Sweet Temptation

Sweet Temptation
Kepolosan Aliya


__ADS_3

" Lalu siapa kalian.?"


Revandra bertanya kepada kedua orang yang sejak tadi hanya terdiam saja, karana mereka berdua tidak ada yang berbicara maka sekertaris Alin membuka mulut


"Yang pria itu adalah struktur les, tadi dia yang memesankan Nona Aliya sepuluh botol wine, dan yang wanita itu temannya Nona Aliya di tempat les."


"Ok, yang wanita, suruh sopir untuk mengantarkanya pulang, dan instruktur itu, sediakn sepulu botol wine dan perintahkan seorang penjaga untuk menjaganya minum wine itu sampai habis."


Karna meraka takut dengan Revandra, mereka berdua menurut saja apa yang diperintahkan oleh lelaki dewasa itu, lagi pula siapa di kota S itu yang tidak mengenal Revandra seorang presedir yang terkenal dengan kekejamannya di dunia bisnis maupun yang lain, dan perwatakan yang dingin, ia hanya tersenyum ramah kepada putrinya seorang, jarang sekali karyawan atau rekan bisnisnya melihat seorang Revandra tersenyum. begitulah seorang Revandra dimata orang-orang.


"Jam berapa ini.?"


"Ini sudah jam setengah sepulu malam Nona Aliya." jawab pelayan yang di perintahkan khusus untuk melayani keperluan-keperluan Aliya.


"Tuan Revan ada di bawah, beliau menunggu Nona untuk makan."


Gadis itu berlari keluar dari kamar dan menuruni anak tangga untuk menghampiri Revandra yang sedang membaca koran di meja makan, lelaki dewasa itu menarik kursi untuk putrinya duduk dan menyodorkan makanan yang sudah disiapkan.


Tampa menunggu waktu lama, Aliya yang memang sudah sangat lapar, segara saja menyantap makanan yang ada di depannya, namun ada sesuatu yang terbersit di pikirnnya yang membuatnya menghentikan aktifitas makannya, karna tidak sanggup untuk memendam maka ia bertanya kepada Revandra yang sedang meneguk kopi.


"Ayah."


"Em.!"


"Apa maksud dari kata begitu tampan sampai aku ingin membuka kaki ku untuknya.?"


Pffft..


Revandra menyemburkan kopinya.


"Apakah orang itu sangat tampan Ayah.?"


"Yah begitulah kira-kira."


"Ayah, apa begini caranya membuka kaki ?, apa yang bangus dengan ini, ini kelihatannya sangat aneh." Sambil membuka lebar kakinya di depan lelaki dewasa itu,

__ADS_1


Revandara teringat lagi kejadian saat kemarin malam ia masuk ke kamar putrinya, namun kini berbeda ia membayangkan Aliya sedang t*lanjang dengan posisi melebarkan kakinya seperti siap untuk menerima hentaka-hetakan tubuh dari seorang pria.


"Aliya... kamu makan sendiri ya, ada yang harus ayah kerjakan di ruang kerja Ayah." sambil mengelus rambut putrinya dan berusaha agar putrinya itu tidak tau apa yang da dipikiranya saat ini.


"Tapi ayah belum jawab pertanyaan Aliya,"


"Aliya sayang nanti ayah akan memanggilkan guru khusus untukmu agar kamu mengetahui hal-hal yang ingin kamu ketahui,"


"Kenapa bukan belajar sama ayah saja."


"Aliya, putri kecil Ayah, ada banyak hal yang ayah tidak bisa ajarkan kepada Aliya."


Lelaki dewasa itu, segera meninggalkan ruangan itu dan beralih ke ruang kerjanya,


"Ah, kalau aku tidak pergi sekarang, mungkin saja aku akan bereaksi, oh Tuhan apa yang harus saya lakukan sekarang, melihat Aliya yang sudah bertumbuh dewasa seperti itu sangat membuat ku resah,"


Revandra menjadi gunda gulana akibat kepolosan Aliya, sesaat Lelaki dewas itu kembali mengingat detik yang mendebarkan, saat jemari-jemarinya meremas benda lunak yang membusung sebesar pepaya milik Aliya itu, banyak wanita yang ia tiduri selama ini namun tak pernah ia jumpai seperti milik Aliya,


Hanya dengan melihatnya atau mngingatnya saja sudah membangkitkan naluri kelelakiannya. Aliya membuatnya benar-benar gila.


****


Esok hari setelah Aliya selesai kuliah, ia ingin mampir ke perusahaan Ayahnya,


"Pak, antarkan saya ke perusahaan,"


"Baik Nona, Pak sopir menurut saja permintaan tuannya itu.


Tak beberapa lama Aliya telah sampai ke tempat tujuan, gadis itu berjalan masuk ke perusahaan, karyawan-karyawan perusahaan yang ada di situ terpaku dan terpesona melihat kecantikan dan keanggunan gadis itu, semua mata melotot.


