Tanyakan saja sendiri pada bayinya." Delik Aliya kehilangan selera karna Revandra.
__ADS_1
Aliya semakin jengkel pada Revandra, suaminya itu sangat menyebalkan,
"Sayang.!" Panggil Revandra, dan Aliya hanya meliriknya sekilas, baru kemudin kembali memalingkan wajah di jendela mobil dan menap keluar dengan diam membisu.
"Sayang.!" kembali Revandra memanggil istrinya, Numun gadis itu tidak juga memberi respon yang membuat Revandra mengerutkan keningnya, heran dan kembali bertanya demi penjelasan, apa yang membuat istrinya merajuk seperti ini. Bagaimanapun Revandra enggan bermusuhan dengan gadis kecil kesayangannya, karna ia tak sanggup jika Aliya marah atau tidak perduli padanya.
"Aliya...! Sa..."
"Berisik Ay.! Aku tidak mood bicara saat ini." Ucap Aliya malas dan tidak menoleh sama sekali ke arah Revandra yang menghela nafas.
Revandra kemudian hanya menuruti istrinya untuk diam, hingga sisa perjalanan pulang, di isi dengan keheningan, Revandra sesekali menanyakan apa yang diinginkan Aliya, tapi gadis itu hanya diam saja membuat Revandra bingung, tapi ia masih berusaha memahami mood sang istri. Setahunya mood orang hamil tidak jauh berbeda dengan mood saat sedang datang bulan, Namun, apa yang Revandra pikirkan sa sekali tidak sama.
Hingga malam berganti, Aliya belum selesai dengan mood bungkamnya membuat Revandra frustasi dan berakhir menghubungi Selly dan Reyno, bahkan ia juga menghubungi Andre dan Aren untuk bertanya, apa yang harus dirinya lakukan untuk menghadapi Aliya yang sedang hamil dengan mood menyebalkan seperri itu. Tapi bukan solusi yang Revandr dapatkan, melainkan ejekan-ejekan untuk Revandra yang sudah di landa keresahan.
Tapi memang benar apa yang mereka katakan, semakin hari, Revandra semakin di landa keresahan-keresahan menghadapi tingkah Aliya yang semakin membingungkan. Tapi bukan hanya Revandra, melainkan semua orang terkena imbasnya dari ngidam Aliya yang menyebalkan.
***
"Yakin tidak ingin lagi sayang.?" Tanya Selly dan mengambil kembali sup salmon itu. Selain gemes pada Aliya, Selly juga khawatir karna Aliya belum makan apapun sejak tadi. Ia mengetahui itu dari Revandra yang khawati, karna selain menyebalkan dan muda marah, Aliya juga menjadi pemilih dalam hal makanan, jadi mau tidak mau, Selly datang untuk membuatkan apa yang gadis kecil itu inginkan.
Aliya menggeleng yakin setelah Selly bertanya lagi. Baru kemudian merubah permintaannya.
"Aku mau ikan bakar bumbu saos kacang aja aunty," Ucap Aliya tampa mersa bersalah sesikitpun setelah membuat Selly bersusah payah membuat sup salmon tadi.
"Tapi itu pedas sayang.!" Sela Reyno menggeleng tidak setuju, tapi Aliya tetap kekeh dengan permintaannya.
Aliya tetap ingin di buatkan seperti yang ia minta dan membuat Selly yang juga sedang mengandung menghela nafas pelan.
"Mau kamu makan tidak.? kalau mau aunty buatkan."
__ADS_1
Selly berusah selembut mungkin, Lalu Reyno mendekati istrinya.
"Selly."
"Tenanglah sayang.!, aku tidak akan membuatnya terlalu pedas, kamu tenang saja sayang.!"
Selly kemudian melirik Revandra yang sepertinya sangat kessal dengan istrinya, tapi lelaki itu tetap berusaha agar kekesalannya tidak berdampak pada Aliya, lalu Selly kembali melirik Aliya yang sedang menonton acara yang sedang tanyang di layar tv.
"Al, kamu yakin akan memakannya.?" Kembali Selly bertanya dengan nada lebih tegas.
"Aliya akan memakannya aunty.!" Jawab Aliya dengan penuh keyakinan,
Selly akhirnya kembali ke dapur membawa serta sup salmon yang sepertinya akan menjadi makanan untuk Reyno. Sejak putrinya hamil, Reyno memang selalu menjadi orang yang makan masakan yang Aliya minta tapi tidak disentuhnya sama sekali.
Sembilan bulan berlalu, Selly dan Aren selalu menjadi tempat meluahkan kekesalan Aliya di kala saat sedang hamil, padahal Selly dan Aren juga sedang mengandung, tapi mereka tidak semenyebalkan Aliya, yang selalu meminta sesuatu yang aneh-aneh. Hingga perutnya mulai sakit.
"Ay.! sakit, sepertinya aku akn melaharikan." Ucap Aliya di sela ia menahan rasa sakitnya.
Revandra kemudian membawanya kerumah sakit untuk melahirkan, Ryno dan Selly dengan perutnya yang membuncit juga sudah ada di rumah sakit, tapi bukan untuk melahirkan, melainkan untuk Aliya, begitupun dengan Aren dan Andre, serta Danile dan juga Axcel. Mereka semua cemas menantikan kelahiran bayi Aliya.
Hingga beberapa waktu berlalu, Aliya melahirkan dengan selamat. Revandra tidak henti-hentinya memanjatkan rasa syukur, dan terimah kasih ia ucapkan pada sang istri yang sudah bersedia, mengandung dan melahirkan buah hati yang begitu tampan untuknya. Kejengkelan yang Revandra beserta orang-orang terdekat alami, sebab Aliya tidak hentinya-hentinya berbuat ulah, terbayar sudah dengan hadirnya sang malaikat hati sebagai pelengkap pernikahnya denga Aliya.
Bayi laki-laki yang kini hadir sebagai pelengkap rumah tangga Revandra dan Aliya, yang mereka tak pernah duga sebelunya, hanya karna suatu malam yang mendebarkan membuat mereka sampai pada titik ini. Kebahagian memenuhi ruangan itu. Tapi deselah kebahagian yang Aliya fan keluarganya rasakan, terdapat sepasang mat yang sangat membeci kebahagian itu,
"Aku tidak terima, kalian begutu bahagia, sementara aku menderita seperti ini, aku akan membalas perbuatan kalian."
"AND"
Terimah kasih sudah mengikuti alur yang mungkin menurut sebagian pembaca tidak masuk akal, 😁😁😁
__ADS_1
Jika ada yang bertanya kenapa Andnya di akhiri dengan teka-teki, karna novel ini masih berlanjut, hingga anak-anak mereka. ( kisi-kisi)
Sampai jumpa di kelanjutan novelnya.