
Revandra bersama sekertarisnya Alin mengantar Aliya ke tempat les menari seperti yang Aliya minta kemarin, sesuai janjinya Revandra mencarikan tempat menari yang berkualitas yang ada di mall rubby lantai atas, mall Rubby adalah salah satu mall yang ada di bawah naungan Gramantha Grup milik Revandra. Gramntha Grup sendiri adalah perusahaan yang diwariskan kepada Revandra dari kedua orang tuanya sebelum meninggal, Gramantha Grup berkembang pesat ditangan Revandra dan memiliki banyak anak perusahaan di berbagai bidang.
"Alin tolong kamu temani Aliya untuk latihan les menari,"
"Baik Presedir."
"Aliya hari ini kamu sama sekertaris Alin tidak apa-apa kan, Ayah ada urusan mendadak di kantor." sembari memeluk lalu mencium lembut putrinya itu.
"Ya, Ayah... nanti ayah jemput Aliya kan.?"
"Ok, Sayang...!"
Aliya dan sekertaris Alin sudah berada di lantai atas mall Rubby,
"Ada yang bisa saya bantu Nona.?" tanya salah satu resepsionis ruang les itu.
"Aku mau daftar les menari."
"Maaf Nona, hanya pengunjung VIP yang bisa daftar disini, apakah Nona punya kartu VIP.?"
"Nona Aliya, serahkan kartu yang tadi Presedir Revan berikan." bisik sekertaris Alin. lalu kemudin Aliya mengeluarkan balck card expres dan memberikannya kepada resepsionis itu.
"Maksud kamu ini.?" seketika resepsionis itu terkejut melihat kartu yang dipegang gadis di depannya, bagaimana tidak, kartu itu hanya di miliki 3 di negara ini, salah satunya adalah Revandra pemilik perusahaan.
Berbeda dari blac card biasa, black card expres ini memiliki banyak keunggulan dibanding black card biasa.
"Jadi apa saya bisa mendaftar, Saya Aliya"
"Oh,,, maaf Nona Aliya, saya tidak mengenali anda, anda tidak harus daftar, Nona bisa datang kapan saja sesuai keinginan Nona Aliya." kata Resepsionis itu seperti berhamba kepada Aliya, Semua karyawan perusahaan tahu bahwa Presedir Revandra memiliki putri semata wayang yang bernama Aliya, namun resepsionis itu tidak menyangka bahwa Aliya sangat cantik, pantas saja Presedis selalu memanjakannya dalam berbagai hal, toh putrinya secantik ini. Dan masih banyak karyawan yang belum pernah melihat langsung wajah Aliya.
Setelah resepsionis mempersilahkan Aliya masuk, gadis itu tiba-tiba ingin ke toilet, saat di toile, Aliya mendengarkan dua gadis yang sedang berbicara satu sama lain.
"Hei lihat ini aku diam-diam mengambil foto Presedir hari ini, oh. begitu tamannya," kata slah satu wanita itu.
"Lihat postur tubuhnya yang sempurna, aku harap aku bisa melihatnya tanpa pakaian" bersikap centil
"Berbaring di sebelahnya dan mengoyak tubuhnya adalah impin semua wanita. tapi sayang sekali perhatiannya hanya tertuju pada putrinya yang aku sendiri pun tak tau siapa ibu putrinya itu, atau mungkin saja presedir mengadopsinya karna kasihan."
"Andai saja putrinya itu tidak ada, aku dengan senang hati melebarkan kakiku untuknya."
Aliya yang sudah tidak tahan lagi berbalik dan merampas ponsel yang di dalamnya terdapat foto Revandra, baru kemudian melemparkannya hinga ponsel itu rusak.
__ADS_1
"berani sekali kau, merusak ponselku. ayo ganti rugi."
"ganti rugi.? mimpi saja.!" lalu Aliya menyiram seember air kewajah kedua wanita itu, bahkan Aliya memukuli mereka tanpa ampun, setelah puas baru kembali ke ruangan les.
Saat Aliya memasuki ruangan itu, semua mata tertuju padanya,
"Cepat lihat, gadis itu sangat cantik,"
"Wow elegan sekali,"
"Iya cantik sekali."
Seorang instruktu pria di tempat itu, terpesona akan kecantikan Aliya, ia menghapiri Aliya, dan segera saja mengajari Aliya menari. Aliya juga berkenalan dengan gadis yang sedikit lebih tua darinya, namanya Bella, setelah les menari selesai, instruktur mengajak Aliya dan Bella untuk makan di Magic Cook restaurant yang ada di lantai tiga mall Rubby.
****
Magic cook Restaurant
"pesan saja apapun yang kalian inginkan aku juga akan mentraktir kalian 10 botol wine, Dengan senang hati Aliya yang memang terbiasa dengan makanan-makanan mahal, memesan banyak sekali makanan membuat instruktur itu terkejut. disela makan, tiba-tiba Revandra menelfon.