"wahh cantik sekali, siapa gadis cantik ini."


"Hei bukankan dia anak Preaedir.?"


"Pantas saja presedir memanjakannya, toh anaknya secantik ini, aku pun kalau punya anak secantik ini akan ku manjakan juga, dan mungkin saja aku akan mengurungnya di rumah, biar hanya aku saja yang bisa menikmati keindahannya."

__ADS_1


Aliya hanya tersenyum hangat kepada karyawan-karyawan perusahaan dan berlalu menuju ruangan Presedir, Di depan pintu presedir Aliya bertemu dengan sekertaris Alin.


"Sekertaris, Apa ayah ada di dalam ?"


"Ada Nona, tapi sepertinya...."


"Sepertinya apa.?"


"Sepertinya Presedir sed..." belum juga sekertaris Alin melanjutkan perkataanya, Aliya sudah saja membuka pintu ruangan itu.


"Ayah..." nada terkejut, bagai mana tidak gadis cantik itu melihat ayahnya sedang bergemul di sofa dengan seorang wanita yang berbeda, sudah beberapa kali Aliya memergoki ayahnya bersama dengan wanita-wanita yang berbeda disaat usianya masih lima belas tahun kebawah, waktu itu hanya memergoki ayahnya berciuman saja jadi Aliya tidak ambil pusing, tapi saat ini berbeda.


Wanita itu sedang berada di bawah ayahnya dan pakainya sudah tidak berada pada tempatnya, bahkan suara-suara aneh keluar dari mulutnya karna cembuan Revandra, Revandra tersentak melihat putrinya sedang terpaku di ambang pintu, dan segerasa berdiri untuk membetulkan pakaiannya.


"Aliya." Namun Aliya berlari keluar, gadis itu tidak mengerti apa yang ayahnya lakukan saat ini, yang ia tau jika seorang lelaki sedang berada di atas tubuh wanita, maka akan menghasilkan anak, Aliya memang sudah berusia sembilan belas tahun, karna Revandra sangat memanjakan dan membatasi pergaulannya maka ia tak tau jelas apa yang diakukan ayahnya.


Aliya tidak di ijinkan bergaul dengan sembarang orang, bahkan diusianya saat ini Aliya belum pernah merasakan apa itu first love, dulu juga saat Aliya masih duduk di bangku SMA, jika ada pelajaran biologi Revandra tidak pernah mengizinkan Aliya mengikutinya, bahkan untuk lulus ujian biologi pun dibayar karna Aliya tak perna sama sekali mengikuti pelajaran itu, itulah kenapa gadis itu tabu akan hal-hal yang bersangkutan dengan sexs.


Revandra mengejar putrinya keluar, lelaki dewasa itu mencari di sekitar perusahaan tapi tak menemukan sosok putri kesayangannya itu, hingga hari menjelang malam dengan tetesan rintik-rintik air hujan, seorang gadis tengah berjongkok di bawah lampu jalan yang sepi, ia tak mengerti ada apa dengan dirinya, yang ia tahu saat ini bahwa hatinya sangat kesal melihat ayahnya bersama wanita dalam keadaan yang tak ia mengerti pula.


Sebuah mobil frarry berwarna hitam singgah di depan Aliya dan seorang pria yang penuh dengan ke khawatiran turun dan berlari mendekati gadis itu.


"Sayang, maafkan Ayah, mari kita pulang ya." Aliya menatap wajah lelaki dewasa itu, ia hanya mengangguk menandakan setuju untuk pulang, lelaki dewasa itu menggendong Aliya masuk ke mobil, bajunya basah kuyup,


Aliya dengan polosnya membuka bajunya di depan Revandra, tubuh Aliya hanya dibalut dengan bra dan ****** ***** berwarna putih transparan, sangat jelas terlihat bentuk benda kencal yang membusung di dada Aliya.


Revandra yang melihat itu, berusaha menelan salivanya, lalu matanya tertuju ke bagian bawah yang ada di tengah antara paha kiri dan kanan Gadis itu, terlihat ada gundukan bulu-bulu halus berwarna hitam.


Saat ini Revandara benar-benar tak kuasa menahannya, Sesuatu yang ada di dalam celannya mulai meronta, lelaki dewasa itu benar-benar sudah tak kuasa menahan hasratnya, bagaimana tidak sekarang ini dia sedang dihadapkan dengan sesuatu yang benar-benar membuat semua lelaki tidak dapat menahannya, tubuh putih mulus, p*yudara yang membusung padat, apa lagi sesuatu yang halus berwarna hitam yang bersembunyi di dalam celana yang trasnparan, oh benar-benar membuat gila.


"Aliya..."


Bersmbung


******

__ADS_1


__ADS_2