"Aliya kamu di mana.?" tanya Revandra di ujung telfon,
"Sekertaris Alin ini di mana ? Aliya kembali bertanya kepada sekertaris Alin yang sedari tadi mengikuti Aliya.
"Ayah... aku sedang makan siang di Magic Cook Restaurant yang ada di lantai tiga mall Rubby."
"ok, nanti ayah jemput."
Aliya beserta instruktur les dan juga Bella menyantap makanan dengan tenang,
"Itu dia wanita yang ku maksud," kata seorang wanita yang tadi di pukuli oleh Aliya, karna tidak terima dia memanggil preman untuk membalas perbuatan Aliya kepadanya.
"Ya, dia yang menyerang kami sampai seperti ini." sambil menunjjuk ke arah Aliya.
Preman itu segera saja mendekati Aliya dan memakinya, karna tidak tahan dengan makian seperti itu Aliya mengabil botol wine dan menghantam kepala preman yang botak itu.
"Siapa kau, ayahku saja tidak pernah memarahiku," kata Aliya geram, kepala si botak itu terluka bercucuran darah, si botak itu bertambah geram lalu merobek baju Aliya sehingga pakaian dalam gadis itu nampak, tidak cukup sampai disitu, si botak itu menampar Aliya sengat keras sehingga tubuhnya jatuh ke lantai, Aliya menagis kesakitan, si botak itu kemudian mengambil garpu dan hendak menusukkan keleher Aliya.
"Berani sekali kau memukul ku, apa kau tau siapa ayahku.?" berlinag air mata.
"Siapa Ayahmu."
__ADS_1
"Revandra Gramentha," namun si botak itu tertawa terbahak-bahak,
"Jika kau adalah anak Revandra Gramentha, maka aku adalah adiknya. hahaha.!" sambil terus merobek baju Aliya
"Kau yang di sana berjaga di pintu, jangan biarkan siapapun masuk sebelum aku membereskannya" kata si botak itu lagi kepada temannya,
Restaurant saat ini memang sedikit sepi sehingga tidak ada yang bisa menolong Aliya, sedang sekertaris Alin di tahan oleh kedua wanita yang memanggil pereman itu. Si botak itu terus memukuli Aliya sampai berbaring di lantai tak kuasa menahan rasa sakit diwajahnya akibat tamparan berulang kali yang didapatnya. pria botak itu bahkan menusuk leher Aliya dengan garpu.
"Siapa yang berani menyentuhnya." Revandra berjalan dengan sangat emosi, yang membuat kedua wanita yang memanggil preman itu ketakutan dan hendak melarikan diri.
"Semuanya berhenti di situ, jangan ada yang bergerak"
"Siap yang berani menggagu ku memberi pelajaran pada gadis ini" teriak si botak.
Buak !!!
Sebuah hantama kursi mendarat di kepala si sobotak itu, Revandra beralih mengecek keadaan putrinya dan mendapati pipi putrinya bengkak dan sebuah bekas tusukan garpu dilehernya 'sial ! jika saja aku datang lebih telat sedikit saja garpu itu akan menusuk leher cantik putriku.' gerutu Revandra dalam hati.
"Tidak bisa dimaafkan" mengabil botol wine dan menghantamkan ke kepala pria botak itu,
"Cepat panggil polisi, ada seseorang yang mau membunuh" teriak pria botak kepada temannya.
Baru saja temannya mau menelpon polis, Revandra merampas ponsel itu
"Jika kau ingin menlpon polisi maka aku akan membantumu." sambil menekan no polisi.
"Halo ini kantor pusat kepolisian, ada yang bisa kami bantu.?"
"Mall Rubby lantai tiga Di Magic Cook Restaurat, ada seorang pria yang mencoba melakukan pembunuhan." seketika si botak dan kedua wanita yang memanggilnya ketakutan.
"Presedir Revan, kalau seseorang benar-benar mati disini itu tidak bagus kan ?" sergah kedua wanita itu. Namun Revandra tidak menghiraukannya, ia kembali pada si botak dan memukulinya kembali.
"Tangan yang mana yang kamu pakai untuk menyerang putri ku.?"
"Jadi kau benar Presedir Revan ! gadis itu benar-benar adalah anakmu. Presedir Revan, maafkan saya tidak bermaksud me...," belum juga kata-katanya selesai Revandra menancpkan pisau yang di gunakan untuk mengiris steak ketangan si botak yang sudah tidak mampu untuk berdiri, serasa semua persendian tulangnya putus akibat hantaman dari Revandra.
Brak....!
"Polisi, semuanya angkat tangan dan jangan bergerak."
Bersambung
__ADS_1
******